Rabu, 16 Februari 2011

Aku Rindu...

17 February 2011

Senja kala sang surya bersiap ke peraduan
Meninggalkan bayang-bayang sepanjang jalan berbatu
Hari mulai gelap
Gelap karena malam menjelang
Pula karena tertutup bayang-bayang

Aku teringat…
Bagaimana wajah ibu
Aku teringat pula…
Bagaimana tutur kata ayahku disaat merindu

‘Haru…
Selalu saja aku terharu…
Rindu…
Selalu saja aku merindu…’

Air tampak tenang
Tak satupun perahu bergeming
Dan tak banyak pula suara terdengar
Hanya nyanyian alam sederhana dan selebihnya hening

Aku teringat…
Bagaimana wajah ibu
Aku teringat pula…
Bagaimana tutur kata ayahku disaat merindu

‘Tersenyum…
Selalu saja ibumu tersenyum…
Syahdu…
Selalu saja ibumu bersenandung lirih nan syahdu…’

Aku teringat…
Di tempat itu mereka selalu bersama
Selalu menguatkan satu sama lain
Bahu membahu merajut masa depan ‘kami’

Aku teringat…
Di rumah itu mereka membekali ‘kami’
Dengan goresan-goresan yang begitu berarti
Dan akan selalu berarti di sepanjang hamparan hidup ‘kami’

Ayah… Ibu…
Aku rindu…
Aku rindu semua itu…
Aku rindu bagaimana engkau membelai rambutku…

Aku rindu kebersamaan kita…
Mungkin bukan cuma aku
Tapi kami semua…
Kami semua rindu kebersamaan itu
Kami semua rindu rumah itu
Kami semua rindu tanah itu
Seberapapun jauh kami terbang
Seberapapun banyak beban
Seberapapun harapan kami pada pencapaian
Kami tetap merindu…
Dan, rindu ini adalah rasa yang terbaik dalam hidup kami…

Ibu… seuntai doa untukmu selalu kami panjatkan
Agar engkau bahagia di ‘sana’
Ayah… semoga kita bisa lebih banyak waktu untuk bersama…
Saling menguatkan satu sama lain
Walaupun tak seperti bagaimana ibu menguatkan engkau
Aku akan selalu berusaha…

Ayah… Ibu…
Aku rindu…

Tidak ada komentar: