Kamis, 19 Juni 2008

Cukup Sebutir Beras

dari milis YDSF

(Bagaimana Cina Bangkit)

Cina yang sekarang muncul sebagai negara super power dahulunya pernah sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang berjumlah 1 milyar kala itu bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk mensejahterakan rakyatnya. Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun menjadi gantungan yaitu dari negara Uni Sovyet. Alkisah suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet, "Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tidak akan mampu membayar hutangnya."

Ucapan yang sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan Mao kepada rakyatnya dengan cara menyiarkannya lewat siaran radio, penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.

Ajakan Mao kepada rakyatnya adalah menyisihkan 1 butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga, setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3 orang maka cukup sisihkan 3 butir beras. Beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar butir beras setiap hari. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberi hutang, yang telah menghina mereka. Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.

Keterhinaan yang mendalam telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.

Kiranya kisah di atas bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita yang tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya. Potensi manusia Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan sebaliknya menjadi beban karena mereka tidak dipimpin oleh pemimpin yang tepat. Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan kekuatan dari hal kecil namun dilakukan dengan sepenuh hati. Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat. Maukah kita?

(Kisah di atas diceritakan langsung oleh seorang pengusaha Indonesia yang kerap kali berkunjung ke negara Cina).

Senin, 16 Juni 2008

Menjadi Lebih Baik dengan Berusaha

dari Mailist YDSF

Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.

Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung. Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghuni negeri burung.

Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan. Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang. Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya.
Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.

Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam...? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.

Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya: "Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?"

Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan berkata: "Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat". Usai sang elang jantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang.
Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang jantan. Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim semi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.

Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati sang anak seraya berkata: "Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!"

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.

Lama berselang setelah melihat e dua saudaranya berlatih, si elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya:
"Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?"
"Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!" jawab si induk elang dengan penuh kasih.
"Tapi aku takut!' ujar si anak
"Kami tahu, karenanya kami ta memaksa." Jawab si induk elang lagi.
"Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?" tanya si anak
"Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!"
"Bagaimana caranya?"
"Percayalah pada kami!" Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.
"Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?"

Dengan tenang si elang jantan berkata: "Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!"

Lalu si induk elang menambahkan: "Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!"

Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang kecil.

Mulailah rentangkan dan kepakkan sayap kemampuanmu, maka dunia ada digenggamanmu!


Selasa, 03 Juni 2008

Subhanallah...Aku Melahirkan Normal!!!

By. Prima (Ummi Hizballah)


Pembukaan satu terjadi sejak pukul sembilan pagi tadi. Hari itu adalah hari Jum’at. Hari paling baik dalam sepekan. Dan besok adalah hari perkiraan kelahiran menurut diagnosis ultrasonografi. Walaupun perawat menyuruh saya pulang dahulu dengan pertimbangan proses persalinan masih lama, tetap saja perasaan saya belum bisa tenang. Bahkan pikiran saya menjadi semakin tidak menentu. This is my first. Ini adalah bakal buah hati pertama saya dengan sang belahan jiwa. Dalam hati, saya sangat berharap ada seorang ibu yang menemani. Selain suami, saya ingin ibu saya juga menyaksikan.

Tepat pukul sembilan malam, frekuensi kontraksi rahim saya meningkat. Setiap lima menit sekali mencapai paling tidak tiga kali kontraksi. Sesampainya di Rumah Bersalin, perawat memeriksa keadaan saya. Ternyata baru pembukaan dua. Perawat menyarankan agar saya berjalan-jalan sebentar untuk mempercepat proses pembukaan. Pukul sepuluh malam pembukaan saya bertambah menjadi tiga. Akhirnya perawat membantu proses pembukaan saya secara manual. Lima menit kemudian saya sudah pembukaan lima. Dan pukul sebelas malam meningkat lagi menjadi pembukaan tujuh. Seketika itu juga saya digelandang oleh perawat ke ruang bersalin. Di tempat itu, saya diberi obat perangsang untuk mempercepat proses kontraksi. Dan saat itulah saya merasakan sakit yang luar biasa hingga pembukaan sempurna.

“Caesar aja, dok…”. Sepenggal kalimat itulah yang keluar dari mulut saya ketika saya sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit saat berkontraksi. Setengah berteriak, setengah merintih. Terjadi secara spontanitas. Kalimat itu lebih bernada memohon daripada memerintah. Saya sudah sangat kelelahan dengan keadaan itu. Nafas saya tersengal-sengal. Pun saya dehidrasi. Kondisi saya saat itu begitu lemah. Antara hidup dan mati. Dalam hati saya tidak pernah berhenti menyebut nama Allah. Saya berpikir kalaupun sudah tiba saatnya, saya ingin berakhir dalam keadaan husnul khotimah. Disisi lain, saya hanya ingin proses itu cepat selesai. Saya ingin segera beristirahat setelah semua peristiwa itu. Saya benar-benar sudah tidak sabar.

Namun dokter spesialis kandungan yang menangani saya pada saat itu tidak berkenan meluluskan permohonan saya. Beliau adalah seorang dokter muslimah berjilbab. Senyumnya ramah. Pembawaannya juga sangat tenang dan menyejukkan. Jauh dari sikap panik dan terburu-buru. Sambil tersenyum, dokter hanya mengatakan “Tenang, Bu. Tetap menyebut nama Allah ya. Kepalanya sudah kelihatan”. Demi Allah, saya mengerahkan seluruh energi untuk berjuang mengeluarkan sang calon pejuang dari rahim saya. Saya ingin segera melihatnya. Dan Alhamdulillah – tepat pukul tiga lebih empat puluh lima menit pagi tanpa kehadiran ibu saya – pejuang kami lahir ke dunia dengan normal, sehat dan selamat. Lantas kami menamainya Hasannashr Hizballah Amma, Tentang Seorang Penolong yang Baik dari Golongan Allah.

Masya Allah, seketika itu saya merasa tertohok. Jadi begini rasanya melahirkan. Lalu apa yang sudah saya lakukan terhadap ibu saya? Berapa banyak kata dan sikap yang sudah saya berikan untuk menyakiti hati ibu saya? Budi baik apa yang sudah saya persembahkan pada sang ibu? Doa apa selain Allahummaghfirli Dzunubi Waliwalidayya Warhamhuma Kama Rabbayani Shoghiro yang sudah saya panjatkan untuk keselamatan ibu? Apakah saya sudah berbirrul walidain terutama pada sang ibu?

Ternyata benar kata sebagian orang, bahwasannya kita baru terbangun dari ketidaksadaran untuk berbuat baik kepada kedua orangtua terutama sang ibu setelah kita menikah dan memiliki anak. Setelah kita dihadapkan sendiri pada kenyataan menjadi dan berperan sebagai orangtua. Setelah kita mendapati sendiri bahwa ternyata anak kita sulit diatur. Na’udzubillah.

Maka berbahagialah mereka yang masih memiliki ibu dan selalu berbuat yang terbaik bagi beliau. Berbahagialah mereka yang masih memiliki ibu dan pernah berbuat kesalahan namun sesegera mungkin untuk bertobat kepada Allah dan bersujud di kaki sang ibu. Berbahagialah mereka yang sekarang ini sedang menjadi seorang ibu. Dan bahkan berbahagialah mereka yang sudah ditinggal pergi untuk selamanya oleh sang ibu namun senantiasa menjaga nama baik dan mendoakan keselamatan akhirat untuk beliau.

Lemon Tea di Hamil Pertamaku

By. Prima (Ummi Hizballah)

Dan benih itu hadir dalam rahimku atas rahmat Allah tepat di 3 bulan setelah aku resmi tercatat dalam buku Allah sebagai istri Achmad Indah Arifuddin Bama. Subhanallah… Alhamdulillah…


4 minggu pertama:
Hampir tiap hari aku morningsick terus, mual banget tapi ga sampe muntah. Cuma ALHAMDULILLAHnya itu ga ngefek ke nafsu makanku. Malah tambah gila, rasanya
gatel banget kalo ga ada makanan masuk ke mulutku. Heheh..

Pas di U-Es-Ge, bentuk beibiku masi kliatan kaya kacang kulit. Hihihihi.. lucu banget !!



4 minggu kedua:

Masi morningsick juga, tapi uda molai berkurang. Yang ada malah suka pusing banget, terutama kalo jam 11 siang-3 sorean gitu. But, that’s ok at all, coz biasanya abis mik susu khusus ibu hamil, pusing ma morningsicku jadi berkurang. Nafsu makan ??? jangan ditanya.. teuteeeeup… heheh..

Pas di U-Es-Ge, bentuk beibiku masi kaya kacang kulit juga, cuma agak gedean. Terus diujung-ujungnya tampak menonjol kaya ada yang mo kluar gitu. Kalo kata dokter siy, itu bakal kepala, tangan dan kaki beibiku. Wuiiih.... lucu bangeeet…


4 minggu ketiga:
Hiks… aku sempet kena flu, batuk-batuk ma diare sampe seminggu. Jadi worried abies !! tapi smua dikembalikan lagi ke ALLAH.. aku ga pernah berhenti berdoa agar beibiku selalu di-Lindungi. Pas kontrol ke dokter, ALHAMDULILLAH… kata dokter gapapa. Penyakitku ga sampe masuk ke ketuban juga beibiku. Rasanya legaaa…banget !! sebagai gantinya, aku ga pernah absen makan buah, sayur, ikan laut, vitamin, yang pasti susu biar beibiku baik-baik aja ‘n sehat-sehat terus.

Pas di U-Es-Ge, uda molai tampak kepala, kedua tangan dan kedua kaki beibiku meski belum sempurna. Malah uda gerak-gerak, tangannya kaya lagi “dada-dada” gitu ke aku. Heheh.. Kata dokter, jantung, berat badan, lingkar kepala semuanya normal. ALHAMDULILLAH…


4 minggu keempat:
ALHAMDULILLAH.. sakitku uda sembuh. Aku jadi lebi sering ngajak beibiku ngobrol. Tiap kali perutku aku raba pasti terasa denyut jantungnya. Apalagi kalo aku bacain buku, critain sesuatu, dengerin musik klasik dan jazz, lagu-lagu religi, murottal, ato aku ajak ngaji bareng sambil aku raba perutku, pasti dia bereaksi. Berasa gerakannya lebih aktif dan denyutnya lebih jelas. SUBHANALLAH… ALLAHU AKBAR !!!

Pas di U-Es-Ge, perkembangan bentuk badan beibiku uda banyak banget. Kliatan kepala yang menunduk. Juga kedua tangan dan kakinya yang nekuk. Denyut jantung, lingkar kepala, berat badan, dan tulang-tulangnya smuanya normal. ALHAMDULILLAH.. kata dokter beibiku baik-baik aja.


4 minggu kelima :
Makin hari aku makin bersemangat aja ngikutin perkembangan beibiku. Apalagi suamiku juga ga mo kalah ma aku. tiap kali mo berangkat kerja, pulang kerja, santai-santai dirumah, suamiku ga pernah lupa nyapa beibi kami berdua. Heheh.. suamiku selalu bilang ke beibi kami “besok jadi pemimpin besar yang selalu berjuang karena ALLAH dan memperjuangkan nasib orang-orang ‘kecil’ ya, nak…”. SUBHANALLAH… suamiku memang orang yang sangat SEDERHANA. Suamiku ga pernah bilang biar anak kami nanti jadi pejabat A ato berprofesi B. lebih dari smua itu, suamiku dan aku tentunya hanya pengen anak kami berdua ntar bisa lebi baik dari kami berdua sebagai orang tuanya juga dapat bermanfaat di mata dan jalan ALLAH. AMIEN…

Pas di U-Es-Ge, bentuk badan beibiku tampak lebi sempurna dibandingkan bulan sebelumnya. Yang terpenting kondisi beibiku sehat dan baik-baik aja, aku bersyukur banget…


4 minggu keenam:
Gerak dan aktivitas beibiku tambah lincah aja. Malah kadang perutku kliatan ga rata karena kepala beibiku. Belum lagi kalo beibiku menggeliat, pasti berasa ‘n perutku kliatan menonjol karena tulang kaki dan tangannya. Heheh.. seneng banget de pokonya. Jadi tamba sering maen-maen ma dia.

Pas di U-Es-Ge, langsung kliatan jenis kelaminnya loh !! SUBHANALLAH… MAHA BESAR CIPTAAN ALLAH… perkembangan seorang manusia dalam rahim ibunya begitu cepat. Kita manusia biasa ga pernah bisa menjelaskan dengan detil apa yang terjadi dengan ciptaan ALLAH yang MAHA RUMIT itu. ALLAHU AKBAR !! eh tapi …psssttt… ga dikasi tau dulu kali ya jenis kelaminnya apa. Tunggu sampe lahir ntar, biar surprise… heheh. Lagian U-Es-Ge kan buatan manusia, pasti banyak kekurangan dan kelemahannya. Tapi kalo matematika ALLAH, dijamin ga pernah salah !! Buat aku siy, mo laki mo perempuan sama aja, yang penting beibiku sehat, normal tidak kurang suatu apa dan lahir dengan selamat. AMIEN…


4 minggu ketujuh :
Aku ma suamiku mutusin pindah ke dokter cewe yg ada di GKB Gresik. Ntar rencananya persalinanku juga disana. Pas kontrol kesana, kata dokter beibiku baek-baek aja.. sehat-sehat aja. Dokter juga bilang kalo jenis kelamin beibiku cowo, sama kaya dokter di sidoarjo bilang. Jadi uda dua dokter ‘n dua U-eS-Ge yang bilang kalo jenis kelamin beibiku itu cowo. padahal banyak temen, sodara ato tetangga yang nebak jenis kelamin beibiku itu cewe. Cuma 1 orang (tetanggaku sendiri) yang bilang kalo jenis kelamin beibiku itu sama kaya yang dokter bilang. Heheh.. ‘au ah !! sekali lagi, aku terserah aja, yang penting beibiku sehat, normal ‘n lahir dg selamat. Gitu ajah !! tapi seru juga siy, nyaksiin perdebatan sengit antara orang-orang yang sibuk nebak jenis kelamin beibiku. Hihih..

kata dokter beibiku sehat ‘n posisi kepalanya uda mapan dibawah. Trus berat badannya 1,4 kg. itu berarti naek 1 kg dari 4 minggu kemaren. Kata dokter normal. Tapi yg bikin aku agak worried, kata dokter plasentaku ada dibawah, padahal seharusnya diatas biar ga nutupin jalannya lahir ntar. Cuma dokter juga bilang lagi kalo plasenta bisa naik dg sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi yg makin gede. Pfff.. aku pasrah aja de.. BISMILLAHRROHMANIRROHIIM…

di 4 minggu ketujuh ini, aku juga nyempetin untuk suntik TT yg pertama, di bidan sidayu gresik deket rumah mertua. Hiiiy… tadinya aku ngeri di priksa ma bidan. secara lom pernah ‘n baru pertama kali siy. Jadinya agak kaget gitu pas perutku dipegang ma sedikit ditekan trus dimiring-miringin ke kanan kiri. Aduuuh.. kan worried banget yah ma keadaan beibiku ntar. Tapi suamiku nyoba nenangin aku, kalo semuanya baek-baek aja coz bidannya lebi tau selanya daripada aku. Iya juga siy..

yang bikin sedih, abis disuntik TT aku malah kena flu. Hiks.. hiks.. ya ALLAH lindungi bayi hamba ya ALLAH…


4 minggu kedelapan:
Well, jadwal kontrolku sekarang jadi lebi sering. Tiap dua minggu sekali aku ke dokter ngecek keadaan si jabang beibi dalam kandunganku. Alhamdulillah.. kata dokter plasentaku da molai geser ke atas. Tuh karena aku dengerin saran dari dokter ma ibuku untuk rajin-rajin sujud biar posisi plasenta ma beibiku berada di tempat yang bener. Aku juga da molai blanja-blanji perlengkapan bayi dan keperluan nglahirin ntar. Hmm… waktunya da tamba deket aja…

Bismillahirrohmanirrohiim…


4 minggu kesembilan, lebi 9 hari:
Humph..kontrol ke dokter meningkat jadi seminggu sekali. Otomatis aku jadi tamba sering ke sidayu. Prediksi klairan masi bertahan di tanggal yg sama, 28 juli. Di minggu pertama kontrol, kata dokter bobot beibiku uda 3 kg. wew, lumayan gede juga ya. Sempet siy ngebayangin… hiks… bisa ga ya tar?? Tapi… ah uda ah.. buang jauh-jauh de pikiran kek gituuuu…

Di minggu kedua, tepatnya tanggal 19 juli malem, suamiku dapet telfon dari keluarga sidayu. Intinya suru cepet ke RS Semen Gresik, emak (ibu mertua tersayangku) masuk ICU. Masya Allah… aku bener-bener ga bisa tidur biz itu. Kepikiran terusss…

Esoknya suamiku telfon aku, intinya aku disuru ke RS juga. Aduuuww… tamba ga keruan pikiranku. Aku bener-bener kawatir ma keadaan emak…

Aku bener-bener ga nyangka tepat di tanggal 22 juli, emak harus pergi untuk selamanya… Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… emak belom ngliat aku melahirkan… emak belom ngliat anak kami… padahal kemaren sore emak masi becanda-becanda ma aku di ruang ICU… emak masi ngelus perutku sambil bilang ‘wes, tak dungakno gangsar…sehat, slamet kabeh…(udah, tak doain lancar persalinannya nanti…sehat dan selamat smuanya)’… tensi dan jantung emak juga sempet bagus… dan padahal tinggal 6 hari lagi aku nglairin… Masya Allah, aku bener-bener sedih… terpukul… ga percaya…

Tepat di tanggal 28 Juli 2006 pukul 3.45 am hari sabtu, Alhamdulillah…anakku lahir dengan persalinan secara normal (bukan sesar) dalam keadaan sehat dan selamat. Bb/tb-nya 3,2kg/50cm. dan kami menamainya Hasannashr Hizballah Amma, Tentang Seorang Penolong yang Baik dari Golongan Allah…

Masya Allah, rasanya seperti mimpi. begitulah Allah menunjukkan kuasaNya dengan caraNya sendiri. begitulah kematian juga kehidupan. ada yang pergi dan ada pula yang hadir. antara sedih dan senang. keduanya datang hampir bersamaan. campur aduk, manis asem layaknya segelas lemon tea...

Sabtu, 31 Mei 2008

Hizballah’s See The Gold...(Part I)

by Prima Avianti S. Psi (Ummi Hizba)

Golden One
Berat Badan : 4,4 kg
Aqiqah & Digundul : 5 Agustus 2007
Puput Pusar : 7 Agustus 2007
Pukul : 16.30 WIB
Imunisasi : BCG
Tanggal : 13 Agustus 2007
Ahli Medis : Bidan Sri Andam
Nutrisi : ASI dan Sufor

Motorik Kasar
Nendang-nendang, sehingga popok selalu lepas

Motorik Halus
Selalu tenang saat minum ASI


Golden Two
Berat Badan
: 5,7 kg
Imunisasi
: DPT I
Hepatitis B Combo I

Polio II

Tanggal
: 2 Oktober 2007
Ahli Medis
: Bidan Enny Muthrofifin
Nutrisi : Relaktasi menjadi ASI Eksklusif

Motorik Kasar
Tangan mencengkeram saat diberi stimulasi
Memiringkan badan ke kanan atau ke kiri
Saat ditengkurepkan umminya, Hizballah berusaha mengangkat-angkat sendiri kepala ma tangannya

Motorik Halus
Gerak mata sudah dapat mengikuti objek yang dilihatnya
Bisa tersenyum dan sedikit mengoceh, seperti ‘ah..ah’
Dapat membalas senyum umminya saat maen bersama


Golden Three
Berat Badan : 6,7 kg
Imunisasi : DPT II
Hepatitis B Combo II
Polio III
Tanggal : 6 November 2007
Ahli Medis : Bidan Enny Muthrofifin
Nutrisi : ASI Eksklusif

Motorik Kasar
Bisa memegang kedua kakinya dan berusaha dia masukkan ke dalam mulutnya
Bisa tengkurep dan kembali ke posisi terlentang sendiri

Motorik Halus
Stranger Anxiety: tidak mau dengan ‘orang asing’ selain objek lekat/attachment (abi, ummi, kung, uti, om) nya
Selalu tenang saat mendengar Adzan dan bacaan Al-Qur’an

Kalo ketawa sudah keluar suaranya, seperti ‘klikiklikiklik…’
Senyum dan excited banget saat nge-games ‘pok ame-ame’ dan ‘cilukba’


Golden Four
Berat Badan : 7,2 kg
Imunisasi
: DPT III
Hepatitis B Combo III
Polio IV
Tanggal
: 6 Desember 2007
Ahli Medis : Bidan Enny Muthrofifin
Nutrisi : ASI Eksklusif

Motorik Kasar
Bisa merayap…MUNDUR!! Haha..
Kadang juga merayap maju dengan cara memantulkan kaki dan mengangkat pantatnya juga menarik-narik kain sprei yang ada di depannya
Bisa memegang dan mengangkat benda-benda agak berat, seperti henfon, miniatur ‘naruto’ setinggi 50 cm, dan satu set diapers

Motorik Halus
Selalu menoleh atau bereaksi ‘uh..uh’ saat dipanggil namanya


Golden Five
Berat Badan : 7,725 kg
Nutrisi : ASI Eksklusif

Motorik Kasar
Bisa duduk sendiri dengan tegak
Mengoceh sambil memainkan lidah dan menyemburkan ludah
Hobi maen bola (all size ‘n…all-wayzz!!)
Bisa menggunakan lutut sebagai tumpuan seperti posisi menungging dan bisa merangkak sedikit-sedikit

Motorik Halus
Tidak mau ditinggal sendiri


Golden Six
Berat Badan : 8,4 kg
Imunisasi : IPD I
Tanggal : 6 Februari 2008
DSA : Tim DSA prof.dr. H. Bambang Permono, Sp.A (K)
(dr. Eko, Sp.A)
Vitamin : A
Tanggal : 22 Februari 2008
Ahli Medis : Bidan Enny Muthrofifin
Nutrisi : ASI dan MPASI

Motorik Kasar
Toilet Training

Cup Training

Teething Biscuits
Merangkaknya udah lancar

Motorik Halus
Langsung bereaksi (senyum, ngoceh, menghampiri) saat denger kring telfon rumah, biasa ‘ngobrol’ ma abinya lewat telfon siang-siang waktu abi masih di kantor


Golden Seven
Berat Badan : 8,8 kg
Nutrisi
: ASI dan MPASI

Motorik Kasar
Belajar menapakkan kakinya dengan media Baby Walker
Merangkaknya udah jauh
Ber’daa-daaaah’ ria

Motorik Halus
Identifikasi ketinggian dengan menjatuhkan benda


Golden Eight
Berat Badan : 9 kg
Nutrisi : ASI dan MPASI
Sakit (pertama kali setelah 7mos)
Diare selama 15 hari
Batpil parah hingga muntah, ga mo makan dan sulit tidur selama 10 hari
Demam selama 3 hari
Alergi daging ayam
Diduga ‘phimosis’ (tapi ternyata DSAnya salah diagnosis…whuuuuww)
Ahli Medis : Bidan Farkha
Bidan Enny Muthrofifin
DSA : dr. Eko, Sp.A
dr. Narto, Sp.A

Motorik Kasar
Bisa berdiri sambil pegangan tembok/meja ato apapun yang ada di depannya
Bisa naik/manjat sofa tamu tanpa bantuan siapapun

Tepuk tangan
Melempar benda dengan sempurna

Motorik Halus
Kalo kebelet pipis suka diem aja, ngoceh ‘pis..pis’, dan pandangan mata yang memelas
Pipis ma pubnya uda di toilet terus, kecuali dini hari waktu Hizballah bobo pipisnya masi suka di perlak kasur (umminya kecolongan terrruusss…hiks)

Suka becanda dengan men’cilukba’-in abi umminya

Reflek duduk bersila dan tepuk tangan saat dinyanyiin ‘pok ame-ame’, meskipun lagi sibuk maenan dan merangkak kesana kemari
Reflek melihat ke atas/langit-langit sambil melambaikan tangan saat dinyanyiin ‘cicak-cicak di dinding’


Golden Nine
Berat Badan : 9,2 kg
Nutrisi : ASI dan MPASI
Imunisasi : Campak
Ahli Medis : Bidan Enny Muthrofifin

Motorik Kasar
Sambil di’tetah’ dapat nendang bola dengan sempurna

Motorik Halus
Ngoceh ‘pus…pus’ kalo ada kucing
Ngoceh ‘dah…dah’ tanda sudah selesai

Ngoceh ‘bis…bis’ tanda sudah habis
Ngoceh ‘mbah…mbah’ kalo manggil kung-utinya
Ngoceh ‘bwaa…bwaa’ kalo manggil omnya

Ngoceh ‘iss..bah…iss…bah’ kalo dituntun bilang ‘ini hizba’

Ngoceh ‘hap…buh…hap..buh’ kalo dituntun bilang ‘ini abi’

Ngoceh ‘miiiii’…miiiii’ kalo dituntun bilang ‘ini ummi’


Golden Ten
Berat Badan : 9,7 kg
Nutrisi : ASI dan MPASI
Tumbuh gigi pertama : 13 Juni 2008

Motorik Kasar
Bisa berdiri sendiri selama beberapa detik tanpa bantuan siapa/apapun
dan melangkahkan satu kaki (kiri)nya...his first step :)
Jongkok dengan seimbang
Tetah dengan satu tangan
Berjalan sejauh 1 meter...waww, that's progress!!...plok...plok...plok...alhamdulillah :-*

Motorik Halus

Membereskan mainan dengan memasukkannya sendiri satu persatu ke dalam keranjang, sebagai reward ummi selalu kasi applaus dan bilang ‘pinteeeerr’ untuk tiap satu mainan yang masuk
Menutup botol susu sendiri dengan sempurna
Menggunakan gayung dengan benar
Menggunakan telfon nyarisss dengan benar,,, angkat gagangnya --- taroh ditelinga untuk sound dan dimulut untuk speaker --- pencet tombol (yang ini sembarang tombol...heheh) --- bilang 'hauuu...huuu...huuu' --- selese, naroh gagang telfon ditempatnya lagi dengan benar


Golden Eleven
Berat Badan : 9,5 kg
Nutrisi : ASI dan MPASI
Sakit : Demam 4 hari dan diare kurleb 10 hari...hikss...akirnya ke dsa 'n cek darah
Batpil kurleb 10 hari...nerapin RUM/RUD...alhamdulillah sembuh tanpa harus ke dsa...

Tumbuh gigi kedua : 10 Juli 2008
Tumbuh gigi ketiga : 24 Juli 2008


Motorik Kasar
Masi hobi jalan
Duduk timpuh
Naek turun sofa ma meja tamu sendiri

Motorik Halus
Bilang "Awoooooh..." (maksudnya Allah) saat denger Adzan
Membuka kunci lemari di meja belajar om...waw, that's a miracle!!
Ikutan sujud (walo belom sempurna) kalo liat abi ato umminya sujud saat sholat
Bisa maen ke rumah sebelah sendiri (tanpa harus dikasi tau arahnya...namun harus tetep diawasi)


Golden Twelve
Berat Badan : 9,7 kg
Vitamin : A
Nutrisi : ASI dan MPASI

Motorik Kasar
Jalan da lancar jaya.. da bisa putar balik tanpa jatoh
Masi hobi maen di halaman depan rumah dan sekitarnya
Naik turun tempat yang aga tinggi.. such as tempat tidur, tiga anak tangga.. well, orang-orang yang lom tau pasti worried 'n reflek teriak 'jangan/ga boleh/awas'.. padahal tu justru bikin Hizba jadi kaget, trauma, krisis PD, ato malah nekat.. cukup tetep diawasi dan bilang 'ati-ati ya sayang' tanpa teriak 'n without saying negative words

Motorik Halus
Konsep berbagi.. kalo pas bawa sesuatu trs ada yg bilang ''pinjaaam..'', langsung de hizba ngasiin.. tapi ga lama diambil lagi.. haha!!
Hobi banget ma yang namanya telfon!!
Reflek sujud kalo liat orang sholat
Minum pake sedotan.. baru satu sruputan.. gpp,, natural aja menn!!

…be continued…