Sabtu, 12 September 2009

Makna Sebuah Nama

Surabaya, 12 September 2009 M / 22 Ramadlan 1430 H

Tulisan ini hanya sebuah pengisahan sederhana tentang proses pemberian nama Jundi-Jundi yang menjadi harapan saya di masa mendatang. Kata orang, jangan berikan nama yang terlalu berat untuk anak. Bagi saya setiap orang harus memiliki cita-cita besar dalam hidup terutama manfaatnya untuk ummat, demikian juga nama, yang menunjukkan harapan besar pada anak, adalah sangat wajar selama masih ada dasar makna yang baik.

Nama merupakan sebuah identitas yang sangat penting untuk setiap makhluk yang ada di alam semesta. Setiap apa yang ada harus memiliki nama, tak terkecuali manusia. Pemberian nama merupakan bagian penting dari sistem seperti halnya sebuah file dalam komputer. Demikian Allah SWT memberikan nilai lebih pada manusia yang terletak pada daya fikir, emosi, dan kreasi untuk mengarah pada sistem.

Allah SWT adalah sebaik-baik pemberi nama untuk para malaikat, para nabi, dan wali-wali-Nya. Dalam pemberian nama untuk makhluknya Allah memberikan identitas tentang baik dan buruk tabiat mereka. Iblis, neraka, zholim adalah nama-nama untuk zat yang tidak baik, sedangkan surga, hamba Alloh, Muhammad adalah nama yang indah untuk sesuatu yang hakikatnya baik.

Pedoman pemberian nama yang secara umum digunakan adalah Nama Depan, Nama Tengah dan Nama Keluarga atau Marga... Pada awalnya dari sejarah Eropa, kebanyakan orang mula-mula menggunakan satu nama pemberian saja, lalu setelah jumlah orang yang bernama sama semakin banyak di satu wilayah, nama keluarga ditambahkan untuk membedakan orang-orang yang bernama sama. Setelah semakin banyak orang yang bernama depan dan nama keluarga sama, maka orang menambahkan nama tengah, satu nama, kemudian dua nama, dan seterusnya.

Dengan dasar apapun nama dibuat pastinya memiliki makna atau bahkan dalam Islam merupakan suatu do'a untuk yang dinamai atau bahkan untuk tujuan yang dibangun dalam sistem tersebut.

Yang harus diyakini adalah sesungguhnya nama, julukan atau gelar yang baik memiliki pengaruh yang baik dalam jiwa sejak pertama kali menyebut atau mendengarnya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan menyifati-Nya dengan nama dan sifat-sifat yang baik, firman-Nya:

Hanya milik Allah asma ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.... (QS. al-A’rof [7]: 180)

Prinsip dan konsep inilah yang selalu mendapat proporsi perhatian lebih banyak setiap istri saya hamil. Bagaimanapun juga pembangunan sebuah sistem di keluarga saya adalah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang suami untuk istri sekaligus bapak untuk anak-anak saya.

Awalnya saya berfikir memberi nama yang penting baik maknanya, didengar enak dan "tidak pasaran". Akan tetapi, justru setelah saya melihat film-film dan membaca buku-buku yang mengungkap banyak rahasia pergerakan kelompok-kelompok rahasia di dunia saya jadi banyak tertarik dengan metode penamaan dan pengkodean mereka. Yang menarik adalah makna yang mereka maksudkan dalam setiap nama dan kode yang mereka buat.

Dasar penamaan pada anak saya yang pertama dan yang kedua adalah sebagai berikut:

Pertama: berdasar pada momentum
1. Hasannashr Hizballah Amma... ini berawal dari perang Hizbullah dengan Israel di tahun 2006, saya kagum dengan kharisma Hasan Nasrullah (pemimpin Hizbullah) yang sangat tenang dan tawadlu'. Selain itu, secara maknapun waktu itu sangat tepat dan sinchronize dengan harapan saya akan diri saya keluarga saya dan idealnya seorang manusia menurut saya. Hasan berarti Baik, Nashr berarti Penolong, sedangkan Hizballah adalah sebuah penegasan tauhid bahwa di alam semesta ini cuman ada dua golongan yaitu golongan Allah -- Hizballah -- (manusia dan jin yang beriman kepada Allah) dan golongan syetan -- Hizbusysyaithon --.

2. Jabbarrobbani Jundallah Amma... cukup lama saya mencari petunjuk untuk nama ini , hampir setiap hari saya diskusi dengan istri tentang nama ini, terutama kata pertama, sedangkan Jundallah adalah nama yang jadi idola saya sejak lama. Sebaik-baik nama adalah nama-nama Allah dalam Asmaul Husna... Jabbar adalah Asmaul Husna dengan makna MEMAKSA (Berkehendak kuat) maksudnya disini adalah memaksakan diri, sedangkan Robbani adalah Semata-mata karena Robb (Allah), jadi Jabbarrobbani dimaksudkan sebagai Berkehendak Kuat Semata-mata Karena Allah (entah dalam bahasa Arab susunan seperti ini diperbolehkan atau tidak, nahwu dan shorof saya kurang kuat). Maksud makna nama ini adalah kekuatan hati (semangat) untuk idealis yang memang harus dipaksakan oleh karena akhir-akhir ini memegang prinsip sudah jauh lebih rumit dari sebelumnya, dan tidak kalah penting adalah dasar tauhidnya "Robbani" (semata-mata karena Allah) karena jika tidak demikian akan sia-sia semua amalan. Sedangkan Jundallah berarti Pejuang Allah, dalam konteks regional berarti memerangi kemiskinan, dan kebodohan ummat di bawah panji Agama Allah, karena sadar atau tidak saat ini kita berada dalam kebodohan yang akut (terutama tentang dienul Islam), hal ini bisa kita lihat dari pola hidup kita yang banyak terbawa arus liberalis dan islam phobia.

Kedua: berdasar pada prinsip-prinsip dakwah

1. Hasannashr Hizballah Amma... Hasannashr adalah "self oriented" yaitu dimaksudkan untuk memperbaiki diri menjadi orang yang baik (Perbaikan ummat tingkat pertama adalah dari perbaikan diri) sedangkan Hizballah dimaksudkan untuk ketauhidannya. Kenapa di kedua nama anak saya selalu menyertakan prinsip ketauhidan?? karena ketauhidan adalah hal yang paling mendasar dari suatu makhluk, dan adalah harga mutlak untuk setiap makhluk, jika tidak maka semua yang dilakukan akan sia-sia.

2. Jabbarrobbani Jundallah Amma... Jabbarrobbani dimaksudkan sebagai semangat yang kuat semata-mata karena Allah... ini merupakan dasar yang sangat penting untuk pelaku dakwah, karena terpaan realisme sangat kuat menentang arus dakwah. Disini memang masih mengandung makna pembekalan diri menuju pribadi yang baik sebagaimana yang dimaksudkan untuk Hizballah, akan tetapi di kata yang ke dua (Jundallah) yang berarti Pejuang Allah memiliki dua maksud yaitu sebagai identitas ketauhidan dan juga identitas kemasyarakatan. Pejuang disini secara regional berarti berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan, nah... disinilah letak identitas kemasyarakatannya. Ini adalah langkah perbaikan ummat yang kedua (membentuk keluarga yang islami, well educated, dan berkecukupan) dan yang ke tiga (Membentuk masyarakat muslim yang bebas kebodohan dan kemiskinan).

Demikian nama-nama ini diberikan... kebenaran adalah datangnya dari petunjuk Allah
Semoga untuk anak-anak saya yang selanjutnya bisa diberikan petunjuk yang baik dari Allah SWT

Robbana Hablana Min Azwajina Wa Dzurriyyatina Qurrota A'yun Waj'alna Lil Muttaqiina Imaama

Jumat, 24 Juli 2009

Hizballah's Toilet Training


apa sihh toilet training ituhh??
toilet training ato ada juga yg bilang potty training adalah kegiatan melatih anak agar bisa mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB).

tujuannya apa??
dengan toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak untuk dapat membersihkan kotorannya sendiri dan memakai kembali celananya, demikian menurut Siti Mufattahah, S.Psi; Psikolog dan staf pengajar dari Jurusan Psikologi Universitas Gunadarma, Depok.

kapan molainya??
sedini mungkin!! idealnya sejak umur setaon,,
tapi utk hizballah,, toilet training aku molai waktu hizba uda molai mpasi,, pas 6mos,, kenapa?? simpel aja,, krn selaen hizba da bisa duduk sendiri,, umur segitu pup hizballah juga da molai bau,, xixixixix,, ga ilmiah yahh,, biarenn!! :p
oiah,, dari lahir sampe sekarang hizba ga pernah pake diapers di rumah,, kecuali kalo lagi sakitt,, :)
bahkan skarang pun kalo pergi2 dah jarang pake diapers,, kecuali perjalanan jauh makan 2-3 jam dan naik kendaraan umum,,

jadwal toilet training??
u/ pemula,, toilet training kami lakukan cuma sepanjang pagi ato siang hari,, malemnya hizba masi ngompol diperlak kasur,, gpp,, ;)
aku tambah jadwal toilet training utk malem waktu hizba molai belajar berdiri sambil pegangan,, skitar 8mos,,

gimana sihh caranya??
u/pipis *sbg pemula*:
well,, nihh kalo aku ya moms and dads,,
1. nunggu waktu ngantuknya dia,, biasanya mata merah ma usek2 rambut 'n muka,,
2. gendong my hizballah ke toilet ma bilang: ''pipis dulu yuk, mas,, ditemenin ummi yaa'',,
3. sampe toilet hizba saya berdiriin sambil ngadep toilet/wc,, yg ini hizba masi suka brontak,, bisa tenang waktu saya nyanyiin: ''cicak2 didinding...dst'',,
4. buat mancing pipisnya keluar,, biasanya saya 'kucuri' air,, dikit aja,, di (maaf) mr.p-nya,, ato aku kilik-kilik udelnya,, ma bilang: ''tuuurr,, pipis yuukk,, air mancuuuurrr'',, dan alhamdulillah langsung currr,, mancurr!! hehe,, :p

u/pup:
lebi gampang ngertiin tanda kalo anak mo pup,,
kalo hizba,, biasanya diem,, muka memerah,, trs sesekali mengejan,, hihi,,
tanpa pikir panjang,, langsung deh gendong hizba ke toilet,, dudukin di ujung toilet,, trs kluar deh,, :d

dg metode begitu,, alhamdulillah,, sepanjang malam dia ga ngompol,, dan pagi pas dia bangun,, ato mungkin bangun sebelum pagi -- org jawa bilang 'ngelilir'--,, langsung saya anter lagi ke toilet buat pipis,, dg metode no.2-4,,

cuma saya juga kadang masi kecolongan,, trutama di waktu maennya hizba,, coz 'kecepetan ato kelamaan' aja nganter hizba ke toilet,,
kebetulan jadwal pipis hizba tuw 1jam,, kadang 1/2jam,, kadang malah tiap 2jam,, ga tentu,, tergantung aktivitas ma mimiknya,,

hizba da bisa bilang pipis ma "eek"
kurleb usia 18 bulan hizba da bisa bilang pipis ma "eek" utk pup,, ato seenggaknya ngasi sinyal kalo belet pipis ma pup,,
caranya: sebelumnya aku biasain ajak ngobrol dia,, critain ke dia,, "mas,, kalo mo pipis bilang mi' pipis yahh??" ato "mas,, kalo mo eek bilang mi' eek yahh??",, begitu trs,, berkali2,, waktu dia mandi,, waktu dia maen,, ato bahkan pas kecolongan pipis ato pup di celana,, ga langsung brasil sihh,, gapapa,, skali lagi butuh proses yg penting konsisten,, ;)

pake celana sendiri biz pipis ato pup??
hizba belom bisa kalo make celana sendiri,, walopun dia slalu brusaha make sendiri kadang kedua kakinya masuk di satu lubang celananya,, haha :))
tappiiii,, abis pipis ato pup di toilet,, hizba langsung ambil celananya dan minta tolong sapapun yg ada utk makein celananya,, ma bilang: "mas paek nana (baca: mas pake celana)",, yahh,, setidaknya aku ga lagi nyuruh dia pake celana lahh,, uda otomatiss!! ;)
caranya: tiap abiz pipis ato pup aku selalu ajak hizba utk langsung pake celananya,, ga nunda2,, ma bilang: "yuk mas,, pake celana dulu,, biar tambah gan-tengg,,",, hizba niruin: "mas an-deng",,

sekarang gimana??
dari umur setaon hingga di usianya yg hampir 2 taon ini (tar 28 juli genep 2 taon) kadang hizba masi kecolongan pipis di celana sihh,, tapi itu juaaraaaangg bangett,, paling banyak 2 kali ngompol dalam sebulan,,
dan kalopun kejadian,, itu ada sebabnya,, bisa karena caperr,, kaya sekarang inih,, *mungkin krn aku lagi hamil anak kedua,, dia ada syndrom sibling rivalry ato jeles ma calon adeknya kali yahh* ato emang lagi marahh *nihh biasanya kalo pas aku cape bangett dan aku cuekin dia mo maen apa aja*,, jadi bukannya dia ga ngerti,, justru malah dia sengaja,,

Senin, 23 Maret 2009

Luruskan Niat, Petakan Hidup, Bulatkan Tekad, dan Beraktivitaslah


Arif Bama

Sebagai manusia yang "hidup" dan "diberi hidup" oleh Yang Maha Hidup, sudah tentu kita harus "cukup cerdas" untuk menjalani "sebuah kehidupan".

Sebagaimana telah disebutkan dalam kisah penciptaan Nabi Adam as, bahwa malaikatpun mengakui kelebihan manusia, dan kelebihan manusia itu adalah memiliki kemampuan berfikir yang ter"KONSEP". Dengan demikian manusia bisa berkembang dengan modal daya berfikirnya tersebut. Demikian Allah menciptakan kelebihan relatif pada manusia atas makhluk lain. Dan ternyata "Konsep" itu pulalah yang seharusnya kita jadikan "dasar berfikir" untuk menjalankan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi, dan juga sebagai hamba Allah yang taat.

Tentang "konsep".
Konsep merupakan suatu "bentuk", "map", "peraturan", "tujuan", "visi", "misi", "keinginan", "cita-cita" dan banyak hal lain yang kita "SATUKAN" untuk menjadi sesuatu yang "BERTUJUAN, TERSTRUKTUR, RAPI, DAN BERDASARKAN PADA...
" Dengan demikian jelas manusia diciptakan untuk "Bertujuan, berstruktur, teratur, dan memiliki pedoman yang haq".

Penting sekali untuk mengkonsep kehidupan dan aktivitas hidup untuk pribadi kita, sehingga hidup kita lebih tepat sasaran. Konsep merupakan sebuah frame untuk suatu bentuk jalan hidup. Bentuk konsep secara umum adalah sebagai berikut:

LURUSKAN NIAT

Setiap aktivitas kita selalu diawali dengan niat, dan mulai dari niat inilah Allah 'Azza wajalla menilai satu kesatuan aktivitas manusia. Sebaik apapun aktivitas seseorang tanpa disertai dengan niat yang benar akan menyebabkan amalan yang dilakukannya sia-sia.

Setiap aktivitas kita hendaknya diniatkan untuk beribadah kepada Allah, karena memang itulah tujuan manusia diciptakan. Tanpa dasar niat beribadah kepada Allah maka aktivitas tersebut hanya akan menghasilkan efek duniawi dan akan sia-sia di akhirat nantinya, lebih ekstrim lagi jika niatan itu bisa mengarahkan kita ke dalam jurang kemusyrikan.

Dari semua aktivitas kita tersebut akan membentuk suatu "pola hidup" atau "kehidupan". Sehingga niat yang benar pada setiap aktivitas akan mengawali terbentuknya suatu pola hidup yang benar secara syar'i. Manusia yang tidak pernah meluruskan niat bersiaplah untuk membuang waktu, tenaga dan harta tiada arti. Niat ikhlas kita benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna. Sehingga setiap manusia yang menginginkan hidupnya tidak sia-sia harus terlebih dahulu meluruskan niat.

Niat yang benar berkaitan erat dengan ketauhidan, dan berarti sangat erat pula dengan syahadat yang menjadi rukun islam pertama. Sehingga semakin mengerti manusia tersebut tentang ketauhidan semakin mantap pula niat yang disuarakan hatinya.

Kesimpulannya, manusia harus memiliki niat yang lurus untuk "hidup"nya demikian juga untuk setiap aktivitas yang dilakukan selama hidupnya.

PETAKAN HIDUP


Hidup dan Kehidupan selalu saja berharga, dan terlalu berharga untuk disia-siakan. Kehidupan merupakan Maha Karya Allah 'Azza Wajalla, dan cerita penciptaan kehidupan ini juga selalu menjadi cerita-cerita yang sangat besar, sehingga sangat tidak wajar jika seorang manusia meremehkan keberadaan kehidupan ini. Untuk menjalani dan menyikapinya harus dengan keseriusan pula.

Menyikapi kehidupan dengan ogah-ogahan dan membiarkannya seperti air mengalir di segala hal bukanlah sikap yang bijaksana, karena berarti pula kita mengacuhkan hidup kita dan membiarkannya terbawa arus yang belum tentu baik yang kadang menyesatkan.

Sikap yang bijaksana terhadap masa depan hidup adalah dengan merencanakan dan memanaje-nya dengan baik. Memang nantinya keberhasilan sebuah rencana adalah hak Allah 'Azza Wajalla, namun kita wajib untuk berikhtiar. Layaknya sebuah perusahaan, kehidupan juga mengenal prinsip-prinsip management. Rumusan umum dalam management sebuah perusahaan adalah Planning, Organizing, Actuating, Evaluating (Controling), dan Planning selalu terletak di awal. Demikian pula dengan hidup seorang kita diantaranya harus memiliki planning yang matang dengan dasar niat yang lurus.

Sebuah Planning (perencanaan) yang baik akan menghasilkan beberapa produk perencanaan termasuk salah satunya adalah sebuah peta aktivitas yang mencakup tujuan dsb yang menggambarkan secara holistik terkait rencana yang disusun tersebut. Dengan membuat peta aktivitas yang sistematis termasuk menentukan visi, misi dan tujuan pencapaian secara spesifik akan membuat aktivitas kita terarah dengan baik yang terbungkus dengan niatan ikhlas lillahi ta'ala

BULATKAN TEKAD

Dengan membuat peta perencanaan bentuk aktivitas dan tujuan pencapaiannya maka seorang manusia siap untuk berikhtiar. Akan tetapi, kita sadar bahwa manusia hidup tidaklah lepas dari proses belajar, sedangkan pelajaran itu sendiri kita dapati dari banyak hal termasuk juga dari cobaan dan ujian. Bahkan tingkat keimanan yang semakin meningkat akan diimbangi dengan cobaan dan ujian yang semakin meningkat pula.

Kadang cobaan dan ujian ini yang sering membuat kita menjadi ragu, takut dan sedih dalam menghadapi kehidupan, apalagi jika peta aktivitas dan tujuan yang kita tentukan cukup rumit dan tampak sulit dicapai. Sehingga untuk memulainya diperlukan tekad yang kuat dan bulat.

Tekad yang kita perlukan mencakup 2 hal penting, yaitu:

1. Tekad untuk memulai. Setelah menentukan peta aktivitas tentu kita merasa sangat berat dengan gambaran banyaknya aktivitas dan tujuan yang ingin kita capai, belum lagi dalam pelaksanaannya pasti banyak batu dan kerikil tajam yang menjadi penghalang. Untuk itu kita perlu memantapkan tekad untuk memulai tanpa harus menyerah terlebih dahulu sebelum berjuang.

2. Tekad untuk istiqomah (konsisten). Perjuangan yang panjang akan cukup melelahkan bagi siapapun yang menjalaninya, sehingga kita perlu semangat dan tekad istiqomah agar tujuan-tujuan yang hendak dicapai tidak terbengkalai ditengah jalan, karena jika terjadi maka kerugian besar buat kita, baik itu kerugian dalam waktu, tenaga maupun harta yang telah kita belanjakan untuk aktivitas tersebut.

BERAKTIVITASLAH

Konsep hanya akan menjadi konsep jika tidak diaplikasikan dalam kehidupan. Dengan menentukan langkah-langkah itu, sudah saatnya kita mengaplikasikan konsep ke dalam aktivitas hidup kita. Dengan kerangka yang jelas tersebut diharapkan aktivitas-aktivitas hidup kita menjadi banyak bermanfaat dan nantinya bermuara pada kehidupan yang berkualitas, efektif dan efisien.

Sebuah konsep yang benar akan memberikan kerangka ikhtiar yang sistematis dan "ma'ruf", akan tetapi ketetapan tentang hasil dan pencapaian tetap menjadi hak prerogatif Allah, dan tentunya kita harus yakin bahwa keputusan-keputusan Allah adalah keputusan2 terbaik buat manusia, sehingga kegagalan-kegagalan akan kita temui terkait konsep yang telah kita susun akan tetapi kekecewaan bukanlah respon yang bijaksana dari seorang manusia, dan manusia sebagai makhluk yang cerdas tentunya akan mencari jalan keluar dari setiap masalah yang menjadi penyebab kegagalan konsepnya masing-masing. Dengan demikian diperlukan up dating yang terus-menerus terkait konsep ikhtiar yang telah disusun.

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 24 Januari 2009

Harakat Al-Muqowwama Al-Islamiyah (HAMAS)

Tulisan ini adalah ulasan singkat tentang Gerakan Jihad Islam di negeri Palestina yang telah menang perang melawan "Terrorist Forever" Zionis Israel Laknatullah, whaaa julukan baru nih...

Adalah Hamas yang merupakan singkatan dari
Harakat Al-Muqowwama Al-Islamiyah yang berarti Islamic Resistance Movement atau Gerakan Perlawanan Islam. Hamas berdiri pada tahun 1987 Masehi oleh Syeikh Ahmad Yasin (seorang guru kelahiran 1 Januari 1929), Abdul Aziz Al-Rantisi dan Mohammad Toha. Hamas merupakan kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin (Moslem Brotherhood) yang berada di Mesir.

Ikhwanul Muslimin bagi sebagian orang awam dipandang sebagai gerakan Islam yang radikal dan menentang pemerintahan. Perlu diketahui bahwa pemerintahan Mesir telah berada di bawah kekuasaan dan pengaruh para orientalis barat, pemerintahan Mesir jauh lebih liberal dari yang pernah diketahui oleh orang awam dan banyak memberikan keuntungan untuk pemerintahan Amerika yang saat ini berusaha memerangi Islam. Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hasan Al-Banna pada tahun 1928.

Tujuan pendirian Hamas dicantumkan di aktanya: "mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina". Dengan kata lain: melenyapkan bangsa Israel dari Palestina dan menggantinya denga
n negara Islam. Hamas memiliki sayap militer bernama Izzuddin Al-Qosam yang merupakan tentara rindu syahid, kekuatan militer inilah yang menjadi ganjalan Israel untuk menguasai tanah-tanah Palestina. Izzuddin Al-Qossam merupakan salah satu tentara perlawanan yang gigih berjuang disamping Hizbullah di Lebanon.

Sebagian referensi mengatakan bahwa kelahiran Hamas dibidani oleh Syeikh Ahmad Yassin dan tujuh orang berpendidikan tinggi: Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak), Abdul Fatah Dukhan dan Muhammad Shamaa (keduanya guru), Isa Nashar dan Abu Marzuq (insinyur mesin), Syekh Salah Silada (dosen), dan Ibrahim al-Yazuri (farmakolog).

Peluncuran Hamas menemukan momentumnya dengan kebangkitan Intifadah I, yang bergolak di sepanjang Jalur Gaza. Anak-anak Palestina tak gentar melawan tentara Israel dengan batu-batu sekepalan tangan. Sejak itu, sayap-sayap militer Hamas beroperasi secara terbuka. Mereka meluncurkan sejumlah serangan balasan—termasuk bom bunuh diri—ke kubu Israel.

Pada Agustus 1993, Arafat duduk semeja dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Hasilnya adalah Deklarasi Oslo. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa "memerintah" di kedua wilayah itu. Arafat "mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai". Hamas tidak menyetujui perjanjian ini.

Pada Januari 2006, Hamas melangkah ke arena politik formal. Secara mengejutkan, mendulang kemenangan—meraih 76 dari 132 kursi dalam pemilihan anggota parlemen Palestina. Hamas mengalahkan Fatah, partai berkuasa sebelum pemilu saat itu. Kabinet yang didominasi orang Hamas terbentuk.

Jumat, 23 Januari 2009

Obama Oh Obama...!!

Arief Bama

Obama... Oh... Obama...

Don't judge the book by it's cover...

Ternyata benar... begitu banyak orang menaruh harapan pada diri Obama, dengan propaganda penarikan pasukan secara bertahap dari tanah Irak, semua orang seolah terbius. Politik tetaplah politik, seorang pembohong tetaplah pembohong, dan seorang kafir tetaplah kafir.

Sebaiknya kita membuka mata lebar-lebar dalam memandang dunia, kita harus lebih jeli dalam melihat mana yang haq dan mana yang bathil di samping dengan memohon petunjuk pada Allah.

Anda yang banyak berharap kepada Obama pastilah sekarang kecewa berat. Ternyata Obama mendukung "pembantaian" Obama melindungi "teroris" yang sebenarnya dan yang terpenting adalah Obama adalah seorang kafir yang tetap berfihak pada orang kafir.

Jangan tertipu dengan nama Husein-nya, karena sekarang adalah jamannya kamuflase dan konspirasi.
Adalah pidato hari ke-2 Obama setelah pelantikannya, dengan tegas dia menyatakan bahwa Amerika Serikat di bawah pemerintahannya akan melindungi sepenuhnya Israel dan mengecam roket-roket yang diluncurkan oleh Hamas ke wilayah Israel, dan "hanya" mengucapkan belasungkawa atas ribuan rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban agresi Israel selama 23 hari.

Seharusnya kita sebagai muslim menyadari bahwa tidak akan ada harapan untuk muslim dunia yang disandarkan di pundak orang kafir, apalagi kepada para penyembah talmud. Sedangkan para pemimpin Arab yang katanya "muslim" saja tidak sedikitpun tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudara muslimin di Palestina dan keluar dari kenyamanan istana-istana mereka.

Lebih parah lagi pemerintahan Mesir, walaupun sudah diberikan pelajaran oleh Allah lewat jasad Fir'aun dari tengah laut yang dipertegas dengan Al-Qur'an, kini mereka seolah menjelma menjadi para Fir'aun m
odern yang kembali menebar fitnah dan kekejaman. Bukannya membuka blokade di Rafah, Pemerintahan Mesir malah menambah pasukan penjagaan dan mencegah bantuan masuk ke Jalur Gaza, padahal harapan satu-satunya jalur bantuan adalah dari pintu perbatasan di Rafah. Berlagak jadi pahlawan, Pemerintahan Mesir mengajukan proposal perdamaian untuk Israel dan Hamas, tetapi syaratnya cukup berat bagi Hamas. Bahkan pemerintah Mesir "menjilati kaki" para petinggi Israel dengan menutup terowongan-terowongan bawah tanah yang menjadi satu-satunya jalan bagi muslimin Palestina untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

Kekuatan militer yang besar dan canggih serta dukungan yang kuat dari negara-negara besar ternyata membuat Israel memiliki pesona yang menarik sekaligus menakutkan untuk negara-negara di dunia tak terkecuali negara Arab yang notabene ingin dimusnahkan oleh Israel (betapa bodohnya para pemimpin negara-negara Arab itu). Akan tetapi, kekuatan itu ternyata bukan cerminan nyali yang teruji. Menghadapi beberapa pucuk senapan dan beberapa rudal ringan Hamas saja mereka harus meminta bantuan negara-negara sekutunya. Dan lebih parah lagi mereka berteriak seperti anak kecil yang melemparkan alasan-alasan akibat kalah perang dengan Hamas. Israel merengek pada negara-negara sekutunya untuk membantu blokade jalur persenjataan Hamas, sepertinya mereka ingin menang WO (walk out). Kita tahu jawabannya, mereka hanya berani melawan musuh yang tak bersenjata.

Whaaa... memalukan... saya termasuk orang yang penakut, tapi saya masih "berani" berkelahi dengan lawan yang seimbang. "Israel tidak berani", mereka ingin melucuti Hamas terlebih dahulu "without any cost".

Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan acara debat di salah satu tv swasta yang mempertemukan departemen luar negeri JIL (Jaringan Islam --atau Iblis kali ya-- Liberal) dengan pengamat timur tengah. Ini adalah episode debat yang paling sengit menurut saya, karena si JIL ini dengan tegas mendukung agresi Israel dan meminta masyarakat untuk optimis terhadap kiprah Obama di Timur Tengah. Dalam hati saya "nggerundel" (menggerutu) "Yah... namanya juga kafir" (JIL sudah di fatwa kafir dan bukan Islam oleh MUI).

Dari sedikit wacana ini, kita harus hati-hati dalam memandang, karena lobi-lobi Yahudi (Zionis Israel) begitu kuat mencengkeram dunia (kalo gak percaya baca buku Yahudi Menggenggam Dunia), apa yang kita lihat di Palestina adalah "mata bisulnya", tapi akarnya ada di sekeliling kita. Kebiasaan santai dalam keseharian kita akan berangsur-angsur menggeser paradigma dan pola pikir kita tentang kebenaran dan kebathilan, karena lobi-lobi Yahudi berusaha merusak umat Islam lewat pola pikir-pola pikir yang menguntungkan mereka.