Senin, 23 Maret 2009

Luruskan Niat, Petakan Hidup, Bulatkan Tekad, dan Beraktivitaslah


Arif Bama

Sebagai manusia yang "hidup" dan "diberi hidup" oleh Yang Maha Hidup, sudah tentu kita harus "cukup cerdas" untuk menjalani "sebuah kehidupan".

Sebagaimana telah disebutkan dalam kisah penciptaan Nabi Adam as, bahwa malaikatpun mengakui kelebihan manusia, dan kelebihan manusia itu adalah memiliki kemampuan berfikir yang ter"KONSEP". Dengan demikian manusia bisa berkembang dengan modal daya berfikirnya tersebut. Demikian Allah menciptakan kelebihan relatif pada manusia atas makhluk lain. Dan ternyata "Konsep" itu pulalah yang seharusnya kita jadikan "dasar berfikir" untuk menjalankan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi, dan juga sebagai hamba Allah yang taat.

Tentang "konsep".
Konsep merupakan suatu "bentuk", "map", "peraturan", "tujuan", "visi", "misi", "keinginan", "cita-cita" dan banyak hal lain yang kita "SATUKAN" untuk menjadi sesuatu yang "BERTUJUAN, TERSTRUKTUR, RAPI, DAN BERDASARKAN PADA...
" Dengan demikian jelas manusia diciptakan untuk "Bertujuan, berstruktur, teratur, dan memiliki pedoman yang haq".

Penting sekali untuk mengkonsep kehidupan dan aktivitas hidup untuk pribadi kita, sehingga hidup kita lebih tepat sasaran. Konsep merupakan sebuah frame untuk suatu bentuk jalan hidup. Bentuk konsep secara umum adalah sebagai berikut:

LURUSKAN NIAT

Setiap aktivitas kita selalu diawali dengan niat, dan mulai dari niat inilah Allah 'Azza wajalla menilai satu kesatuan aktivitas manusia. Sebaik apapun aktivitas seseorang tanpa disertai dengan niat yang benar akan menyebabkan amalan yang dilakukannya sia-sia.

Setiap aktivitas kita hendaknya diniatkan untuk beribadah kepada Allah, karena memang itulah tujuan manusia diciptakan. Tanpa dasar niat beribadah kepada Allah maka aktivitas tersebut hanya akan menghasilkan efek duniawi dan akan sia-sia di akhirat nantinya, lebih ekstrim lagi jika niatan itu bisa mengarahkan kita ke dalam jurang kemusyrikan.

Dari semua aktivitas kita tersebut akan membentuk suatu "pola hidup" atau "kehidupan". Sehingga niat yang benar pada setiap aktivitas akan mengawali terbentuknya suatu pola hidup yang benar secara syar'i. Manusia yang tidak pernah meluruskan niat bersiaplah untuk membuang waktu, tenaga dan harta tiada arti. Niat ikhlas kita benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna. Sehingga setiap manusia yang menginginkan hidupnya tidak sia-sia harus terlebih dahulu meluruskan niat.

Niat yang benar berkaitan erat dengan ketauhidan, dan berarti sangat erat pula dengan syahadat yang menjadi rukun islam pertama. Sehingga semakin mengerti manusia tersebut tentang ketauhidan semakin mantap pula niat yang disuarakan hatinya.

Kesimpulannya, manusia harus memiliki niat yang lurus untuk "hidup"nya demikian juga untuk setiap aktivitas yang dilakukan selama hidupnya.

PETAKAN HIDUP


Hidup dan Kehidupan selalu saja berharga, dan terlalu berharga untuk disia-siakan. Kehidupan merupakan Maha Karya Allah 'Azza Wajalla, dan cerita penciptaan kehidupan ini juga selalu menjadi cerita-cerita yang sangat besar, sehingga sangat tidak wajar jika seorang manusia meremehkan keberadaan kehidupan ini. Untuk menjalani dan menyikapinya harus dengan keseriusan pula.

Menyikapi kehidupan dengan ogah-ogahan dan membiarkannya seperti air mengalir di segala hal bukanlah sikap yang bijaksana, karena berarti pula kita mengacuhkan hidup kita dan membiarkannya terbawa arus yang belum tentu baik yang kadang menyesatkan.

Sikap yang bijaksana terhadap masa depan hidup adalah dengan merencanakan dan memanaje-nya dengan baik. Memang nantinya keberhasilan sebuah rencana adalah hak Allah 'Azza Wajalla, namun kita wajib untuk berikhtiar. Layaknya sebuah perusahaan, kehidupan juga mengenal prinsip-prinsip management. Rumusan umum dalam management sebuah perusahaan adalah Planning, Organizing, Actuating, Evaluating (Controling), dan Planning selalu terletak di awal. Demikian pula dengan hidup seorang kita diantaranya harus memiliki planning yang matang dengan dasar niat yang lurus.

Sebuah Planning (perencanaan) yang baik akan menghasilkan beberapa produk perencanaan termasuk salah satunya adalah sebuah peta aktivitas yang mencakup tujuan dsb yang menggambarkan secara holistik terkait rencana yang disusun tersebut. Dengan membuat peta aktivitas yang sistematis termasuk menentukan visi, misi dan tujuan pencapaian secara spesifik akan membuat aktivitas kita terarah dengan baik yang terbungkus dengan niatan ikhlas lillahi ta'ala

BULATKAN TEKAD

Dengan membuat peta perencanaan bentuk aktivitas dan tujuan pencapaiannya maka seorang manusia siap untuk berikhtiar. Akan tetapi, kita sadar bahwa manusia hidup tidaklah lepas dari proses belajar, sedangkan pelajaran itu sendiri kita dapati dari banyak hal termasuk juga dari cobaan dan ujian. Bahkan tingkat keimanan yang semakin meningkat akan diimbangi dengan cobaan dan ujian yang semakin meningkat pula.

Kadang cobaan dan ujian ini yang sering membuat kita menjadi ragu, takut dan sedih dalam menghadapi kehidupan, apalagi jika peta aktivitas dan tujuan yang kita tentukan cukup rumit dan tampak sulit dicapai. Sehingga untuk memulainya diperlukan tekad yang kuat dan bulat.

Tekad yang kita perlukan mencakup 2 hal penting, yaitu:

1. Tekad untuk memulai. Setelah menentukan peta aktivitas tentu kita merasa sangat berat dengan gambaran banyaknya aktivitas dan tujuan yang ingin kita capai, belum lagi dalam pelaksanaannya pasti banyak batu dan kerikil tajam yang menjadi penghalang. Untuk itu kita perlu memantapkan tekad untuk memulai tanpa harus menyerah terlebih dahulu sebelum berjuang.

2. Tekad untuk istiqomah (konsisten). Perjuangan yang panjang akan cukup melelahkan bagi siapapun yang menjalaninya, sehingga kita perlu semangat dan tekad istiqomah agar tujuan-tujuan yang hendak dicapai tidak terbengkalai ditengah jalan, karena jika terjadi maka kerugian besar buat kita, baik itu kerugian dalam waktu, tenaga maupun harta yang telah kita belanjakan untuk aktivitas tersebut.

BERAKTIVITASLAH

Konsep hanya akan menjadi konsep jika tidak diaplikasikan dalam kehidupan. Dengan menentukan langkah-langkah itu, sudah saatnya kita mengaplikasikan konsep ke dalam aktivitas hidup kita. Dengan kerangka yang jelas tersebut diharapkan aktivitas-aktivitas hidup kita menjadi banyak bermanfaat dan nantinya bermuara pada kehidupan yang berkualitas, efektif dan efisien.

Sebuah konsep yang benar akan memberikan kerangka ikhtiar yang sistematis dan "ma'ruf", akan tetapi ketetapan tentang hasil dan pencapaian tetap menjadi hak prerogatif Allah, dan tentunya kita harus yakin bahwa keputusan-keputusan Allah adalah keputusan2 terbaik buat manusia, sehingga kegagalan-kegagalan akan kita temui terkait konsep yang telah kita susun akan tetapi kekecewaan bukanlah respon yang bijaksana dari seorang manusia, dan manusia sebagai makhluk yang cerdas tentunya akan mencari jalan keluar dari setiap masalah yang menjadi penyebab kegagalan konsepnya masing-masing. Dengan demikian diperlukan up dating yang terus-menerus terkait konsep ikhtiar yang telah disusun.

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 24 Januari 2009

Harakat Al-Muqowwama Al-Islamiyah (HAMAS)

Tulisan ini adalah ulasan singkat tentang Gerakan Jihad Islam di negeri Palestina yang telah menang perang melawan "Terrorist Forever" Zionis Israel Laknatullah, whaaa julukan baru nih...

Adalah Hamas yang merupakan singkatan dari
Harakat Al-Muqowwama Al-Islamiyah yang berarti Islamic Resistance Movement atau Gerakan Perlawanan Islam. Hamas berdiri pada tahun 1987 Masehi oleh Syeikh Ahmad Yasin (seorang guru kelahiran 1 Januari 1929), Abdul Aziz Al-Rantisi dan Mohammad Toha. Hamas merupakan kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin (Moslem Brotherhood) yang berada di Mesir.

Ikhwanul Muslimin bagi sebagian orang awam dipandang sebagai gerakan Islam yang radikal dan menentang pemerintahan. Perlu diketahui bahwa pemerintahan Mesir telah berada di bawah kekuasaan dan pengaruh para orientalis barat, pemerintahan Mesir jauh lebih liberal dari yang pernah diketahui oleh orang awam dan banyak memberikan keuntungan untuk pemerintahan Amerika yang saat ini berusaha memerangi Islam. Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hasan Al-Banna pada tahun 1928.

Tujuan pendirian Hamas dicantumkan di aktanya: "mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina". Dengan kata lain: melenyapkan bangsa Israel dari Palestina dan menggantinya denga
n negara Islam. Hamas memiliki sayap militer bernama Izzuddin Al-Qosam yang merupakan tentara rindu syahid, kekuatan militer inilah yang menjadi ganjalan Israel untuk menguasai tanah-tanah Palestina. Izzuddin Al-Qossam merupakan salah satu tentara perlawanan yang gigih berjuang disamping Hizbullah di Lebanon.

Sebagian referensi mengatakan bahwa kelahiran Hamas dibidani oleh Syeikh Ahmad Yassin dan tujuh orang berpendidikan tinggi: Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak), Abdul Fatah Dukhan dan Muhammad Shamaa (keduanya guru), Isa Nashar dan Abu Marzuq (insinyur mesin), Syekh Salah Silada (dosen), dan Ibrahim al-Yazuri (farmakolog).

Peluncuran Hamas menemukan momentumnya dengan kebangkitan Intifadah I, yang bergolak di sepanjang Jalur Gaza. Anak-anak Palestina tak gentar melawan tentara Israel dengan batu-batu sekepalan tangan. Sejak itu, sayap-sayap militer Hamas beroperasi secara terbuka. Mereka meluncurkan sejumlah serangan balasan—termasuk bom bunuh diri—ke kubu Israel.

Pada Agustus 1993, Arafat duduk semeja dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Hasilnya adalah Deklarasi Oslo. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa "memerintah" di kedua wilayah itu. Arafat "mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai". Hamas tidak menyetujui perjanjian ini.

Pada Januari 2006, Hamas melangkah ke arena politik formal. Secara mengejutkan, mendulang kemenangan—meraih 76 dari 132 kursi dalam pemilihan anggota parlemen Palestina. Hamas mengalahkan Fatah, partai berkuasa sebelum pemilu saat itu. Kabinet yang didominasi orang Hamas terbentuk.

Jumat, 23 Januari 2009

Obama Oh Obama...!!

Arief Bama

Obama... Oh... Obama...

Don't judge the book by it's cover...

Ternyata benar... begitu banyak orang menaruh harapan pada diri Obama, dengan propaganda penarikan pasukan secara bertahap dari tanah Irak, semua orang seolah terbius. Politik tetaplah politik, seorang pembohong tetaplah pembohong, dan seorang kafir tetaplah kafir.

Sebaiknya kita membuka mata lebar-lebar dalam memandang dunia, kita harus lebih jeli dalam melihat mana yang haq dan mana yang bathil di samping dengan memohon petunjuk pada Allah.

Anda yang banyak berharap kepada Obama pastilah sekarang kecewa berat. Ternyata Obama mendukung "pembantaian" Obama melindungi "teroris" yang sebenarnya dan yang terpenting adalah Obama adalah seorang kafir yang tetap berfihak pada orang kafir.

Jangan tertipu dengan nama Husein-nya, karena sekarang adalah jamannya kamuflase dan konspirasi.
Adalah pidato hari ke-2 Obama setelah pelantikannya, dengan tegas dia menyatakan bahwa Amerika Serikat di bawah pemerintahannya akan melindungi sepenuhnya Israel dan mengecam roket-roket yang diluncurkan oleh Hamas ke wilayah Israel, dan "hanya" mengucapkan belasungkawa atas ribuan rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban agresi Israel selama 23 hari.

Seharusnya kita sebagai muslim menyadari bahwa tidak akan ada harapan untuk muslim dunia yang disandarkan di pundak orang kafir, apalagi kepada para penyembah talmud. Sedangkan para pemimpin Arab yang katanya "muslim" saja tidak sedikitpun tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudara muslimin di Palestina dan keluar dari kenyamanan istana-istana mereka.

Lebih parah lagi pemerintahan Mesir, walaupun sudah diberikan pelajaran oleh Allah lewat jasad Fir'aun dari tengah laut yang dipertegas dengan Al-Qur'an, kini mereka seolah menjelma menjadi para Fir'aun m
odern yang kembali menebar fitnah dan kekejaman. Bukannya membuka blokade di Rafah, Pemerintahan Mesir malah menambah pasukan penjagaan dan mencegah bantuan masuk ke Jalur Gaza, padahal harapan satu-satunya jalur bantuan adalah dari pintu perbatasan di Rafah. Berlagak jadi pahlawan, Pemerintahan Mesir mengajukan proposal perdamaian untuk Israel dan Hamas, tetapi syaratnya cukup berat bagi Hamas. Bahkan pemerintah Mesir "menjilati kaki" para petinggi Israel dengan menutup terowongan-terowongan bawah tanah yang menjadi satu-satunya jalan bagi muslimin Palestina untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

Kekuatan militer yang besar dan canggih serta dukungan yang kuat dari negara-negara besar ternyata membuat Israel memiliki pesona yang menarik sekaligus menakutkan untuk negara-negara di dunia tak terkecuali negara Arab yang notabene ingin dimusnahkan oleh Israel (betapa bodohnya para pemimpin negara-negara Arab itu). Akan tetapi, kekuatan itu ternyata bukan cerminan nyali yang teruji. Menghadapi beberapa pucuk senapan dan beberapa rudal ringan Hamas saja mereka harus meminta bantuan negara-negara sekutunya. Dan lebih parah lagi mereka berteriak seperti anak kecil yang melemparkan alasan-alasan akibat kalah perang dengan Hamas. Israel merengek pada negara-negara sekutunya untuk membantu blokade jalur persenjataan Hamas, sepertinya mereka ingin menang WO (walk out). Kita tahu jawabannya, mereka hanya berani melawan musuh yang tak bersenjata.

Whaaa... memalukan... saya termasuk orang yang penakut, tapi saya masih "berani" berkelahi dengan lawan yang seimbang. "Israel tidak berani", mereka ingin melucuti Hamas terlebih dahulu "without any cost".

Beberapa hari yang lalu saya menyaksikan acara debat di salah satu tv swasta yang mempertemukan departemen luar negeri JIL (Jaringan Islam --atau Iblis kali ya-- Liberal) dengan pengamat timur tengah. Ini adalah episode debat yang paling sengit menurut saya, karena si JIL ini dengan tegas mendukung agresi Israel dan meminta masyarakat untuk optimis terhadap kiprah Obama di Timur Tengah. Dalam hati saya "nggerundel" (menggerutu) "Yah... namanya juga kafir" (JIL sudah di fatwa kafir dan bukan Islam oleh MUI).

Dari sedikit wacana ini, kita harus hati-hati dalam memandang, karena lobi-lobi Yahudi (Zionis Israel) begitu kuat mencengkeram dunia (kalo gak percaya baca buku Yahudi Menggenggam Dunia), apa yang kita lihat di Palestina adalah "mata bisulnya", tapi akarnya ada di sekeliling kita. Kebiasaan santai dalam keseharian kita akan berangsur-angsur menggeser paradigma dan pola pikir kita tentang kebenaran dan kebathilan, karena lobi-lobi Yahudi berusaha merusak umat Islam lewat pola pikir-pola pikir yang menguntungkan mereka.

Senin, 19 Januari 2009

Potret Gaza


Arief Bama

Perang sementara ini telah berakhir, akan tetapi pasti akan berlangsung lagi karena memang demikianlah garis yang telah ditetapkan, sampai kemenangan akhir jaman diraih oleh para “jundallah”

Potret Gaza kini tak jauh beda dengan film-film fiksi pasca perang nuklir. Bangunan-bangunan kokoh tempat berteduh telah rata dengan tanah. Kepulan asap belum juga menyingkir dari atap langit Gaza. Laki-laki dan Perempuan berjalan tak tentu arah, berteriak memanggil nama-nama.

Di satu sisi kota terlihat anak-anak berjalan dengan tangis, mereka menangis meratapi kepergian orang tua mereka, mereka menangis karena perut mereka lapar, mereka menangis karena luka-luka yang mulai membengkak tanpa bisa terobati, mereka menangis karena tak ada yang meredakan ketakutan mereka.

Di sudut yang lain, “Allahu Akbar… Allahu Akbar…!!” Seorang renta mencoba mengumpulkan puing-puing semangat hidupnya, tubuhnya berdebu, lusuh, karena tak tersentuh air selama perang berkecamuk. Tubuh renta itu berdiri membungkuk, pandangannya menerawang ke sekeliling. “Kira-kira di sini…!” dia berucap lirih. Dengan harapan yang tersisa dia mulai mengusik puing-puing bangunan di bawahnya, mencari yang tersisa dari bongkahan tembok rumahnya, “tak tersisa…”

Namun demikian, tak satupun air mata menetes dari matanya, karena baginya ini bukan derita, akan tetapi sebuah jalan yang baik untuk menghadap Allah nantinya. Hukum manusia akan ditegakkan atas manusia yang lain, dengan semua keterbatasannya. Akan tetapi hukum Allah akan ditegakkan dengan mutlak tanpa keterbatasan.

Kamis, 15 Januari 2009

We Will Not Go Down (Song for GAZA)

(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

--------- Allahu Akbar -----------