Minggu, 11 Oktober 2009

Di Balik Fenomena Facebook

oleh M H Anggana Deh
 
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.
 
Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.
Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”
Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya
Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....
Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

Selasa, 06 Oktober 2009

Bukti Nyata Sebuah Cinta

dikutip dari notes Facebook oleh Ustadz Taat Budi Utomo 


Assalaamu'alaikum. War. Wab.....Bismillaahirrahmaanirrahiim....
 
Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT.....Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW....

Dalam Hadist Qudsi.....Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman :
Aku Allah...Yang Maha Pemurah....Yang Menciptakan Kasih Sayang.....dan Aku ciptakan kasih sayang itu dari nama Ku.....Barang siapa yang menyambungnya maka Aku akan limpahkan rahmat Ku kepadanya......dan barang siapa yang memutuskannya maka Aku akan tutup rahmat Ku kepadanya. ( HR. Shahih Sunan Tirmidzi 1907....ash Shahihah 520 )

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak......

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi......

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum......

Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur......

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah......

Pada suatu hari...ke empat anak pak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.....

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata....Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.......bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu........Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2.....sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lag...... kami rasa ibupun akan mengijinkannya.....kapan bapak menikmati masa tua bapak......dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian......

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya......Anak2ku ........... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu......mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku........ itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian.....Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini ?.......Kalian menginginkan bapak bahagia.......apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang......kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain ?........Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.....Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno..... Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.....dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.....

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno........kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2......Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio.......kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru......Disitulah Pak Suyatno bercerita....

Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya........tetap
i tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan......Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya......dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya.......mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata......dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.....Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.....dan itu merupakan ujian bagi saya..... apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya....Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit......

Selalu ada hamba Allah yang menjadi inspirasi bagi yang lain......dalam berpikir.....berperilaku..
...sehingga keberadaannya......kehadirannya.....selalu mendatangkan kesejukan......kedamaian.....senyuman......dan kebahagiaan.....bagi yang ada di sekitarnya.....Semoga kisah nyata ini......dapat memberikan kesejukan......kepada ikhwan akhwat.....dalam memaknai.....interaksi yang namanya.....KASIH SAYANG DAN CINTA......

Barang siapa yang memelihara.....menyambungn
ya.....saling kasih mengasihi......saling cinta mencintai.....maka rahmat Allah akan diberikan kepadanya......sehingga apapun yang dilakukannya.....akan mendapatkan kemudahan dari Nya.......keluarga bahagia.....suami taat beribadah......istri yang menjaga kehormatan dirinya......anak = anak yang shalih dan shalihah......kemudahan rizki yang berlimpah dan barakah......

Barang siapa yang memutuskannya.......saling
menyakiti......saling bermusuhan......saling dendam......maka Allah akan menutup rahmat Nya kepadanya......sehingga apapun yang dilakukannya......akan menjadi sulit baginya......yang ada selalu masalah dan masalah......

Wassalaamu'alaikum War.Wab.

 


Sabtu, 12 September 2009

Makna Sebuah Nama

Surabaya, 12 September 2009 M / 22 Ramadlan 1430 H

Tulisan ini hanya sebuah pengisahan sederhana tentang proses pemberian nama Jundi-Jundi yang menjadi harapan saya di masa mendatang. Kata orang, jangan berikan nama yang terlalu berat untuk anak. Bagi saya setiap orang harus memiliki cita-cita besar dalam hidup terutama manfaatnya untuk ummat, demikian juga nama, yang menunjukkan harapan besar pada anak, adalah sangat wajar selama masih ada dasar makna yang baik.

Nama merupakan sebuah identitas yang sangat penting untuk setiap makhluk yang ada di alam semesta. Setiap apa yang ada harus memiliki nama, tak terkecuali manusia. Pemberian nama merupakan bagian penting dari sistem seperti halnya sebuah file dalam komputer. Demikian Allah SWT memberikan nilai lebih pada manusia yang terletak pada daya fikir, emosi, dan kreasi untuk mengarah pada sistem.

Allah SWT adalah sebaik-baik pemberi nama untuk para malaikat, para nabi, dan wali-wali-Nya. Dalam pemberian nama untuk makhluknya Allah memberikan identitas tentang baik dan buruk tabiat mereka. Iblis, neraka, zholim adalah nama-nama untuk zat yang tidak baik, sedangkan surga, hamba Alloh, Muhammad adalah nama yang indah untuk sesuatu yang hakikatnya baik.

Pedoman pemberian nama yang secara umum digunakan adalah Nama Depan, Nama Tengah dan Nama Keluarga atau Marga... Pada awalnya dari sejarah Eropa, kebanyakan orang mula-mula menggunakan satu nama pemberian saja, lalu setelah jumlah orang yang bernama sama semakin banyak di satu wilayah, nama keluarga ditambahkan untuk membedakan orang-orang yang bernama sama. Setelah semakin banyak orang yang bernama depan dan nama keluarga sama, maka orang menambahkan nama tengah, satu nama, kemudian dua nama, dan seterusnya.

Dengan dasar apapun nama dibuat pastinya memiliki makna atau bahkan dalam Islam merupakan suatu do'a untuk yang dinamai atau bahkan untuk tujuan yang dibangun dalam sistem tersebut.

Yang harus diyakini adalah sesungguhnya nama, julukan atau gelar yang baik memiliki pengaruh yang baik dalam jiwa sejak pertama kali menyebut atau mendengarnya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan menyifati-Nya dengan nama dan sifat-sifat yang baik, firman-Nya:

Hanya milik Allah asma ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.... (QS. al-A’rof [7]: 180)

Prinsip dan konsep inilah yang selalu mendapat proporsi perhatian lebih banyak setiap istri saya hamil. Bagaimanapun juga pembangunan sebuah sistem di keluarga saya adalah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang suami untuk istri sekaligus bapak untuk anak-anak saya.

Awalnya saya berfikir memberi nama yang penting baik maknanya, didengar enak dan "tidak pasaran". Akan tetapi, justru setelah saya melihat film-film dan membaca buku-buku yang mengungkap banyak rahasia pergerakan kelompok-kelompok rahasia di dunia saya jadi banyak tertarik dengan metode penamaan dan pengkodean mereka. Yang menarik adalah makna yang mereka maksudkan dalam setiap nama dan kode yang mereka buat.

Dasar penamaan pada anak saya yang pertama dan yang kedua adalah sebagai berikut:

Pertama: berdasar pada momentum
1. Hasannashr Hizballah Amma... ini berawal dari perang Hizbullah dengan Israel di tahun 2006, saya kagum dengan kharisma Hasan Nasrullah (pemimpin Hizbullah) yang sangat tenang dan tawadlu'. Selain itu, secara maknapun waktu itu sangat tepat dan sinchronize dengan harapan saya akan diri saya keluarga saya dan idealnya seorang manusia menurut saya. Hasan berarti Baik, Nashr berarti Penolong, sedangkan Hizballah adalah sebuah penegasan tauhid bahwa di alam semesta ini cuman ada dua golongan yaitu golongan Allah -- Hizballah -- (manusia dan jin yang beriman kepada Allah) dan golongan syetan -- Hizbusysyaithon --.

2. Jabbarrobbani Jundallah Amma... cukup lama saya mencari petunjuk untuk nama ini , hampir setiap hari saya diskusi dengan istri tentang nama ini, terutama kata pertama, sedangkan Jundallah adalah nama yang jadi idola saya sejak lama. Sebaik-baik nama adalah nama-nama Allah dalam Asmaul Husna... Jabbar adalah Asmaul Husna dengan makna MEMAKSA (Berkehendak kuat) maksudnya disini adalah memaksakan diri, sedangkan Robbani adalah Semata-mata karena Robb (Allah), jadi Jabbarrobbani dimaksudkan sebagai Berkehendak Kuat Semata-mata Karena Allah (entah dalam bahasa Arab susunan seperti ini diperbolehkan atau tidak, nahwu dan shorof saya kurang kuat). Maksud makna nama ini adalah kekuatan hati (semangat) untuk idealis yang memang harus dipaksakan oleh karena akhir-akhir ini memegang prinsip sudah jauh lebih rumit dari sebelumnya, dan tidak kalah penting adalah dasar tauhidnya "Robbani" (semata-mata karena Allah) karena jika tidak demikian akan sia-sia semua amalan. Sedangkan Jundallah berarti Pejuang Allah, dalam konteks regional berarti memerangi kemiskinan, dan kebodohan ummat di bawah panji Agama Allah, karena sadar atau tidak saat ini kita berada dalam kebodohan yang akut (terutama tentang dienul Islam), hal ini bisa kita lihat dari pola hidup kita yang banyak terbawa arus liberalis dan islam phobia.

Kedua: berdasar pada prinsip-prinsip dakwah

1. Hasannashr Hizballah Amma... Hasannashr adalah "self oriented" yaitu dimaksudkan untuk memperbaiki diri menjadi orang yang baik (Perbaikan ummat tingkat pertama adalah dari perbaikan diri) sedangkan Hizballah dimaksudkan untuk ketauhidannya. Kenapa di kedua nama anak saya selalu menyertakan prinsip ketauhidan?? karena ketauhidan adalah hal yang paling mendasar dari suatu makhluk, dan adalah harga mutlak untuk setiap makhluk, jika tidak maka semua yang dilakukan akan sia-sia.

2. Jabbarrobbani Jundallah Amma... Jabbarrobbani dimaksudkan sebagai semangat yang kuat semata-mata karena Allah... ini merupakan dasar yang sangat penting untuk pelaku dakwah, karena terpaan realisme sangat kuat menentang arus dakwah. Disini memang masih mengandung makna pembekalan diri menuju pribadi yang baik sebagaimana yang dimaksudkan untuk Hizballah, akan tetapi di kata yang ke dua (Jundallah) yang berarti Pejuang Allah memiliki dua maksud yaitu sebagai identitas ketauhidan dan juga identitas kemasyarakatan. Pejuang disini secara regional berarti berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan, nah... disinilah letak identitas kemasyarakatannya. Ini adalah langkah perbaikan ummat yang kedua (membentuk keluarga yang islami, well educated, dan berkecukupan) dan yang ke tiga (Membentuk masyarakat muslim yang bebas kebodohan dan kemiskinan).

Demikian nama-nama ini diberikan... kebenaran adalah datangnya dari petunjuk Allah
Semoga untuk anak-anak saya yang selanjutnya bisa diberikan petunjuk yang baik dari Allah SWT

Robbana Hablana Min Azwajina Wa Dzurriyyatina Qurrota A'yun Waj'alna Lil Muttaqiina Imaama

Jumat, 24 Juli 2009

Hizballah's Toilet Training


apa sihh toilet training ituhh??
toilet training ato ada juga yg bilang potty training adalah kegiatan melatih anak agar bisa mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB).

tujuannya apa??
dengan toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak untuk dapat membersihkan kotorannya sendiri dan memakai kembali celananya, demikian menurut Siti Mufattahah, S.Psi; Psikolog dan staf pengajar dari Jurusan Psikologi Universitas Gunadarma, Depok.

kapan molainya??
sedini mungkin!! idealnya sejak umur setaon,,
tapi utk hizballah,, toilet training aku molai waktu hizba uda molai mpasi,, pas 6mos,, kenapa?? simpel aja,, krn selaen hizba da bisa duduk sendiri,, umur segitu pup hizballah juga da molai bau,, xixixixix,, ga ilmiah yahh,, biarenn!! :p
oiah,, dari lahir sampe sekarang hizba ga pernah pake diapers di rumah,, kecuali kalo lagi sakitt,, :)
bahkan skarang pun kalo pergi2 dah jarang pake diapers,, kecuali perjalanan jauh makan 2-3 jam dan naik kendaraan umum,,

jadwal toilet training??
u/ pemula,, toilet training kami lakukan cuma sepanjang pagi ato siang hari,, malemnya hizba masi ngompol diperlak kasur,, gpp,, ;)
aku tambah jadwal toilet training utk malem waktu hizba molai belajar berdiri sambil pegangan,, skitar 8mos,,

gimana sihh caranya??
u/pipis *sbg pemula*:
well,, nihh kalo aku ya moms and dads,,
1. nunggu waktu ngantuknya dia,, biasanya mata merah ma usek2 rambut 'n muka,,
2. gendong my hizballah ke toilet ma bilang: ''pipis dulu yuk, mas,, ditemenin ummi yaa'',,
3. sampe toilet hizba saya berdiriin sambil ngadep toilet/wc,, yg ini hizba masi suka brontak,, bisa tenang waktu saya nyanyiin: ''cicak2 didinding...dst'',,
4. buat mancing pipisnya keluar,, biasanya saya 'kucuri' air,, dikit aja,, di (maaf) mr.p-nya,, ato aku kilik-kilik udelnya,, ma bilang: ''tuuurr,, pipis yuukk,, air mancuuuurrr'',, dan alhamdulillah langsung currr,, mancurr!! hehe,, :p

u/pup:
lebi gampang ngertiin tanda kalo anak mo pup,,
kalo hizba,, biasanya diem,, muka memerah,, trs sesekali mengejan,, hihi,,
tanpa pikir panjang,, langsung deh gendong hizba ke toilet,, dudukin di ujung toilet,, trs kluar deh,, :d

dg metode begitu,, alhamdulillah,, sepanjang malam dia ga ngompol,, dan pagi pas dia bangun,, ato mungkin bangun sebelum pagi -- org jawa bilang 'ngelilir'--,, langsung saya anter lagi ke toilet buat pipis,, dg metode no.2-4,,

cuma saya juga kadang masi kecolongan,, trutama di waktu maennya hizba,, coz 'kecepetan ato kelamaan' aja nganter hizba ke toilet,,
kebetulan jadwal pipis hizba tuw 1jam,, kadang 1/2jam,, kadang malah tiap 2jam,, ga tentu,, tergantung aktivitas ma mimiknya,,

hizba da bisa bilang pipis ma "eek"
kurleb usia 18 bulan hizba da bisa bilang pipis ma "eek" utk pup,, ato seenggaknya ngasi sinyal kalo belet pipis ma pup,,
caranya: sebelumnya aku biasain ajak ngobrol dia,, critain ke dia,, "mas,, kalo mo pipis bilang mi' pipis yahh??" ato "mas,, kalo mo eek bilang mi' eek yahh??",, begitu trs,, berkali2,, waktu dia mandi,, waktu dia maen,, ato bahkan pas kecolongan pipis ato pup di celana,, ga langsung brasil sihh,, gapapa,, skali lagi butuh proses yg penting konsisten,, ;)

pake celana sendiri biz pipis ato pup??
hizba belom bisa kalo make celana sendiri,, walopun dia slalu brusaha make sendiri kadang kedua kakinya masuk di satu lubang celananya,, haha :))
tappiiii,, abis pipis ato pup di toilet,, hizba langsung ambil celananya dan minta tolong sapapun yg ada utk makein celananya,, ma bilang: "mas paek nana (baca: mas pake celana)",, yahh,, setidaknya aku ga lagi nyuruh dia pake celana lahh,, uda otomatiss!! ;)
caranya: tiap abiz pipis ato pup aku selalu ajak hizba utk langsung pake celananya,, ga nunda2,, ma bilang: "yuk mas,, pake celana dulu,, biar tambah gan-tengg,,",, hizba niruin: "mas an-deng",,

sekarang gimana??
dari umur setaon hingga di usianya yg hampir 2 taon ini (tar 28 juli genep 2 taon) kadang hizba masi kecolongan pipis di celana sihh,, tapi itu juaaraaaangg bangett,, paling banyak 2 kali ngompol dalam sebulan,,
dan kalopun kejadian,, itu ada sebabnya,, bisa karena caperr,, kaya sekarang inih,, *mungkin krn aku lagi hamil anak kedua,, dia ada syndrom sibling rivalry ato jeles ma calon adeknya kali yahh* ato emang lagi marahh *nihh biasanya kalo pas aku cape bangett dan aku cuekin dia mo maen apa aja*,, jadi bukannya dia ga ngerti,, justru malah dia sengaja,,

Senin, 23 Maret 2009

Luruskan Niat, Petakan Hidup, Bulatkan Tekad, dan Beraktivitaslah


Arif Bama

Sebagai manusia yang "hidup" dan "diberi hidup" oleh Yang Maha Hidup, sudah tentu kita harus "cukup cerdas" untuk menjalani "sebuah kehidupan".

Sebagaimana telah disebutkan dalam kisah penciptaan Nabi Adam as, bahwa malaikatpun mengakui kelebihan manusia, dan kelebihan manusia itu adalah memiliki kemampuan berfikir yang ter"KONSEP". Dengan demikian manusia bisa berkembang dengan modal daya berfikirnya tersebut. Demikian Allah menciptakan kelebihan relatif pada manusia atas makhluk lain. Dan ternyata "Konsep" itu pulalah yang seharusnya kita jadikan "dasar berfikir" untuk menjalankan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi, dan juga sebagai hamba Allah yang taat.

Tentang "konsep".
Konsep merupakan suatu "bentuk", "map", "peraturan", "tujuan", "visi", "misi", "keinginan", "cita-cita" dan banyak hal lain yang kita "SATUKAN" untuk menjadi sesuatu yang "BERTUJUAN, TERSTRUKTUR, RAPI, DAN BERDASARKAN PADA...
" Dengan demikian jelas manusia diciptakan untuk "Bertujuan, berstruktur, teratur, dan memiliki pedoman yang haq".

Penting sekali untuk mengkonsep kehidupan dan aktivitas hidup untuk pribadi kita, sehingga hidup kita lebih tepat sasaran. Konsep merupakan sebuah frame untuk suatu bentuk jalan hidup. Bentuk konsep secara umum adalah sebagai berikut:

LURUSKAN NIAT

Setiap aktivitas kita selalu diawali dengan niat, dan mulai dari niat inilah Allah 'Azza wajalla menilai satu kesatuan aktivitas manusia. Sebaik apapun aktivitas seseorang tanpa disertai dengan niat yang benar akan menyebabkan amalan yang dilakukannya sia-sia.

Setiap aktivitas kita hendaknya diniatkan untuk beribadah kepada Allah, karena memang itulah tujuan manusia diciptakan. Tanpa dasar niat beribadah kepada Allah maka aktivitas tersebut hanya akan menghasilkan efek duniawi dan akan sia-sia di akhirat nantinya, lebih ekstrim lagi jika niatan itu bisa mengarahkan kita ke dalam jurang kemusyrikan.

Dari semua aktivitas kita tersebut akan membentuk suatu "pola hidup" atau "kehidupan". Sehingga niat yang benar pada setiap aktivitas akan mengawali terbentuknya suatu pola hidup yang benar secara syar'i. Manusia yang tidak pernah meluruskan niat bersiaplah untuk membuang waktu, tenaga dan harta tiada arti. Niat ikhlas kita benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna. Sehingga setiap manusia yang menginginkan hidupnya tidak sia-sia harus terlebih dahulu meluruskan niat.

Niat yang benar berkaitan erat dengan ketauhidan, dan berarti sangat erat pula dengan syahadat yang menjadi rukun islam pertama. Sehingga semakin mengerti manusia tersebut tentang ketauhidan semakin mantap pula niat yang disuarakan hatinya.

Kesimpulannya, manusia harus memiliki niat yang lurus untuk "hidup"nya demikian juga untuk setiap aktivitas yang dilakukan selama hidupnya.

PETAKAN HIDUP


Hidup dan Kehidupan selalu saja berharga, dan terlalu berharga untuk disia-siakan. Kehidupan merupakan Maha Karya Allah 'Azza Wajalla, dan cerita penciptaan kehidupan ini juga selalu menjadi cerita-cerita yang sangat besar, sehingga sangat tidak wajar jika seorang manusia meremehkan keberadaan kehidupan ini. Untuk menjalani dan menyikapinya harus dengan keseriusan pula.

Menyikapi kehidupan dengan ogah-ogahan dan membiarkannya seperti air mengalir di segala hal bukanlah sikap yang bijaksana, karena berarti pula kita mengacuhkan hidup kita dan membiarkannya terbawa arus yang belum tentu baik yang kadang menyesatkan.

Sikap yang bijaksana terhadap masa depan hidup adalah dengan merencanakan dan memanaje-nya dengan baik. Memang nantinya keberhasilan sebuah rencana adalah hak Allah 'Azza Wajalla, namun kita wajib untuk berikhtiar. Layaknya sebuah perusahaan, kehidupan juga mengenal prinsip-prinsip management. Rumusan umum dalam management sebuah perusahaan adalah Planning, Organizing, Actuating, Evaluating (Controling), dan Planning selalu terletak di awal. Demikian pula dengan hidup seorang kita diantaranya harus memiliki planning yang matang dengan dasar niat yang lurus.

Sebuah Planning (perencanaan) yang baik akan menghasilkan beberapa produk perencanaan termasuk salah satunya adalah sebuah peta aktivitas yang mencakup tujuan dsb yang menggambarkan secara holistik terkait rencana yang disusun tersebut. Dengan membuat peta aktivitas yang sistematis termasuk menentukan visi, misi dan tujuan pencapaian secara spesifik akan membuat aktivitas kita terarah dengan baik yang terbungkus dengan niatan ikhlas lillahi ta'ala

BULATKAN TEKAD

Dengan membuat peta perencanaan bentuk aktivitas dan tujuan pencapaiannya maka seorang manusia siap untuk berikhtiar. Akan tetapi, kita sadar bahwa manusia hidup tidaklah lepas dari proses belajar, sedangkan pelajaran itu sendiri kita dapati dari banyak hal termasuk juga dari cobaan dan ujian. Bahkan tingkat keimanan yang semakin meningkat akan diimbangi dengan cobaan dan ujian yang semakin meningkat pula.

Kadang cobaan dan ujian ini yang sering membuat kita menjadi ragu, takut dan sedih dalam menghadapi kehidupan, apalagi jika peta aktivitas dan tujuan yang kita tentukan cukup rumit dan tampak sulit dicapai. Sehingga untuk memulainya diperlukan tekad yang kuat dan bulat.

Tekad yang kita perlukan mencakup 2 hal penting, yaitu:

1. Tekad untuk memulai. Setelah menentukan peta aktivitas tentu kita merasa sangat berat dengan gambaran banyaknya aktivitas dan tujuan yang ingin kita capai, belum lagi dalam pelaksanaannya pasti banyak batu dan kerikil tajam yang menjadi penghalang. Untuk itu kita perlu memantapkan tekad untuk memulai tanpa harus menyerah terlebih dahulu sebelum berjuang.

2. Tekad untuk istiqomah (konsisten). Perjuangan yang panjang akan cukup melelahkan bagi siapapun yang menjalaninya, sehingga kita perlu semangat dan tekad istiqomah agar tujuan-tujuan yang hendak dicapai tidak terbengkalai ditengah jalan, karena jika terjadi maka kerugian besar buat kita, baik itu kerugian dalam waktu, tenaga maupun harta yang telah kita belanjakan untuk aktivitas tersebut.

BERAKTIVITASLAH

Konsep hanya akan menjadi konsep jika tidak diaplikasikan dalam kehidupan. Dengan menentukan langkah-langkah itu, sudah saatnya kita mengaplikasikan konsep ke dalam aktivitas hidup kita. Dengan kerangka yang jelas tersebut diharapkan aktivitas-aktivitas hidup kita menjadi banyak bermanfaat dan nantinya bermuara pada kehidupan yang berkualitas, efektif dan efisien.

Sebuah konsep yang benar akan memberikan kerangka ikhtiar yang sistematis dan "ma'ruf", akan tetapi ketetapan tentang hasil dan pencapaian tetap menjadi hak prerogatif Allah, dan tentunya kita harus yakin bahwa keputusan-keputusan Allah adalah keputusan2 terbaik buat manusia, sehingga kegagalan-kegagalan akan kita temui terkait konsep yang telah kita susun akan tetapi kekecewaan bukanlah respon yang bijaksana dari seorang manusia, dan manusia sebagai makhluk yang cerdas tentunya akan mencari jalan keluar dari setiap masalah yang menjadi penyebab kegagalan konsepnya masing-masing. Dengan demikian diperlukan up dating yang terus-menerus terkait konsep ikhtiar yang telah disusun.

Semoga Bermanfaat