<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537</id><updated>2012-02-15T23:21:45.679-08:00</updated><title type='text'>Artikel Amma</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5302822037421601997</id><published>2011-10-31T20:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T20:41:11.621-07:00</updated><title type='text'>Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-q7xs_Q9SWJM/Tq9qOn2TglI/AAAAAAAAAtQ/xvgvmmf_iR0/s1600/bung_tomo1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-q7xs_Q9SWJM/Tq9qOn2TglI/AAAAAAAAAtQ/xvgvmmf_iR0/s1600/bung_tomo1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemuda, kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga khalayak.  Kata tersebut terdengar sampai seantero Indonesia ketika momentum  sumpah pemuda 1928, kemerdekaan 1945, dan reformasi 1998. Bahkan kata  tersebut sering dihubung-hubungkan dengan perubahan dan cita-cita. Namun  sesungguhnya apakah pemuda? Siapa yang menyandang gelar pemuda, umurkah  yang menentukan? Dan bagaimana profil pemuda ideal yang tentunya  disukai Allah? Mari kita kupas tentang pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Identitas dan Keistimewaan Pemuda &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak  yang menyatakan pemuda sebagai agent of change, kenapa? Karena pemuda  adalah harapan bangsa, ia adalah agen-agen perubah di negerinya berada.  Tapi lebih dari itu, pemuda bak motor gerakan sebuah entitas yang ingin  selalu membuat perubahan demi terciptanya cita. Lalu seperti apa  identitas pemuda? “Umur dan watak adalah dua unsur penting dalam  identitas pemuda sekaligus pembeda dengan golongan lainnya : kaum tua,  balita, anak-anak, dan remaja.” Ujar Mi’raj Dodi Kurniawan, seorang  mantan aktivis Islam Bandung. Umur, sebagian pihak mengelompokkan antara  umur 25 dan 35 sebagai pemuda, ada juga pihak yang menyatakan pemuda  berada di antara umur 20 sampai 45. Jika kita melihat umur yang  dikelompokkan, pemuda bisa digambarkan sebagai kaum yang energik,  mempunyai fisik prima dan bertenaga sedangkan yang lemah dan tak  bertenaga adalah kaum tua. Berbanding lurus dengan unsur yang kedua,  watak, pemuda memiliki watak pendobrak tatanan layaknya Nabi Musa yang  melawan kesewenang-wenangan Firaun, dan kaum tua cenderung berwatak anti  perubahan dan mempertahankan status quo seperti para rezim otoriter  pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Deskripsi di atas menunjukkan identitas sekaligus keistimewaan pemuda, yang secara tegas terdapat dalam ayat di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;“…Sesungguhnya  mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan  Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati  mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan penguasa)…” &lt;strong&gt;(QS Al Kahfi : 13-14)&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terdapatnya  keistimewaan tersebut, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa pemuda  tidak pantas jika hanya disebut sebagai agent of change tetapi mereka  lebih pantas disebut director of change (pengendali perubahan), karena  sangat berbeda seorang agen (aktivis biasa) dengan director (tokoh)  namun dengan syarat memenuhi profil pemuda ideal yang disukai Allah  (karena pemuda dalam Islam adalah pemuda yang dicintai Allah). Seperti  yang dikutip dalam buku “Menyiapkan Momentum”-nya Rijalul Imam, di  antaranya adalah meningkatkan rasa tanggung jawab, memiliki kebanggaan  dengan Islam, baik dalam memahami Islam, melayani masyarakat, mengajak  ke jalan Islam, membekali diri dengan ilmu, memiliki rasa solidaritas  dengan sesamanya, waspada diri dari fitnah, pakai perhitungan, dan tidak  terburu-buru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Tantangan Hari Ini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan  profil di atas pemuda di masing-masing zamannya telah membuktikan bahwa  mereka pantas disebut sebagai pengendali perubahan, sebut saja Hasan Al  Banna dan Mohammad Natsir. Pertanyaannya, bagaimana di zaman ini,  setelah lebih dari 10 tahun momentum reformasi. Dimana kaum muda? &lt;strong&gt;Plato&lt;/strong&gt;, seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa &lt;em&gt;“Nantinya  dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang  berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada di dalamnya.  Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan di sana dengan apa yang  telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua  tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah  menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.”&lt;/em&gt;  Itulah gambaran sebagian besar pemuda zaman sekarang, yang terjerumus  dalam hegemoni kenikmatan, yang katanya ingin mengalihkan kekuasaan dari  kaum tua. Tiga tahun silam Sultan HB X menantang pemuda untuk membuat  deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda  belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka.  Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan lewat Sumpah Pemuda tahun  1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Sudah tiga tahun tantangan  tersebut berlalu, namun belum ada yang bisa menjawab dan  membuktikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan,  harusnya pemuda menjadi sadar dan tertantang bahwa mereka harus  bergerak, keluar dari gua yang gelap, jauhkan diri dari zona kenyamanan.  Pemuda harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan  dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak untuk  memenuhi profil ideal pemuda yang disukai Allah, bahkan seorang mujadid  abad ke-20, &lt;strong&gt;Imam Syahid Hasan Al Banna&lt;/strong&gt; mengatakan dalam ”Wajibatul Akh”-nya di Risalatu Ta’lim, &lt;em&gt;”Hendaklah  kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas dirimu, hingga tongkat  kepemimpinan itu diserahkan kepada kalian yang memiliki kualitas.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembuktian  para pengendali perubahan masih ditunggu sampai hari ini, sebentar lagi  di bulan ini kita akan memperingati kembali hari Sumpah Pemuda. Jangan  sampai idealism pemuda hanya sebatas kelihaian wacana saja, tetapi butuh  pembuktian dengan membumikan idealisme tersebut. Wahai para pemuda mari  sama-sama kita renungkan kembali makna dan falsafah perjuangan Sumpah  Pemuda, wahai para pengendali perubahan, bangkit dan ubah stempel di  wajahmu yang hanya bertuliskan agen perubahan. Karena realita pemuda  masa kini menunjukkan hari esok suatu bangsa, maka mulailah untuk  berkarya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; overflow: hidden; text-align: justify; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5302822037421601997?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5302822037421601997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5302822037421601997&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5302822037421601997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5302822037421601997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/10/pemuda-pengendali-perubahan-dan.html' title='Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-q7xs_Q9SWJM/Tq9qOn2TglI/AAAAAAAAAtQ/xvgvmmf_iR0/s72-c/bung_tomo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-7869642067395929810</id><published>2011-10-30T22:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T22:50:02.244-07:00</updated><title type='text'>Agar Anak Tidak Malas Belajar</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;Sumber : (Sarah Handayani/ummi online)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em style="font-weight: normal;"&gt;Berbagai  upaya sudah dilakukan agar anak semangat belajar. Tapi, hasilnya justru  sebaliknya. Seringkali penyebabnya muncul dari orangtua.&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-USlN1kX66Yw/Tq42-Je0sQI/AAAAAAAAAtI/8snx3su-6PA/s1600/males.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-USlN1kX66Yw/Tq42-Je0sQI/AAAAAAAAAtI/8snx3su-6PA/s320/males.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memahami anak sebagai individu yang  sedang menjalani tahapan-tahapan dalam masa pertumbuhannya, diperlukan  kesabaran ekstra. Demikian pula ketika mendapati anak yang telah  memasuki usia sekolah begitu malas belajar. Mengandalkan guru untuk  menyelesaikan masalah? Tentu tak bisa begitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apalagi bila kita menyadari bahwa anak  sesungguhnya memulai pendidikannya dari rumah. Sehingga, peran orangtua  untuk membantu secara langsung kesulitan yang dialami anak merupakan hal  yang sangat penting. Mencari penyebabnya adalah langkah awal untuk  menerapkan solusi yang tepat.&lt;span id="more-1669"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Robert D. Carpenter MD adalah seorang  peneliti yang pernah mengadakan pengamatan terhadap perkembangan belajar  murid sekolah dasar di California, Amerika Serikat. Dalam pengamatannya  ditemukan adanya penyebab mengapa anak-anak kerap mengalami masalah  dalam belajar yang cenderung membuat mereka jadi malas. Berikut ini  empat penyebab yang kerap terjadi dan menyebabkan anak malas belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;1. Komunikasi tidak efektif&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ingat, target kita berkomunikasi adalah  memastikan bahwa ‘pesan’ yang ingin kita sampaikan kepada penerima pesan  (anak) diterima dengan benar. Tentu orangtua ingin agar anak mengerti,  menyukai dan melakukan apa-apa yang dipikirkan orangtua. Komunikasi yang  efektif juga bisa mengungkapkan kehangatan dan kasih sayang orangtua,  misalnya, “Ayah bangga sekali, kamu sudah berusaha keras belajar di  semester ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Coba ingat-ingat bagaimana pola  komunikasi yang kita bangun selama ini. Sudahkah anak-anak menangkap  pesan yang kita sampaikan sesuai dengan yang kita maksud?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seringkali orangtua lupa menyampaikan  ‘isi’ dari pesannya, tapi lebih banyak merembet pada hal-hal yang  sebenarnya di luar maksud utamanya. Misal, nilai ulangan harian anak di  bawah rata-rata teman sekelasnya. Tanpa bertanya terlebih dulu kepada  anak kenapa nilainya jelek, Ibu langsung komentar, “Itulah akibatnya  kalau kamu nggak nurut Ibu. Main melulu sih. Ibu tuh dulu waktu sekolah  nggak pernah dapat nilai 6. Kamu kok nilainya jelek begini. Gimana sih?”  Apa inti pesan yang disampaikan Ibu? Anak salah karena nilainya jelek  dan semakin salah karena Ibu selalu membandingkan anak dengan keadaan  Ibunya sewaktu sekolah. Akibatnya, anak akan berpendapat, “Ah, nggak ada  gunanya bilang ke Ibu kalau nilai jelek. Nanti pasti dimarahin.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Padahal, mengetahui nilai anak yang di  bawah rata-rata buat orangtua sangat penting untuk mengevaluasi  penyebabnya. “Wah, nilai anak saya untuk mata pelajaran matematika  kenapa selalu jelek ya? Apa yang perlu dibantu?” Sederet pertanyaan itu  bisa terjawab bila kita berkomunikasi secara efektif, bukan  menyalah-nyalahkan anak. Bila penyebab bisa segera diketahui, maka  orangtua bisa mencari solusinya dan melakukan perbaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komunikasi yang tidak efektif yang  berjalan selama bertahun-tahun, pastinya akan berdampak negatif pada  pembentukan karakter anak. Padahal, salah satu fungsi komunikasi adalah  untuk mengenal diri sendiri dan orang lain. Bisa dipastikan pola seperti  itu akan membuat anak bingung dalam mengenali dirinya sendiri dan  orangtuanya. ‘Apa sih sebenarnya maunya Ayah/Ibu?’ Kebingungan ini  mengakibatkan dalam diri anak tidak tumbuh motivasi kuat untuk  berprestasi, toh mereka tak tahu apa gunanya mereka belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;2. Tak terbantahkan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Pokoknya kamu harus ranking satu. Dulu,  ayah sekolah jalan kaki, tapi selalu ranking satu. Kenapa kamu nggak  bisa?’ Menekankan dengan kalimat, ‘pokoknya’, ‘seharusnya’, dan kata  sejenis lainnya menunjukkan tidak adanya celah untuk pilihan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orangtua yang tak terbantahkan membuat  anak sulit mengemukakan pendapatnya. Bahkan, sulit mengetahui potensi  dirinya sendiri, apalagi mengoptimalkan potensinya. Kecenderungan tak  terbantahkan ini kalau berlanjut terus bisa menjurus pada upaya  memaksakan kehendak orangtua pada anak. Misalnya, “Nanti kamu harus jadi  dokter.” Kalaupun akhirnya anak mengikuti kehendak orangtuanya kuliah  di fakultas kedokteran, ia akan menjalaninya dengan setengah hati. Bisa  jadi, hanya setahun dijalani, selanjutnya keluar karena bertentangan  dengan keinginannya. Tentu kita tak ingin ini terjadi bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;3. Target tidak pas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Target yang tidak pas, bisa terlalu  rendah atau terlalu tinggi dari kemampuannya. Jangan sampai memaksakan  begitu banyak kegiatan pada seorang anak sehingga mereka jadi jenuh dan  terlalu lelah. Akibat overaktivitas, banyak anak yang kemudian mulai  meninggalkan belajar sebagai kegiatan yang seharusnya paling utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di sinilah peranan orangtua sangat  penting, jangan sampai terlalu memaksa anak dengan harapan agar mereka  dapat menuai prestasi sebanyak-banyaknya. Mereka didaftarkan pada  berbagai macam kursus atau les privat tanpa mengetahui bahwa batas IQ  seorang anak tidak memungkinkannya menerima berbagai macam kegiatan yang  disodorkan oleh orangtua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, sebaliknya bagi anak yang  memiliki IQ tinggi, juga perlu penanganan khusus, karena mereka tidak  cukup dengan target regular untuk anak lainnya. Mereka membutuhkan  tantangan lebih supaya potensinya teroptimalkan. Untuk mengetahui  potensi ini, orangtua perlu bantuan psikolog.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;4. Aturan dan hukuman yang tidak mendidik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terlalu ketat dalam rutinitas harian  bisa menyebabkan akhirnya anak malas belajar. Namun, sebaliknya tanpa  membuat rutinitas harian anak tidak terbiasa memiliki jadwal belajar  yang harus dipatuhinya. Jalan tengahnya, rutinitas tidak bisa ditetapkan  secara sepihak oleh orangtua, namun dibangun bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membuat aturan juga harus diikuti dengan  konsekuensi. Jadi, anak dapat mengerti apa hubungannya antara kepatuhan  menjalani aturan dengan konsekuensinya, bukan sekadar hukuman yang  tidak mendidik, seperti hukuman cubitan bila dapat nilai jelek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi anak usia SD ke atas, orangtua  perlu mendiskusikannya dengan anak. Aturan tersebut ditandatangani dan  dipasang di dekat meja belajar. Misal, 1) Belajar sehabis shalat Maghrib  sampai Isya; 2) Boleh nonton Avatar pada minggu pagi; 3) Main PS paling  lama 2 jam di hari libur; 4) dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan bosan juga untuk meng-up date  kesepakatan dan mengingatkan kalau ada yang melanggar. Ingatkan juga  akan konsekwensinya, misalnya “Belajar yuk! Kemarin kita sepakat kan  kalau nggak belajar, gimana hayo?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biarkan anak menjawab konsekwensinya.  Jika aturan itu sudah dibuat bersama, pasti anak ingat akan  konsekwensinya. Harapannya, kesadaran untuk belajar akan tumbuh dari  dalam diri anak, bukan dipaksakan orangtua. Tidak ada lagi hukuman yang  tidak mendidik, karena hukuman akan membuat anak berpikir “Ugh, belajar  sangat tidak menyenangkan!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mewaspadai empat hal tersebut penting  untuk mencegah kemalasan anak semakin parah. Yuk, bantu anak-anak kita  agar rajin dan senang belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-7869642067395929810?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/7869642067395929810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=7869642067395929810&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/7869642067395929810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/7869642067395929810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/10/agar-anak-tidak-malas-belajar.html' title='Agar Anak Tidak Malas Belajar'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-USlN1kX66Yw/Tq42-Je0sQI/AAAAAAAAAtI/8snx3su-6PA/s72-c/males.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-578146999625094373</id><published>2011-07-13T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T21:14:28.706-07:00</updated><title type='text'>Tips Buat Ayah Agar Tetap Dekat Dengan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Surabaya (Mediabidan.com)&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-U7HvOrs42iw/Th5syC0AQXI/AAAAAAAAAsY/_C2HCyY0Yvs/s1600/bapakanak-300x274.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://2.bp.blogspot.com/-U7HvOrs42iw/Th5syC0AQXI/AAAAAAAAAsY/_C2HCyY0Yvs/s320/bapakanak-300x274.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil riset dan para  psikologi banyak yang menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam  pertumbuhan seorang anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak,  ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu  sendiri. &lt;span id="more-274"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini, dikatakan sangat  mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh  menjadi sosok dewasa yang berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di bawah ini adalah tips-tips bagi Seorang Ayah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengikuti persiapan persalinan berupa senam, membaca buku bersama  mengenai kehamilan, cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk  menyambut kelahiran sang bayi. Bila memungkinkan temanilah istri Anda  dalam persalinan. Melihat langsung perjuangan istri Anda, dan  detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang lahir ke dunia ini, akan  menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak  Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Ikut aktif merawat bayi&lt;br /&gt;Sedari awal menjelang kelahiran, cobalah ikut aktif merawat bayi Anda.  Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti  popok, memandikan, dan mengasuh bayi mereka sejak dini, akan besar  kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya.  Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara  lainnya, usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut  aktif merawat bayi. Give him the space.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Bermain bersama&lt;br /&gt;Ketika bayi Anda makin beranjak usia, lewatkan waktu bersama untuk  bermain, membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi  bayi Anda yang mulai merangkak, mulai belajar berbicara atau berjalan.  Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan, yang digemari  seperti kuda-kudaan, pesawat terbang atau sembunyi sembunyian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda&lt;br /&gt;Ketika anak Anda mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan  sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda,  dengan mengenali misalnya nama teman-temannya, dengan siapa dia bergaul,  aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/ SD nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Jadilah pendengar yang baik&lt;br /&gt;Kesibukan kerja terkadang membuat Anda mengabaikan cerita-cerita anak  Anda. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga, atau usahakan  jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk  mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Komunikasi yang baik bila Anda dinas luar atau tinggal terpisah  berjauhan dengan anak Anda, usahakan lah tetap menjalin komunikasi  dengan baik, melalui telepon atau chatting internet. Tunjukkan perhatian  Anda, rasa sayang Anda melalui telepon, sms atau melalui surat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Percayai anak Anda dan berikan kebebasan&lt;br /&gt;Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai  anak Anda. Kepercayaan Anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang  percaya diri dan mandiri. Janganlah mendikte dia untuk melakukan A.  Tapi cobalah memberikan dia pilihan, misalnya Arif mau A atau mau B? Dan  tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak  bertentangan dengan hal prinsip.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;8. Penuhilah sesuai kebutuhannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Bertambah dewasa seorang anak, akan semakin bertambah kebutuhannya,  semakin beragam dan variatif. Jangan Anda paksakan dan menganggap dia  masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-578146999625094373?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/578146999625094373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=578146999625094373&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/578146999625094373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/578146999625094373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/07/tips-buat-ayah-agar-tetap-dekat-dengan.html' title='Tips Buat Ayah Agar Tetap Dekat Dengan Anak'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-U7HvOrs42iw/Th5syC0AQXI/AAAAAAAAAsY/_C2HCyY0Yvs/s72-c/bapakanak-300x274.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-2651098203701587864</id><published>2011-07-13T21:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T21:04:39.127-07:00</updated><title type='text'>Ayah Yang Jujur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Oleh: Muhammad Yusuf Efendi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Sumber: Islamedia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RdkEkXDoctI/Th5oyAucfjI/AAAAAAAAAsU/zyzMNYNhJmw/s1600/father_hug_son_clip_art_7152.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="308" src="http://3.bp.blogspot.com/-RdkEkXDoctI/Th5oyAucfjI/AAAAAAAAAsU/zyzMNYNhJmw/s320/father_hug_son_clip_art_7152.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ketika  seorang ayah ingin membangun kehidupan keluarga yang kuat, maka  dibutuhkan saling percaya antara anggota keluarga. Ayah memberikan  peranan penting untuk memulai dengan bersikap jujur. Anak-anak akan  selalu belajar dari kehidupan bahwa kebaikan adalah terbentuk dari  teladan yang baik. Dengan memberikan sikap yang jujur akan membantu anak  untuk menerima kebenaran walaupun itu adalah pahit. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;                                  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah SAW memberikan nasehat bagaimana menyikapi kebenaran dalam sebuah hadistnya, &lt;i&gt;"Katakanlah yang benar walaupun ia adalah pahit".&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Hadist ini&lt;i&gt; &lt;/i&gt;membentuk&lt;i&gt; &lt;/i&gt;seorang  Muslim untuk selalu bersikap jujur dalam setiap perkataannya, berani  menegakkan kebenaran dan berani mengungkap segala bentuk kebohongan yang  ada. Ia yakin bahwa apa yang dilakukannya akan mendapat balasan yang  setimpal dan adil. Ia tidak takut dengan celaan dan pujian yang membuat  merubah kejujuran. Kejujuran yang menjadi prinsip hidupnya. Kejujuran  dalam perkataan, perbuatan dan kemampuan. Jujur dengan kemampuan diri  sendiri akan memaksimalkan diri sendiri. Ia tidak akan memaksakan  dirinya untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan dan keterbatasannya.  Karena itu kejujuran memerlukan pemahaman diri. Siapakan dirinya  sebenarnya, seperti apa kemampuan yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Lawan dari kejujuran adalah kebohongan. Rasulullah SAW mengajarkan ummatnya untuk berhati-hati terhadap kebohongan, &lt;i&gt;“Sesunggguhnya kebohongan adalah satu diantara beberapa pintu kemunafikan”&lt;/i&gt;.  Seseorang yang melakukan kebohongan maka sebenarnya ia sedang berada  dalam proses membuka pintu kemunafikan. Selanjutnya Rasulullah SAW  berkata bahwa, ada tiga tanda-tanda orang yang disebut munafik :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;1. jika berkata, ia berdusta,&lt;br /&gt;2. jika berjanji, ia ingkar dan&lt;br /&gt;3. jika diberi amanah dan kepercayaan, ia berkhianat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ketika  seseorang berbohong dengan mudah dan dilakukannya tanpa beban, maka  berkata benar merupakan sesuatu yang sangat berat baginya. Sehingga  akhirnya hidupnya penuh dengan kebohongan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;Seorang  ayah yang jujur adalah sahabat yang baik bagi anak-anak yang tumbuh  dewasa. Ketika ayah salah di depan anak-anaknya, akan mengakui  kesalahannya. Ia tidak takut kesalahan yang diperlihatkannya akan  merusak martabat dirinya sebagai ayah. Akan tetapi koreksi dan kritik  dari anak-anaknya adalah salah satu bentuk komunikasi dan perhatian yang  positif dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black; line-height: 115%;"&gt;Salah  satu yang akan menghiasi syurga adalah sikap jujur. Ketidak jujuran  sering ditampilkan oleh orang-orang di sekitar anak. Dari penampilan  seorang aktor film sampai penambilan perilaku seorang politikus. Mereka  memberikan informasi yang mendorong anak untuk berbuat tidak jujur. &lt;/span&gt;Sebagian besar dari kita belum benar melakukan tentang bagaimana untuk meminta maaf dengan sejujurnya&lt;span class="google-src-text"&gt;.&lt;/span&gt;  Banyak yang masih percaya bahwa mengatakan "Saya minta maaf" adalah  cukup untuk memperbaiki semua kesalahan. Banyak orang bersalah yang  melakukan kesalahan, mengucapkan kata-kata untuk mengembalikan status  mereka sendiri, mengurangi hukuman atau menjaga loyalitas orang lain.  Sedangkan arti dari maaf itu sendiri tidak dia fahami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda bahwa kejujuran adalah sifat  penghuni syurga, sedangkan dusta adalah sifat penghuni neraka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;إِنَّ  الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى  الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا  وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي  إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"&lt;/span&gt;Sesungguhnya  kejujuran itu akan membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan  membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur maka ia  akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu akan  mengantarkan pada kejahatan. Dan sesungguhnya kejahatan itu akan  menggiring ke neraka. Seseorang yang memelihara kedustaan, maka ia akan  dicatat sebagai pendusta.&lt;span style="color: black;"&gt;"(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Allah SWT mengabadikan kemuliaan orang-orang yang benar dan jujur dalam beberapa firman-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable" dir="rtl" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 100%;" width="100%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ&lt;span style="color: #bb8833;"&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan  jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan,  maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (QS.  Al-Anfaal[8]:58)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="hizbsign1"&gt;۞&lt;/span&gt; قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ&lt;span class="waqfsign1"&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt;  لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا  الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ  مِّنَ اللَّهِ&lt;span class="waqfsign1"&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt;  وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ [٣:١٥]الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا  إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  [٣:١٦]الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ  وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Katakanlah:  "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian  itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan  mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal  didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta  keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Yaitu)  orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah  beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa  neraka," &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(yaitu)  orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan  hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS.  Ali-Imran[3]:15-17)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;QS. Al-Maidah[5]:119)&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Untuk  beristiqomah dengan kejujuran adalah sesuatu yang tidak mudah. Adanya  kepentingan sendiri dan dorongan serta tekanan dari luar menyebabkan  runtuhnya bangunan kejujuran yang menjadi prinsipnya. Anak-anak akan  mempunyai hati yang jujur dengan dimulai dari lingkungan keluarganya  yang penuh dengan bunga-bunga kejujuran. Suami jujur dengan istri ,  istri jujur dengan suaminya, orang tua jujur dengan anaknya, anak jujur  dengan orang tuanya. Ketika kejujuran menghiasi kehidupannya, maka  kebahagiaan akan dapat diraihnya. Akan tetapi ketika kebohongan  menghiasi kehidupannya, tekanan hati nurani yang hanif membuat hidupnya  tidak akan bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Apabila  anak terbiasa dengan kejujuran, maka ini akan terbawa ke mana pun dia  pergi dan dengan siapa pun dia bergaul. Kemudian ayah menguatkan  nilai-nilai kejujuran tersebut dengan pendidikan agama. Pemahaman agama  yang baik dan kuat akan mencegah si anak untuk melakukan hal-hal yang  dilarang agama dan masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Amerika  saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi yang besar. Depresi  besar-besaran banyak meninggalkan luka parah bagi warga Amerika.  Gelombang resesi ekonomi ikut melanda negara lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sekitar  15 juta orang Amerika sekarang tidak mempunyai pekerjaan. Ribuan orang  kehilangan rumah karena tidak mampu membayar cicilannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kalau  pun mereka mempunyai pekerjaan, perekonomian keluarganya dalam himpitan  beban hutang yang semakin menumpuk. Mereka terhimpit oleh hutang credit  card, hutang loan sekolah, hutang pembayaran cicilan rumah, hutang  cicilan mobil dan segala macam hutang-hutang lainnya. Pekerjaan tidak  ada, uang tidak ada, dan bahkan jutaan orang Amerika mengalami  kelaparan. Mereka terjebak oleh sistem kapitalis yang mereka ciptakan  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Di Amerika, sekarang sedang&amp;nbsp; muncul gelombang gerakan baru dengan nama &lt;b&gt;&lt;i&gt;New America Dream&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  yang dipelopori oleh Suze Orman. Seorang wanita kharismatik yang  perbengaruh di dunia. Ia salah satu penulis buku best seller&amp;nbsp; di  Amerika. Ia banyak menulis buku tentang bagaimana mengontrol keuangan  dengan baik, membimbing orang untuk dapat memanfaatkan keuangannya  dengan efisien. Dan "The Money Class" adalah buku terbaru yang ia tulis.  Buku yang ke-10 ini memberikan bimbingan kepada orang untuk lebih  mengambil kejujuran sebagai parameter penting dalam mengambil keputusan.  Dalam buku ini,&amp;nbsp; ia juga menekankan agar orang Amerika kembali ke  keluarganya. Nikmati segala kehidupan dengan memulainya dari keluarga  yang ia miliki. Lakukan semua keputusan dengan melibatkan semua anggota  keluarganya. Dan mengajak untuk meninggalkan Old America Dream yang  salah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Wanita  yang berumur sekitar 60 tahun ini mengisi program siaran di TV Amerika  dengan nama Money Class. Program ini termasuk salah satu program favorit  pemirsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ulasan-ulasan sederhana darinya tentang kejujuran diri, banyak membuka tabir sifat kemunafikan konsumen. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Para  pemirsa dibuat terkesima dengan apa yang disampaikannya. Padahal isinya  adalah hal sederhana yang dulu mungkin pernah mereka lakukan. Akan  tetapi karena mereka sudah berada jauh dari nilai-nilai itu, seolah-olah  konsep Orman adalah konsep yang mengajak untuk berfikir yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Prinsip  dari gerakan New Amerika Dream yang ia serukan adalah segala keputusan  dikembalikan kepada satu kata yang dibentuk oleh lima huruf, yaitu &lt;b&gt;T-r-u-t-h&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kalau  ingin sukses, manusia harus jujur dan memegang kejujuran itu dengan  sekuat-kuatnya. Termasuk jujur dengan kemampuan diri sendiri. Kejujuran  mempunyai prinsip yang sederhana. Lihat kondisi diri, setiap keputusan  dan langkah yang diambil sesuaikan dengan kemampuan diri. Old America  Dream adalah mengajak orang untuk berpacu mempunyai rumah yang lebih  besar, mobil yang lebih besar, dan uang yang lebih banyak. Semuanya  dipusatkan oleh satu kata “&lt;i&gt;more&lt;/i&gt;”. Ada ungkapan mereka, "more, and more and more again ...." Tidak akan merasa puas selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Semua  orang tergila-gila dengan kata itu. Sehingga terkadang tidak melihat  kemampuan diri, menjadi orang yang tidak jujur dengan apa yang ada di  dalam dirinya. Sifat konsumtif dipaksakan hanya agar kelihatan &lt;i&gt;keren&lt;/i&gt;, tanpa memandang bahwa dirinya sebenarnya tidak mampu membelinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Krisis  ekonomi Amerika yang dimulai tahun 2008 berawal dari krisis subprime  mortgage. Banyak kredit rumah yang gagal bayar dikarenakan permainan  yang tidak jujur dari pihak peminjam dan pemberi pinjaman. Selanjutnya,  bagai bola salju liar krisis subprime mortgage itu meruntuhkan  sendi-sendi perekonomian Amerika. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kalau kemampuannya hanya bisa membeli kacang goreng, maka tidak perlu harus berhutang untuk membeli roti keju.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kalau  kemampuannya hanya bisa naik mobil kelas angkot, maka tidak perlu  memaksa untuk memperoleh Kang Pajero dan Bang Mercy. Biarkan  teman-temannya berpesta dengan harta yang bergelimang banyak, karena  memang mereka mungkin mampu melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Menikmati ala kadarnya adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Kenikmatan dalam dahsyatnya buah kejujuran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Orang  yang tidak jujur dengan kemampuan diri akan lebih mudah memaksakan  diri. Dan akhirnya suatu saat ia terjatuh ke dalam kondisi di luar batas  kemampuan yang dimilikinya. Ia terjebak dalam kondisi yang tidak  mungkin kembali ke kehidupan yang realitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  kondisi semacam ini hanya tangisan dan penyesalan yang akan terjadi.  Berbicara tentang kejujuran, sebenarnya Rasulullah SAW sudah  mewanti-wanti sekitar 15 abad yang lalu. "Katakanlah yang benar walaupun  ia adalah pahit". Hadist ini sangat singkat, padat isinya dan sederhana  kata-katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kejujuran  adalah berat bagi orang yang tidak ingin sakit. Akan tetapi sangat  membahagiakan bagi orang yang siap sakit dan mampu menahan sakit. Hidup  di dunia yang penuh tipu muslihat sekarang ini, menjadikan kejujuran  adalah barang yang langka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Akibat  kejujuran terkadang harus menelan kepahitan. Bukan sanjungan yang ia  dapatkan, sebaliknya hinaan dan cercaan. Masih ingat dalam ingatan kita  beberapa tahun yang lalu, seorang ibu guru yang jujur di dalam ujian UN,  harus menelan pil pahit dengan nasibnya diujung proses PHK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Baru-baru  ini ada kisah menarik yang terjadi di Indonesia. Seorang wanita yang  katanya berparas cantik dengan posisi menejer Citibank di Indonesia  menggasak uang milik nasabahnya. Tidak tanggung-tanggung yang  diambilnya, 17 Milyar rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sekali  gasak dikabarkan bisa mendapatkan 2 Milyar rupiah. Untuk apa uang  sebanyak ini? Seandainya hanya memiliki 100 juta rupiah pun, bukankah  sudah cukup untuk hidup dengan makanan yang mewah dan lauk yang super  lengkap? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Belum  habis peristiwa Gayus dikupas, terdengar kabar seseorang yang menduduki  jabatan sebagai wakil Kepala Cabang Bank BNI Margonda, Simprug, Jakarta  Selatan membobol uang nasabahnya. Dunia terasa semakin tidak sempurna  dengan tabiat penghuni semacam ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Apakah yang menjadi pemantiknya? Sehingga mereka bisa bersifat mirip binatang ini? Memangsa milik dan hak orang lain?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Salah satu penyebabnya adalah mungkin mereka tidak jujur dengan kemampuan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Seperti  kata Suze Orman,&amp;nbsp; mereka adalah contoh manusia-manusia yang tidak  jujur. Hati nuraninya lemah. Mudah diombang-ambingkan oleh keadaan  sekelilingnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Kalau  yang lainnya punya rumah lebih besar, maka ia merasa harus punya. Kalau  yang lainnya punya mobil lebih mewah, maka ia juga bisa. Dan kalau yang  lainnya bisa jalan-jalan ke luar negeri, maka ia pun harus bisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Seorang  ayah sudah seharusnya mempunyai kejujuran. Jujur terhadap diri sendiri  dan keluarganya. Jujur terhadap kemampuan diri membawa keluarganya dalam  kondisi kenikmatan sejati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-2651098203701587864?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/2651098203701587864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=2651098203701587864&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/2651098203701587864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/2651098203701587864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/07/ayah-yang-jujur.html' title='Ayah Yang Jujur'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RdkEkXDoctI/Th5oyAucfjI/AAAAAAAAAsU/zyzMNYNhJmw/s72-c/father_hug_son_clip_art_7152.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-647091010237146828</id><published>2011-07-13T20:09:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T20:09:33.988-07:00</updated><title type='text'>Ayah Pelukis Masa Depan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Oleh: Muhammad Yusuf Effendi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sumber: Islamedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SAwEXcMzpoE/Th5di6Sag2I/AAAAAAAAAsM/i53V1dq4Jn0/s1600/father-and-son-rise.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://3.bp.blogspot.com/-SAwEXcMzpoE/Th5di6Sag2I/AAAAAAAAAsM/i53V1dq4Jn0/s320/father-and-son-rise.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span id="goog_559629395"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_559629396"&gt;&lt;/span&gt;Ayah  adalah pelukis kehidupan anaknya, dan akan menjadi bagian penoreh  sejarah kehidupannya. Bahkan keberhasilan anak yang menoreh sejarah yang  hebat, akan melibatkan peran ayah sebagai guru bagi anaknya. Setiap  gores pena kehidupan seorang ayah akan menampilkan bentuk kehidupan yang  akan dimiliki oleh anaknya kelak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masa  muda bagi anak adalah masa yang menyenangkan, masa mereka melihat hal  yang baru, dan mencobanya. Masa mereka mulai untuk mandiri memapaki  jalan hidupnya sendiri. Masa seorang anak mulai melakukan sesuatu yang  mirip dengan apa yang dapat dilakukan oleh ayahnya. George Bernard Shaw  mengatakan bahwa “&lt;i&gt;Masa muda adalah masa terindah; sayang sekali orang muda suka menyia-nyiakannya.&lt;/i&gt;”  Ayah adalah pengantar anak-anaknya untuk menghadapi masa muda dengan  hal-hal yang dapat mendatangkan manfaat. Prinsip berbagi manfaat yang  diajarkan Al-Quran kepada kita adalah, kebaikan yang dilakukan kepada  orang lain, pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya sendiri. Kitalah  yang akan lebih banyak menerima manfaat daripada orang yang menerima  pertolongan kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah SWT berfirman di surat Al-Isra’ ayat ke-7.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ&lt;span style="color: #bb8833;"&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا&lt;span style="color: #bb8833;"&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Jika  kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan  jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,”(QS.  Al-Isra’[17]:7)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karya  monumental terbesar dari seorang ayah dalam hidupnya adalah ketika ia  mampu membentuk anak-anak yang kuat dan soleh yang bermanfaat bagi ummat  ini. Mereka menjadi muslim yang kuat dan kokoh, menjadi duta  masyarakatnya dengan ilmu yang dimilikinya. Dari sahabat &lt;b&gt;Abu Hurairah RA&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Bersabda&lt;b&gt; &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;“Mu’min  yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan  masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang  bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan  merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah  “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa  yang Dia kehendaki pasti terjadi”&lt;/i&gt;&lt;i&gt;(&lt;b&gt;HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah SWT berfirman di surat An-Nisa yang ditujukan kepada orang tua,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;وَلْيَخْشَ  الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا  عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan  hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan  dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap  (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada  Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;”(QS. An-Nisa[4]:9)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dalam tafsirnya Ibnu Katsir mengatakan Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu ‘Abbas RA, ”&lt;i&gt;Ayat  ini berkenaan dengan seorang laki-laki yang meninggal, kemudian  seseorang mendengar ia memberikan wasiat yang membahayakan ahli  warisnya, maka Allah SWT memerintahkan orang yang mendengarkannya untuk  bertakwa kepada Allah serta membimbing dan mengarahkannya kepada  kebenaran.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keberhasilan  masa depan anak bukan karena umur atau kemampuan terbatas yang  dimilikinya. Ayahnya harus mampu mengayunkan kuas di atas kain kanvas.  Kecantikan lukisan dibentuk dari beberapa ayunan kuas yang banyak,  mereka seirama dan saling mengisi. Perpaduan warna yang indah disertai  gradasi warna yang anggun membentuk pelangi di langit. Warna biru dan  putih membentuk warna air di laut lepas. Warna hijau membentuk suasana  pepohonan yang berjajar terlihat anggun. Semua goresan kuas sang ayah  membentuk semua warna kehidupan si anak. Menari-nari mengikuti irama  kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9bbmJAD8lCE/Th5d1brav8I/AAAAAAAAAsQ/USl1mgi5bLU/s1600/Berdoa+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-9bbmJAD8lCE/Th5d1brav8I/AAAAAAAAAsQ/USl1mgi5bLU/s320/Berdoa+1.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masih  ingat cerita kesuksesan penyanyi Susan Boyle? Seorang ibu warga negara  inggris yang sudah berumur 47 tahun. Ia ingin merubah nasib hidupnya  dengan mengikuti kontes &lt;span class="long-title"&gt;Britains Got Talent  tahun 2009. Hari itu adalah tepat hari sabtu tanggal 11 April. Ibu yang  bakatnya diketahui oleh jagad raya setelah berumur 47 tahun ini,  akhirnya di babak final memang kalah dengan kelompok anak muda yang  menampilkan tarian mirip breakdance. Akan tetapi semangat perubahan,  tidak mengenal lelah, dan indahnya alunan suara yang keluar dari  mulutnya, membuat para hadirin terpana. Membuat inspirasi para ibu-ibu  usia senja di belahan dunia. Bahkan ada seorang juri yang berdiri dan  membuka mulutnya seakan-akan ingin mengucapkan Wow! Fantastic! Tahukah  anda, respon pertama kali dari orang-orang yang berada digedung Britains  Got Talent ketika ia tampil di podium dan ditanya oleh dewan juri,  berapa umur anda?&amp;nbsp; Jawabannya yang jujur 47 tahun, membuat para hadirin  yang melihat penampilan seorang ibu normal seperti ibu rumah tangga  kebanyakan sedikit meragukan kemampuan talennya. Mana mungkin ibu ini  sanggup bersaing dengan rifal-rifal lainnya, batin para hadirin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="long-title"&gt;Semua  orang tahu, bahwa Britains Got Talent adalah kancah anak-anak muda  berbakat yang ingin menduniakan bakatnya. Melejitkan kemampuannya untuk  menjadi artis dunia. Mereka harus melalui beberapa babak yang sulit  untuk bisa tampil di depan dewan juri. Tidak jarang mereka harus  berlatih keras berbulan-bulan untuk tampil sebagai peserta yang muncul  di layar tv. Terlihat dari kaca tv pada saat itu dari kursi hadirin,  beberapa anak perempuan muda yang menampilkan mimik wajah meragukan dan  bahkan terlihat mencemohkannya ketika mendengar jawaban Susan bahwa ia  berumur 47 tahun! Mereka saling berpandangan seakan-akan tidak percaya  seorang ibu berumur 47 tahun berani tampil dalam acara yang sangat sulit  untuk menang ini. Tahukah anda Susan berhasil melejitkan bakatnya pada  usia 47 tahun? Dan sekarang ia menjadi jutawan dan orang terkenal dalam  usia senjanya. Menjadi orang yang ditulis di media-media internasional  sebagai ibu yang berhasil dalam karir senjanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="long-title"&gt;Tahukah anda apa yang diucapkan oleh Susan ketika ia berhasil dalam kontes talennya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="long-title"&gt;"I don't believe it! I don't believe it! "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="long-title"&gt;Semua  orang termasuk seorang ayah kepada anaknya, terkadang tidak mengira  bahwa dengan bakat yang dianggap kecil, dapat merubah semua jalan  hidupnya.&amp;nbsp; Akan tetapi ketika lukisan sang ayah berhasil diselesaikannya  dengan baik, maka seorang ayah dan anak akan menemukan bakat anak yang  dimilikinya. Bukan saja bakat! bahkan kesuksesan hidup anaknya.  InsyaAllah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="long-title"&gt;Mengantarkan  anak menemukan kesuksesan dirinya adalah tugas mulia seorang ayah.  Memunculkan kesuksesan pada diri anak adalah suatu proses yang terkadang  tidak pendek. Tidak mustahil akan ditemukannya pada saat anak sudah  berumur dan ayah menjelang umur kematian. Proses penemuan ini memerlukan  ketekunan dan kekuatan kesabaran dari orang tuanya, khususnya adalah  ayahnya. Karena itu dalam melukis masa depan anak, bagi seorang ayah ada  tiga bekalan yang tidak boleh ditinggalkannya, yaitu sabar, sabar dan  sabar. Kesabaran itu terkadang pahit, akan tetapi manis buahnya.  Kesabaran&amp;nbsp; seprti yang dimiliki oleh Nabiullah Ya’kub AS ketika  menghadapi kejahatan kakaknya Yusuf AS dan hilangnya anak tercinta,  Yusuf AS. Kesabaran Ya’kub AS ini diabadikan oleh Allah SWT di dalam  Al-Quran surat Yusuf ayat 18.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ&lt;span style="color: #bb8833;"&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; قَالَ بَلْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا&lt;span style="color: #bb8833;"&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; فَصَبْرٌ جَمِيلٌ&lt;span style="color: #bb8833;"&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ&lt;/span&gt;&lt;span class="long-title"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata: &lt;/span&gt;‘&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya  dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka  kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon  pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan&lt;/span&gt;’”&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt; (QS. Yusuf[12]:18)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengetahuan  akan kebenaran dari seorang nabi tidak menjadikan Ya’kub AS menghardik  anak-anaknya. Ya’kub AS tahu bahwa walaupun ia mengatakan bahwa  anak-anaknya semua adalah pembohong dan sesungguhnya telah membuang  Yusuf AS, tetap saja anak-anaknya tidak akan mengakuinya. Pengetahuan  kenabian yang tidak diketahui oleh anak-anaknya, tidak menyebabkan  Ya’kub AS membela pendapatnya, “Pokoknya kamu salah, dan aku tahu aku  yang paling benar.” Akan tetapi Nabiullah Ya’kub AS justru menguatkan  kesabaran dengan mengucapkan, “&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;”  Subhanallah. Seorang tipe ayah yang tetap dengan kebenaran dan  kesabaran walaupun sulit menunjukkannya langsung kepada anak-anaknya.  Akan tetapi semua ini akan dijawab oleh Allah SWT yang mengetahui dan  mengatur segala sesuatu yang terjadi di jagad raya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-647091010237146828?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/647091010237146828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=647091010237146828&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/647091010237146828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/647091010237146828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/07/ayah-pelukis-masa-depan-anak.html' title='Ayah Pelukis Masa Depan Anak'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SAwEXcMzpoE/Th5di6Sag2I/AAAAAAAAAsM/i53V1dq4Jn0/s72-c/father-and-son-rise.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5748890470182543468</id><published>2011-02-21T20:49:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T20:49:46.714-08:00</updated><title type='text'>Saya Anti Demokrasi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;*)Sumber : Buku Emha&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.goodreads.com/book/&lt;/a&gt; show/1380373.Iblis_Nusantara_ Dajjal_Dunia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GaRjBmWA7zw/TWNAJjZnLbI/AAAAAAAAAr0/dXq_g4kpomw/s1600/do%2527a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-GaRjBmWA7zw/TWNAJjZnLbI/AAAAAAAAAr0/dXq_g4kpomw/s320/do%2527a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau  ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek,   dan  Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya    diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas -asalkan yang    mayoritas bukan yang selain Islam-, harus mengalah dan wajib kalah.    Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan  mayoritasnya   Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya  Kristen dan   minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar  namanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau   Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah  Islam. Kalau Palestina banyak   teroris, yang salah adalah Islam. Kalau  Saddam  Hussein nranyak, yang  salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda  menjajah  Indonesia 350 tahun,  yang salah bukan Kristen. Kalau Amerika  Serikat  jumawa dan adigang  adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang  salah bukan  Kristen. Bahkan  sesudah ribuan bom dihujankan di seantero  Bagdad,  Amerika Serikatlah  pemegang sertifikat kebenaran, sementara  yang salah  pasti adalah Islam.  "Agama" yang paling benar adalah  demokrasi. Anti  demokrasi sama dengan  setan dan iblis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cara  mengukur siapa dan  bagaiman yang  pro dan yang kontra demokrasi,  ditentukan pasti bukan oleh  orang Islam.  Golongan Islam mendapat jatah  menjadi pihak yang diplonco  dan dites  terus menerus oleh  subyektivisme kaum non-Islam. Kaum Muslimin   diwajibkan menjadi  penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia.   Dan untuk  mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan   kecurangan  informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.    Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia,  mendapatkan   previlege dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan  membaca   Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW,  melainkan   dengan menilai dari sudut pandang mereka. Maka kalau penghuni  peradaban   global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi  terhadap   Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai  anti-demokrasi   karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika  Serikat di   berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya  nilai,   sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di    Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang    karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki    wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai    Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa    lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali    bikin yang etnis 'gitu...". Lho kok Arab bukan etnis? Bukan. Nada-nada    arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai    warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama    sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam, menjadi bukan kolak,   bukan  sambal, dan bukan lalap. Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu   puji-puji  atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial   namanya.  Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...",   itu  universal namanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-njr_Ydm7ih8/TWNAWnvCrUI/AAAAAAAAAr4/Hv9KG9vYuqg/s1600/ilustrasi-zuhud_thumb.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-njr_Ydm7ih8/TWNAWnvCrUI/AAAAAAAAAr4/Hv9KG9vYuqg/s1600/ilustrasi-zuhud_thumb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahasa jelasnya begini: apa saja,   kalau  menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh,   ketinggalan  jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk   jamaah  peradaban dunia. Itulah matahari baru yang kini masih  semburat.  Tetapi  kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq  dan penuh  dhonn  kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perlakuan-perlakuan    curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di  kalbu   jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum  Muslimin itu   bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau  tidak mau   terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem  peradaban  yang  dominan dan tak ada kompetitornya. "Al-Islamu mahjubun   bil-muslimin".  Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam   sendiri.  Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau   pada suatu  momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemerintah    Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi  penanganan   antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang  pleno' yang   transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab  kalau tidak,   berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk  peperangan di   masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5748890470182543468?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5748890470182543468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5748890470182543468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5748890470182543468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5748890470182543468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/02/saya-anti-demokrasi.html' title='Saya Anti Demokrasi'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GaRjBmWA7zw/TWNAJjZnLbI/AAAAAAAAAr0/dXq_g4kpomw/s72-c/do%2527a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-1273788340987095091</id><published>2011-02-16T23:24:00.000-08:00</published><updated>2011-02-16T23:24:05.026-08:00</updated><title type='text'>Aku Rindu...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;17 February 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qkDoEj4p38I/TVzM8Dro-FI/AAAAAAAAArw/_2H0fEORtfo/s1600/Ibu+%2526+Bapak+bacground+Kakbah+22.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/-qkDoEj4p38I/TVzM8Dro-FI/AAAAAAAAArw/_2H0fEORtfo/s200/Ibu+%2526+Bapak+bacground+Kakbah+22.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Senja kala sang surya bersiap ke peraduan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meninggalkan bayang-bayang sepanjang jalan berbatu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Hari mulai gelap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Gelap karena malam menjelang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Pula karena tertutup bayang-bayang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku teringat…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana wajah ibu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku teringat pula…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana tutur kata ayahku disaat merindu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;‘Haru…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Selalu saja aku terharu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Rindu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Selalu saja aku merindu…’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air tampak tenang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak satupun perahu bergeming&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan tak banyak pula suara terdengar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya nyanyian alam sederhana dan selebihnya hening&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku teringat…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana wajah ibu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku teringat pula…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana tutur kata ayahku disaat merindu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Tersenyum…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selalu saja ibumu tersenyum…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syahdu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Selalu saja ibumu bersenandung lirih nan syahdu…’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Aku teringat…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Di tempat itu mereka selalu bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Selalu menguatkan satu sama lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Bahu membahu merajut masa depan ‘kami’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku teringat…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di rumah itu mereka membekali ‘kami’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan goresan-goresan yang begitu berarti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan akan selalu berarti di sepanjang hamparan hidup ‘kami’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Ayah… Ibu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Aku rindu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Aku rindu semua itu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Aku rindu bagaimana engkau membelai rambutku…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku rindu kebersamaan kita…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mungkin bukan cuma aku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi kami semua…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kami semua rindu kebersamaan itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kami semua rindu rumah itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kami semua rindu tanah itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Seberapapun jauh kami terbang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Seberapapun banyak beban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Seberapapun harapan kami pada pencapaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Kami tetap merindu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Dan, rindu ini adalah rasa yang terbaik dalam hidup kami…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Ibu… seuntai doa untukmu selalu kami panjatkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Agar engkau bahagia di ‘sana’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayah… semoga kita bisa lebih banyak waktu untuk bersama…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saling menguatkan satu sama lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walaupun tak seperti bagaimana ibu menguatkan engkau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku akan selalu berusaha…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Ayah… Ibu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Aku rindu…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-1273788340987095091?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/1273788340987095091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=1273788340987095091&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/1273788340987095091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/1273788340987095091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2011/02/aku-rindu.html' title='Aku Rindu...'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qkDoEj4p38I/TVzM8Dro-FI/AAAAAAAAArw/_2H0fEORtfo/s72-c/Ibu+%2526+Bapak+bacground+Kakbah+22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5722795973616566374</id><published>2010-12-01T16:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T16:24:46.201-08:00</updated><title type='text'>Menghadapi 8 Karakter Negatif dan Solusinya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Vivanews&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TPbm-6B_DlI/AAAAAAAAArM/ieHypji7WgY/s1600/Waterfall1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TPbm-6B_DlI/AAAAAAAAArM/ieHypji7WgY/s320/Waterfall1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa.  Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki  karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau  tidak sabar.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting.  Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih  serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times  of India.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Memelihara masa lalu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat'  kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan  kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang  berada di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Mengasihani diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa  menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini  terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Munafik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang  yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia  muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang  Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang  lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada  Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Selalu negatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Paling sempurna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada  orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai  orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Bangga mengumbar rahasia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Frustasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan  melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka  mengambil kesimpulan yang irasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Sang Komentator&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan  orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5722795973616566374?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5722795973616566374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5722795973616566374&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5722795973616566374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5722795973616566374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/12/menghadapi-8-karakter-negatif-dan.html' title='Menghadapi 8 Karakter Negatif dan Solusinya'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TPbm-6B_DlI/AAAAAAAAArM/ieHypji7WgY/s72-c/Waterfall1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-8068982025679315562</id><published>2010-10-31T21:35:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T21:35:36.785-07:00</updated><title type='text'>Pembunuhan Karakter Yang Sangat Kejam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harusnya, para orangtua menanamkan pada anak-anak orientasi hidup yang kuat dan bersifat spiritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;b&gt;Mohammad Fauzil Adhim&lt;/b&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM5DRQCQfpI/AAAAAAAAArE/KezjdkuT2Rw/s1600/Gurun+9210.BMP" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM5DRQCQfpI/AAAAAAAAArE/KezjdkuT2Rw/s320/Gurun+9210.BMP" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;RABU&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;,  11 Oktober tahun 2006, seorang juri yang disebut ustadz berkata kepada  salah satu kontestan Pildacil yang baru saja usai memberikan  “tau­shiyah”. Juri ini berkata, “Kamu terbaik saat ini. Ini yang  diinginkan juri. Beberapa tahun ke depan, rumah dan mobil kamu akan  mewah. Kamu juga akan bisa membangun masjid.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Fantastis. Sebuah  “nasihat” yang membuat miris, sehingga tak cukup hanya dijawab dengan  tangis. Sebuah “nasihat” yang seharusnya membuat orangtua ngeri  membayangkan masa depan anak-anaknya, kecuali jika pertanyaan yang  menguasai benak kita tentang anak-anak adalah apa yang akan mereka makan  sesudah kita tiada. Bukan apa yang mereka sembah, sehingga apa pun yang  mereka kerjakan hanya untuk Allah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;subhanahu wa ta’ala.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Bukan­kah Allah Ta’ala sudah berfirman?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;“Katakanlah:  "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah,  Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang  diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama  menyerahkan diri (kepada Allah)".” &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;(Al-An’aam: 162-163).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Inilah  orientasi hidup yang perlu kita hunjamkan ke dada anak-anak kita. Kita  hun­jamkan keinginan untuk menolong agama Allah ke dalam hati mereka  sekuat-kuatnya. Se­moga dengan itu, ia menjadi orang yang ikhlas dalam  memberikan hartanya, hidupnya, dan dirinya bagi agama ini. Sesungguhnya,  amal itu bergantung pada niat. Jika anak-anak itu ke­lak menyembah  Allah karena mengharap dunia, maka mereka tidak akan memperoleh  akhi­rat. Sedangkan dunia belum tentu mereka dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Na’udzubillahi min dzaalik.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Adapun  jika mereka membaktikan shalat, ibadah, hidup dan matinya untuk Allah  semata-mata, maka sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Insya Allah mereka akan mampu menggenggam dunia dengan tangan kanannya,  sedangkan di akhirat menanti surga yang penuh barakah. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Allahumma amin&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kuatnya  orientasi hidup inilah yang harus menjadi perhatian kita; para orangtua  dan pendidik di sekolah. Bahkan seandainya yang kita inginkan dari  mereka adalah kesuksesan karier di dunia ini, kita harus menanamkan pada  anak-anak kita orientasi hidup yang kuat dan bersifat spiritual. Dalam  tulisannya yang bertajuk&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Educational Psychology Interactive&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  (2000), W. Huitt menunjukkan bahwa seorang brilliant star (bintang  brilian) –istilah Huitt tentang me­reka yang memiliki prestasi luar  biasa melebihi orang-orang sukses pada umumnya—biasa­nya memiliki ciri  spiritual yang sangat khas, yakni &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;disciple &amp;amp; devout&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Disciple&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  berarti ia sangat percaya pada gagasan atau ajaran seorang pemimpin  besar atau guru spiritual. Sedangkan devout menunjukkan ketaatan yang  sangat kuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Masih menurut riset W. Huitt. Seorang &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;brilliant star&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  juga memiliki ciri sosial yang tran­senden. Apapun yang ia lakukan di  masyarakat adalah dalam rangka mewujudkan perintah Tuhan di muka bumi  dan menjadi pelayan yang rendah hati bagi ummat manusia. Ia berbuat  banyak, bahkan melampaui yang bisa dilakukan orang lain, tetapi selalu  merasa belum ber­­buat apa-apa yang pantas bagi orang lain. Ia banyak  memberi manfaat, tetapi selalu merasa apa yang dilakukan belum cukup  untuk mensyukuri nikmat Allah&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; ‘Azza wa Jalla.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Apa yang bisa kita petik dari catatan Huitt tentang&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; bril­liant star&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;?  Kunci paling pokok untuk mengantarkan anak meraih sukses adalah  membentuk jiwanya, membangun motivasinya, membakar semangatnya, dan  mengarahkan orientasi hidupnya semenjak dini. Kita bakar semangatnya  untuk bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik demi sebuah idealisme  yang buah­nya ada di surga. Kita tumbuhkan pada dirinya orientasi hidup  yang bersifat spiritual sejak usia kanak-kanak. Kita bangkitkan  cita-cita untuk menjadi orang yang paling banyak memberi manfaat bagi  agama ini dengan harta dan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ini semua merupakan akar  motivasi. Di sekolah, hal-hal yang bersifat motivasional tersebut secara  keseluruhan termasuk bagian dari dasar-dasar berpengetahuan (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;the basic of knowing&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;);  bagian penting pendidikan yang harus kita bangun pada para peserta  didik di jen­jang sekolah dasar, terutama kelas satu sampai tiga.  Mudah-mudahan dengan itu anak kita memiliki motivasi intrinsik yang  kuat. Bukan motivasi ekstrinsik, yakni tergeraknya seseorang melakukan  sesuatu karena dorongan dari luar. Bukan karena merasa apa yang  dilakukannya itu baik dan memang seharusnya dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jika  motivasi intrinsik memiliki akar&amp;nbsp; yang kuat sehingga sulit diruntuhkan,  maka motivasi ekstrinsik justru mudah patah tanpa perlu kita patahkan.  Semakin intrinsik motivasi seseorang, semakin kuat daya tahannya  melakukan sesuatu dengan penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Pada masa kanak-kanak,  motivasi masih dalam proses perkembangan. Fase pemben­tukan yang paling  penting berada pada rentang usia 0-8 tahun. Selanjutnya, usia 9-12 tahun  merupakan fase penguatan. Secara umum, anak-anak mencapai kemapanan  motivasi pada usia dua belas tahun. Artinya, pada usia ini motivasi anak  cenderung stabil, meskipun masih ada kemungkinan berubah. Jika pada  usia-usia sebelumnya orangtua dan guru secara terus-menerus membangun  motivasi intrinsiknya, insya-Allah pada usia ini kuatnya motivasi su­dah  menjadi karakter anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Nah, apakah yang ditawarkan di acara yang  bernama Pildacil? Anak-anak dilatih menirukan ceramah –bukan  mengekspresikan gagasan secara alamiah—untuk meraih mimpi-mimpi tentang  uang yang berlimpah, umroh gratis dan bahkan sekaligus ambisi punya  rumah mewah seperti komentar juri yang saya kutip di awal tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Lalu,  akan kita bawa ke mana anak-anak kita jika di usianya yang masih sangat  belia, sudah sibuk mendakwahkan agama untuk meraih dunia? Padahal, hari  ini mereka seharusnya membangun motivasi yang kuat, budaya belajar yang  kokoh, integritas yang tinggi, dan visi besar yang bernilai spiritual. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam bishawab.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Di  luar itu semua, ada beberapa hal yang memprihatinkan bagi perkembangan  mereka di masa mendatang, terutama jika mengingat bahwa tidak mungkin  mereka bisa tampil di Pildacil kecuali karena ada potensi besar pada  diri mereka. &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;, jika melihat cara mereka berbicara  dan sorot matanya saat tampil, tampak betul bahwa mereka bukan sedang  mengekspresikan gagasan. Tetapi mereka sedang belajar mengambil jalan  pintas. Mereka menjadi kaset yang diputar ulang. Materi ceramah dan gaya  berbicara, tidak sedikit yang menunjukkan bahwa bukan diri mereka yang  tampil. Barangkali tidak disadari, cara seperti ini merupakan pembunuhan  karakter positif anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;, di saat anak-anak  harus belajar beramal dengan ikhlas dan gigih berusaha, mereka melihat  kenyataan bahwa yang membuat mereka hebat bukan usaha keras mereka untuk  berbicara dengan sebaik-baiknya, tetapi seberapa banyak SMS yang masuk  untuk dia. Di banyak tempat, pembunuhan karakter berikutnya terjadi:  dari orangtua, pejabat pemerintah hingga pemuka agama yang tidak  visioner berlomba mengeluarkan dana sekaligus menyeru untuk berkirim SMS  sebanyak-banyaknya. Sekali lagi, anak belajar praktek manipulasi.  Pada­hal orang dewasa pun seharusnya tetap belajar untuk secara jujur  mengakui keutamaan orang lain dan berusaha mengambil pelajaran dari  orang lain yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dampak lebih jauh dari praktek  manipulasi suara –sebagian orangtua bahkan sampai menjual harta berharga  untuk mendongkrak perolehan SMS—masih sangat panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tetapi  belum cukup kuat hati saya untuk membahasnya saat ini. Semoga Allah  berikan kepada saya kekuatan untuk menulis yang lebih tuntas di waktu  mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;, anak-anak yang seharusnya belajar membangun visi hidup dan orientasi spiritual, justru kehilangan e&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;lan vital&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  (daya hidup) untuk terus mencari ilmu dengan sebaik-baiknya karena  fokusnya justru bagaimana menarik perhatian publik. Bukan menyampaikan  apa yang baik. Bukankah apa yang harus disampaikan sudah dilatihkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tiga  hal ini hanyalah sebagian alasan mengapa kita harus menahan diri agar  tidak menjerumuskan anak-anak kita ikut Pildacil. Terlalu kecil harga  yang mereka terima untuk sebuah kehilangan yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Anak-anak  itu sangat luar biasa potensinya. Alangkah besar manfaat yang bisa  dipetik oleh agama dan ummat manusia jika kita memilih membangun  kekuatan jiwa, aqidah, iman, akal budi dan kegigihannya saat ini  sehingga kelak mereka bisa memberi kebaikan yang sebesar-besarnya.  Betapa pun, harus kita akui dengan jujur, Pildacil sama sekali bukan  untuk melakukan pembibitan generasi Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Pildacil adalah bisnis dan hiburan, karena hanya inilah kamus yang dikenal oleh TV!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-8068982025679315562?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/8068982025679315562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=8068982025679315562&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8068982025679315562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8068982025679315562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/10/pembunuhan-karakter-yang-sangat-kejam.html' title='Pembunuhan Karakter Yang Sangat Kejam'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM5DRQCQfpI/AAAAAAAAArE/KezjdkuT2Rw/s72-c/Gurun+9210.BMP' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5934547420342956036</id><published>2010-10-31T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T19:20:10.715-07:00</updated><title type='text'>Kurangi Balita Nonton TV</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah.com &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;American Academy of Pediatrics, merekomendasikan pembatasan nonton TV untuk anak pra sekolah, hanya satu jam saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4jy1u_SRI/AAAAAAAAAqs/ygFS_x6N0Yg/s1600/bayi-nonton.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4jy1u_SRI/AAAAAAAAAqs/ygFS_x6N0Yg/s320/bayi-nonton.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Televisi  menjadi penyelamat banyak ibu dan para pengasuh saat mengasuh balita.  Tidak percaya? Simak saja saat si kecil sibuk berlarian di waktu makan,  cara termudah membuatnya duduk diam adalah dengan televisi. Anak terus  membuntuti Anda sambil bertanya ini dan itu, 'pergilah menonton tv' bisa  jadi kalimat ampuh untuk menjauhkan anak Anda tanpa rasa bersalah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Seperti diberitakan di&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; livescience&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;,  sebuah penelitian terbaru di Amerika menemukan bahwa anak-anak terlalu  banyak menonton televisi, bahkan beberapa di antaranya lebih dari 5 jam  per hari. Rasanya jika penelitian itu dilakukan di Indonesia, maka  hasilnya mungkin akan lebih mencengangkan. Menonton televisi 3 jam,  dilanjutkan main video game selama 2 jam, berkutat dengan komputer  selama 1 jam, misalnya. Padahal berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan  American Academy of Pediatrics, pembatasan paparan layar televisi untuk  anak pra sekolah adalah satu jam saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Rekomendasi  tersebut juga berdasar pada sebuah penelitian tentang hubungan waktu  paparan dengan efek negatifnya, yaitu lambat bicara, obesitas,  berpotensi memiliki perilaku agresif dan menunjukkan penurunan kemampuan  akademik. Studi tersebut dipimpin oleh Dr. Pooja Tandon dari Seattle  Children's Research Institute dan University of Washington, yang  kemudian dipublikasikan melalui &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Journal of Pediatrics.&lt;/i&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Studi  melibatkan 9000 anak usia pra sekolah, yaitu 4 sampai 5 tahun, bersama  dengan kedua orang tua dan pengasuhnya. Anak-anak tersebut dikelompokkan  sesuai dengan cara pengasuhan, yaitu bersama pengasuh di rumah sendiri  atau dititipkan ke saudara, di penitipan anak, di penampungan anak yang  kurang mampu, dan yang diasuh oleh orang tuanya saja di rumah. Mungkin  yang perlu kita cermati adalah cara pengasuhan bersama pengasuh dan yang  dirawat sendiri oleh orang tua mereka, seperti yang banyak dilakukan di  Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Hasilnya, mereka yang diasuh di  rumah menghabiskan waktu di depan layar selama lima setengah jam per  hari dan mereka yang bersama orang tuanya menghabiskan waktu sekitar 4  jam per hari. Hal ini menunjukkan anak leluasa untuk menyalakan televisi  kapan saja saat berada di rumahnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Penyebabnya  bisa ditebak. Selain televisi berperan sebagai babysitter, para orang  tua juga merasa lebih aman anak-anaknya di depan televisi seharian  daripada keluar rumah untuk beraktivitas bersama teman-temannya. Alasan  ini juga tidak bisa dianggap sebagai kesalahan, mengingat berbagai  alasan sosial mendasari orang tua untuk bersikap demikian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh  karena itu, Dr Tandon memberikan solusi bukan untuk meniadakan sama  sekali televisi bagi anak pra sekolah, namun untuk mengurangi durasi  mereka di depan televisi. Solusi pertama adalah dengan menggunakan DVD  ketimbang siaran televisi khusus anak-anak, karena durasinya lebih bisa  dibatasi. Kedua, matikan televisi saat makan, belajar dan saat istirahat  siang. Ketiga, jangan sediakan televisi di kamar mereka. Keempat,  biasakan untuk membatasi durasi nonton televisi dari mereka kecil.  Kelima, isi kegiatan anak saat berada di rumah agar si kecil tidak  merasa bosan dan kemudian menyalakan televise.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5934547420342956036?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5934547420342956036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5934547420342956036&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5934547420342956036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5934547420342956036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/10/kurangi-balita-nonton-tv.html' title='Kurangi Balita Nonton TV'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4jy1u_SRI/AAAAAAAAAqs/ygFS_x6N0Yg/s72-c/bayi-nonton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-9132672821893833003</id><published>2010-08-09T21:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T21:56:29.141-07:00</updated><title type='text'>The Dark And The Bright Side of Video Game</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.ngemongbareng.blogspot.com/"&gt;ngemongbareng.blogspot.com &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TGDbfcv8ckI/AAAAAAAAApo/vjsqCjJfYQ0/s1600/anaktakutkomputer150.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TGDbfcv8ckI/AAAAAAAAApo/vjsqCjJfYQ0/s320/anaktakutkomputer150.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Masih terbayang jelas di ingatan saya, kebiasaan bermain games komputer beberapa puluh tahun yang lalu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Namanya&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Sim&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;.  Dalam permainan itu kita ditantang untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya  populasi di sebuah kota dengan cara membuat kota menjadi sangat menarik  untuk dihuni. Begitu intensnya saya bermain, sehingga kuliah jadi  terbengkalai, badan kurus karena tidak peduli dengan urusan makan, dan  agak terisolasi secara sosial. Hal lain yang mendera adalah rasa nyeri  di tangan dan siku yang baru hilang setelah tidak main lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Lalu  saya mikir-mikir…kalau saya yang waktu itu hitungannya sudah tergolong  dewasa aja bisa sangat senang main komputer games seperti itu, apalagi  anak-anak ya…banyak orang tua yang mengeluh bahwa anaknya kalau sudah  bermain game, tetap bergeming meskipun dipanggil orangtua atau diminta  belajar. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tapi ada juga orangtua yang sengaja  membelikan peralatan video games portable supaya anak tidak mengganggu  kegiatan orangtua yang lagi meeting atau sibuk urusan lainnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Diberi permainan ini anak akan diam dan tidak akan pergi jauh-jauh sehingga mudah diawasi… (kasihan dech tuh anak).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt; Apa Dengan Video-games (AADV) ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Adalah  fakta yang tak terbantahkan bahwa berbagai jenis permainan khususnya  video games sangat disukai oleh kebanyakan anak-anak. Sementara di sisi  lain orangtua kerap mengalami kesulitan mengendalikan anak kalau sudah  bermain video game Sampai saat ini memang masih ada pro dan kontra  terhadap manfaat atau efek dari jenis permainan video games terhadap  anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Beberapa  penemuan terakhir mengisyaratkan bahwa tidak semua video games  berakibat negatif karena ada juga juga hal-hal positif dari video games  yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan yang menyangkut intelegensi  maupun psikologis anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TGDb2w8VZ0I/AAAAAAAAApw/rsBACFhMVi0/s1600/IMG0144A.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TGDb2w8VZ0I/AAAAAAAAApw/rsBACFhMVi0/s200/IMG0144A.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Polling  yang dilakukan di radio Delta FM beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa  kebanyakan orangtua merasa video games lebih banyak memberi pengaruh  negatif ketimbang manfaat positifnya. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bahkan ada  yang curi-curi bermain Championship Manager pada waktu istrinya sedang  tidur. Sang ayah mulai bermain sekitar jam 11 malam sampai jam 3 pagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jadi  bukan permainannya yang dikhawatirkan, tapi efek kecanduan dari  permainannya itu yang membuat banyak orangtua akhirnya bersikap negatif  terhadap video games.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Apa efek negatif dari Video Games ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span&gt;  yang mengatakan bahwa bermain video games secara perlahan-lahan bisa  menumpulkan rasa empati pada anak karena dia akan terbiasa melihat  bahkan bermain dengan unsur-unsur kekerasan. Akibatnya berbagai  kekerasan seperti memukul, menembak atau membunuh akan dianggap hal yang  wajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Efek  negatif lain adalah mengurangi pergaulan sosial anak. Anak jarang  bergaul dengan teman-temannya dan lebih suka menyendiri (asosial).  Paling jauh mereka akan bermain dengan teman-temannya yang menyukai  games yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Video  game merupakan permainan yang sangat interaktif dan pengaruhnya lebih  dahsyat dari televisi. Agresi yang ditawarkan pada anak-anak lebih kuat  dibandingkan tontonan di TV. Dalam permainan ini anak tidak sekedar  melakukan observasi pasif tapi turut berperan aktif dalam menentukan isi  permainan. Padahal menurut psikolog dari Universitas Stanford, Albert  Bandura, respons agresif bukan turunan, tetapi terbentuk dari  pengalaman. Beberapa permainan tertentu memang diyakini dapat memicu  agresi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Hal  negatif lain adalah bahwa prestasi belajar bisa menurun karena  berkurangnya waktu untuk belajar dan kelelahan karena terkuras  konsentrasinya untuk bermain game.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu  frekuensi komunikasi dengan keluarga menjadi berkurang atau terganggu  karena anak akan lebih suka berkomunikasi dengan permainannya daripada  dengan orang tuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Ih ngeri ah, lalu memang ada manfaat positif dari main video games ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Video  games dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan bukan sekedar  hiburan, seperti meningkatkan kecerdasan, kreativitas serta kemampuan  untuk mengambil keputusan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebagai  media untuk mengembangkan wawasan anak (seperti permainan yang  dilakukan secara interaktif, misal: kalau ada kebakaran apa yang harus  ia lakukan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Merupakan  hiburan yang menyediakan fun dan bisa menurunkan stress anak. Di sisi  lain diskusi tentang cara bermain video games tertentu bisa membuka  peluang untuk mengembangkan keterampilan interpersonal&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Membangun spirit persaingan, teamwork dan kerja sama ketika dimainkan dengan gamer-gamer lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Membuat  anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi – terutama anak  perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak cowok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik &lt;/span&gt;&lt;span&gt;à&lt;/span&gt;&lt;span&gt; waktu reaksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dapat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;membuka  wawasan, menambah pengetahuan, meningkatkan kemampuan dan juga atensi  terhadap objek-objek yang dilihat (atensi visual). &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Oleh karena itu, lebih tepat apabila dikatakan bahwa &lt;u&gt;waktu yang dihabiskan&lt;/u&gt; dan &lt;u&gt;jenis permainan&lt;/u&gt; video game-lah yang dapat berdampak buruk pada anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Apa sih daya tarik Video games bagi anak remaja hingga menyebabkan kecanduan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Karena berisi gambar-gambar bergerak yang penuh &lt;u&gt;warna&lt;/u&gt;, situasi yang &lt;u&gt;menantang dan kompetitif&lt;/u&gt;,  tingkat kesulitan yang beragam, serta adanya interaksi online dengan  para pemain lain, merupakan beberapa hal yang menjadikan video games  menjadi sangat menarik dan menyenangkan, hingga semakin banyak orang  menghabiskan banyak uang dan waktu berjam-jam untuk memainkannya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span&gt; kemungkinan mengulang dari awal dan tetap aman&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Rasa penasaran ingin melewati limit (perasaan tidak puas)&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Apa saja ciri-ciri anak kecanduan video games?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Terus  menerus memikirkan kegiatan bermain video game, bahkan ketika sedang  belajar atau mengerjakan PR, sehingga anak jadi tidak dapat  berkonsentrasi dengan apa yang sedang dilakukannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Lamanya  waktu bermain video game semakin bertambah. Anak tidak pernah merasa  cukup dan puas bermain video game, sehingga jumlah waktu yang dihabiskan  semakin meningkat dari hari ke hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ingin mengurangi atau berhenti bermain video game tapi tidak berhasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Gelisah atau lekas marah ketika dilarang bermain video game.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bermain  game untuk melarikan diri dari masalah atau untuk menghilangkan  perasaan tidak nyaman (seperti rasa takut, khawatir, frustrasi, sedih,  rasa bersalah, rasa tidak mampu, tidak berdaya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Setelah  kalah, anak tidak berhenti bermain, bahkan penasaran ingin terus  bermain dengan harapan mungkin di kesempatan kali ini bisa menang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Berbohong kepada orang tua atau orang lain mengenai penggunaan video game. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tidak  peduli melakukan tindakan yang melanggar aturan asalkan bisa bermain  video game (tidak peduli terhadap hukuman apapun yang diberikan),  misalnya membolos atau mencuri uang demi untuk bermain video game. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Lebih memilih bermain video game daripada berkumpul atau berkegiatan bersama keluarga, teman, atau berolahraga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Meminta uang kepada orang lain untuk membiayainya bermain video game&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Bagaimana cara mengatasi kecanduan game pada anak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Buat kesepakatan sejak awal, misal membatasi waktu anak bermain game sehari-harinya, yaitu maksimal 2 jam per hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Disiplin dan pengawasan orang tua mutlak dilakukan. Cerewet tidak apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Berikan waktu luang dan perhatian yang banyak kepada anak-anak Anda&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Orang  tua harus lebih selektif dalam mencarikan mainan untuk anak-anaknya.  Sebisa mungkin permainan yang memunyai unsur edukatif, bukan permainan  yang memertontonkan adegan kekerasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebaiknya tidak menaruh peralatan video game atau komputer di kamar tidur anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Jika  sudah terlanjur kecanduan, ya putuskan saja. Pasti ada gejala sakaw  sebentar, tapi setelah itu akan normal. Jadilah konsisten dan tega dalam  situsi ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-9132672821893833003?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/9132672821893833003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=9132672821893833003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/9132672821893833003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/9132672821893833003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/08/dark-and-bright-side-of-video-game.html' title='The Dark And The Bright Side of Video Game'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TGDbfcv8ckI/AAAAAAAAApo/vjsqCjJfYQ0/s72-c/anaktakutkomputer150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-366722800290725102</id><published>2010-08-08T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T19:37:01.433-07:00</updated><title type='text'>Antara Orang Tua, Anak dan Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Artikel ini diambil dari blog Bobby Hartanto; www.ngemongbareng.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Masih ingat buku apa yang paling berkesan untuk Anda ? &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TF9pfDwZ_HI/AAAAAAAAApg/KsuO3_N8LDQ/s1600/komunikasi-299x240.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TF9pfDwZ_HI/AAAAAAAAApg/KsuO3_N8LDQ/s320/komunikasi-299x240.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya  masih ingat betapa saya sangat ingin berubah setelah membaca sebuah  buku pelajaran (mata pelajaran PKK). Di situ ada seorang tokoh yang  seusia dengan saya dan diceritakan sebagai anak yang rajin dan pintar.  Bangun pagi, beresin tempat tidur, nyapu halaman, makan, sekolah,  belajar, dan seterusnya. Pokoknya perfect banget dech!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Waktu itu saya sangat terinspirasi dan ingin meniru sang tokoh  tersebut. Saya lalu mulai dengan berusaha bangun pagi dan selalu  membereskan kamar serta menjaga kerapihan barang-barang. Orangtua sampai  heran dengan perubahan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Juga masih terbayang jelas di ingatan saya buku komik wayang yang  dibelikan oleh orangtua saya. Pengarangnya RA Kosasih. Ceritanya mulai  dari silsilah Pandawa sampai Perang Baratayudha, dan diakhiri dengan  Pandawa Seda. Bahkan ada lanjutannya yaitu Parikesit. Dengan membaca  cerita-cerita di buku itu, saya dan Bapak bisa berdiskusi. Mulai  menanyakan senjata-senjata sakti para tokoh, membahas kelakuan para  tokoh, sifat, sampai pada aplikasi sederhana dalam kehidupan (tentu saja  untuk usia saya). Kalau sudah berbicara wayang, wah bisa panjang dan  lama. I really loves wayang !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekarang saya menyadari bahwa sebuah buku bisa menjadi jembatan atau  sarana untuk berkomunikasi dengan anak. Dalam posisi saya sebagai  orangtua dari 3 anak saat ini, saya sadar betul tanggung jawab yang saya  pikul tidaklah ringan. Apa yang saya lakukan terhadap anak saat ini  akan menentukan bagaimana anak saya nanti memperlakukan cucu saya. Dan  salah satu hal yang sangat saya pentingkan adalah penanaman nilai pada  anak. Saya yakin bahwa kalau anak punya nilai yang sudah  terinternalisasi dalam dirinya maka dia akan lebih survive nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Proses internalisasi biasanya dilakukan melalui diskusi,  bincang-bincang atau aktivitas komunikasi interpersonal lainnya. Hal ini  mau tidak mau membutuhkan sebuah sarana komunikasi. Dan saya kira buku  bisa menjadi salah satu sarana atau jembatan untuk anak berkomunikasi  dengan orangtuanya. Selain itu masih banyak lagi manfaat yang bisa  dipetik dari sebuah buku, khususnya dalam proses tumbuh kembang anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana buku bisa membantu proses pendampingan anak ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku orangtua dapat mengenalkan aspek-aspek pendidikan atau  nilai-nilai tertentu pada anak, seperti: nilai-nilai baik dan jahat,  nilai persahabatan, pantang menyerah, dsb. Misalnya dalam cerita  Cinderela, kita diajarkan untuk tidak mudah putus asa, tetap punya  harapan, dsb. Dalam kisah 5 Sekawan, tergambar dengan jelas soal  persahabatan, bagaimana berpikir kreatif dan logis. Buku Laskar Pelangi  juga mengedepankan nilai perjuangan, sementara kisah Harry Potter  memaparkan nilai kebaikan selalu menang atas kejahatan, dst.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku juga bisa menjadi sarana pembentukan karakter anak. Melalui  cerita yang dituturkan anak bisa punya model yang akan diteladani. Misal  : ingin menjadi seperti Lintang yang gigih dalam berjuang, ingin  seperti Senopati Pamungkas yang gagah berani, atau menjadi seperti  Yudistira yang bijaksana. Wah macam-macam dech.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku bisa menjadi sarana membangun kedekatan emosional atau keakraban  antara orangtua dan anak. Saya pernah lihat seorang ayah dengan anaknya  cekikikan bareng baca komik Tintin, Asterix atau Smurf. Atau seorang  ibu yang bercerita sangat seru dengan anaknya tentang kantong ajaibnya  Doraemon. Bahkan ada ibu yang mengaku bahwa anaknya sudah berumur cukup  besar, tetapi tetap minta dibacakan buku oleh orangtuanya  (didongengkan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku yang dibacakan orangtua (didongengkan) bisa menjadi sarana yang  sangat baik untuk melatih daya imajinasi anak. Mulai dari membayangkan  wajah tokoh Hagrid, membayangkan indahnya pemandangan puncak gunung di  cerita Heidi, bagaimana bentuk rumah dari coklat dan biskuit Hanzel and  Gretel…wah seruu banget dech.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Jika kita ingin menjadikan buku sebagai sarana komunikasi dengan anak, apa sih tantangannya ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dia. Ada anak-anak yang tidak tertarik dengan buku dan lebih  suka liat televisi atau film. Alasan mereka sederhana. Tinggal duduk,  lihat dan dengar sudah terhibur. Buku kadang-kadang harus mikir,  konsentrasi, capek dech intinya. Jadi salah satu tantangannya adalah  kita harus bersaing dengan media lain, seperti televisi, permainan PS,  film DVD, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk bisa memanfaatkan buku, orangtua mau tidak mau juga harus  membaca bukunya. Berarti ini orangtua harus menyediakan waktu untuk  membaca (setidak-tidaknya membaca referensinya), atau bisa juga  mengandalkan memorinya (kalau dulu sudah pernah baca). Ini adalah  tantangan lain yang dihadapi orangtua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk beberapa orangtua, harga buku tidak murah. Buku yang baik dan  laku di pasaran biasanya harganya cukup mahal. Salah satu solusinya  adalah mencari di pasar buku bekas atau menunggu waktu diskon tiba.  Selain itu buku juga membutuhkan tempat penyimpanan (rak buku) yang juga  perlu dipikirkan ketersediaan ruangan dan biayanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Kapan usia terbaik memperkenalkan buku ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sedini mungkin, usia setahun sudah dapat diperkenalkan buku, bahkan  sejak masa kehamilan, ibu dapat mengajak berkomunikasi dengan bercerita  kepada bayi yang ada dalam kandungan. Karena kordinasi motorik belum  baik, berikan buku dari plastik (yang bisa dibawa mandi), atau buku yang  kertasnya tebal sekali. Buku ini akan sulit dirusak oleh anak-anak  seusia mereka. Usahakan pilih yang berwarna-warni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu yang perlu juga diperhatikan oleh orangtua adalah jenis  cerita apa yang akan diperdengarkan kepada anak terkait dengan usianya.  Cerita yang kompleks dan panjang, serta mengandung banyak muatan emosi  sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak yang masih SD.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada usia dini (umur setahun hingga tiga tahun) anak-anak sudah dapat  menangkap isi sebuah cerita. Pilihlah cerita yang tidak terlalu  panjang, tidak terlalu kompleks, tapi menarik. Sebaiknya banyak  gambarnya daripada teks. Misal : si Kancil, Petualangan Dora, dsb. Tentu  saja yang harus membacakan isi cerita adalah orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada usia antara 3 hingga 6 tahun, anak sudah dapat distimulasi untuk  melatih daya khayalnya melalui cerita. Usia ini sangat penuh dengan  brbagai imajinasi (mereka kita mereka bisa terbang), dan penuh dengan  berbagai kemungkinan tidak terbatas (mereka pikir merek bisa bicara  dengan binatang atau bernapas di bawah laut seperti Putri Duyung).  Mereka juga sudah mampu mencerna cerita yang agak panjang dengan sedikit  muatan emosi. Cerita-cerita karangan Hans Christian Andersen boleh  untuk diperkenalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila anak menginjak usia 7 tahun ke atas, orang tua sebaiknya  menggalakkan anak untuk membaca sendiri cerita-cerita dalam buku, komik  atau majalah kesukaannya. Mereka juga suka mendengarkan cerita masa lalu  orangtua atau eyangnya. Remaja boleh baca novel dan buku-buku yang agak  kompleks ceritanya, atau buku buku pengembangan pribadi, kesehatan,  dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana cara menggunakan buku untuk berkomunikasi ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama harus ditumbuhkan budaya menyukai buku di rumah. Ini  penting untuk memulai sebuah kebiasaan bersama yaitu membaca. Kalau  budaya ini sudah ada, maka baru buku bisa jadi sarana untuk  berkomunikasi dengan anak. Caranya bisa dengan sediakan buku sebanyak  mungkin, saring yang tepat untuk anak, pajang di tempat yang mudah  diakses. Tunjukkan bahwa kita juga suka membaca apa saja, kapan saja.  Jadikan buku sebagai hadiah ulang tahun. Kabulkan permintaan anak untuk  beli buku daripada beli jajanan atau mainan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah itu coba amati buku apa yang sering dibaca oleh anak kita.  Pelajari sedikit. Baca buku itu secara mandiri atau waktu anak sedang  membaca tanya-tanya pada dia. Dengan demikian kita mencoba membuka jalur  komunikasi dengan dia melalui hal yang dia sukai. Hati-hati jangan  sampai merusak mood membacanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komunikasi melalui buku juga bisa dilakukan dengan membacakan buku  pada anak (yang belum remaja) menjelang tidur. Juga dengan mendiskusikan  isi buku pada anak, atau menebak akhir cerita bersama anak. Diskusi  bisa tentang kelakuan tokoh, kepandaian si tokoh (misal : dalam kisah  misteri da vinci code), sifatnya (baik tapi judes, lemah lembut tapi  culas) dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Jadi bagaimana, bersediakah Anda memanfaatkan buku untuk berkomunikasi dengan anak?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-366722800290725102?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/366722800290725102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=366722800290725102&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/366722800290725102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/366722800290725102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/08/antara-orang-tua-anak-dan-buku.html' title='Antara Orang Tua, Anak dan Buku'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TF9pfDwZ_HI/AAAAAAAAApg/KsuO3_N8LDQ/s72-c/komunikasi-299x240.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-8254473256457124141</id><published>2010-05-24T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T00:20:46.413-07:00</updated><title type='text'>Bersahabat Dengan Saat Anak Mogok Makan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagi pengalaman bersama Prima Avianti&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S_on5Gh1uSI/AAAAAAAAAnE/_auRWZWfNG8/s1600/IMG_6364.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S_on5Gh1uSI/AAAAAAAAAnE/_auRWZWfNG8/s320/IMG_6364.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibu, pernahkah putra putri kecil Anda melakukan aksi gerakan tutup  mulut saat waktu makan telah tiba? pernahkah putra putri kecil Anda  &lt;i&gt;'say no to eat' &lt;/i&gt;atas semua jenis makanan yang ada atau yang sedang Anda tawarkan? pernahkah putra putri kecil Anda melemparkan sejuta  alasan untuk menolak mentah-mentah makanan yang sudah Anda siapkan  sesempurna mungkin? atau pernahkah putra putri kecil Anda sembunyi di  lemari pakaian saat Anda memanggilnya untuk persiapan makan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ibu, bagaimana perasaan Anda? marah, sedih, panik, lelah?  atau bahkan tersenyum? bersikap tenang, bersabar, bersyukur,  atau biasa saja?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia biasa, wajar apabila saya dan Anda, "kita semua",  ada perasaan lelah, marah, dongkol, panik, sekaligus sedih. Tapi  sebagai orang tua yg cerdas, kita&amp;nbsp; harus mampu  berpikir cerdas pula!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, jika putra putri kecil kita sedang demo mogok makan maka duduklah  sebentar, tarik nafas panjang, rilekslah sejenak, lalu berpikirlah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;! dengan hati yang tenang&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; akan mampu berpikir lebih jernih dan  rasional :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, tanyalah pada diri kita sendiri, sudah benarkah langkah kita dalam  pemberian MPASI untuk putra putri kecil kita sejak awal mereka memulai  hingga detik ini? sudah efektifkah cara kita? sudah bebaskah menu putra  putri kecil kita dari makanan dan minuman yang bersifat instan? sudah  &lt;i&gt;homemade maker&lt;/i&gt; kah kita? sudah variatifkah menu kita? sudah maksimalkah usaha yang kita lakukan? sudah pahamkah  kita dengan perasaan dan keadaan? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, pernahkah kita berpikir jika kita sedang sakit, sedang sariawan,  atau sekedar lagi malas untuk makan gara-gara &lt;i&gt;bete&lt;/i&gt; sama suami (misalnya),  bahkan lagi iseng tidak mau makan, maka kita  pun akan 'berpuasa' makan? pernahkah kita berpikir kalo kita yang sudah  dewasa saja bisa melakukan aksi tutup mulut  seperti yang putra putri kecil kita lakukan?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah selamanya kita akan tidak makan? pernahkah kita berpikir  bahwa saat-saat mogok makan itu hanya sementara saja? pernahkah kita  berpikir sementara itu tidak hanya dalam hitungan jam atau hari saja  melainkan sangat mungkin dalam hitungan mingguan atau bulanan? pernahkah  kita berpikir bahwa putra putri kecil kita pun memiliki perasaan seperti  yang pernah kita alami dan rasakan?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersahabatlah dengan momen penting itu, momen  saat putra putri kecil kita mogok makan, menolak mentah-mentah masakan hasil  karya sempurna kita, bahkan 'kabur' dari pandangan kita saat waktu makan  telah tiba&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, demi kebaikan kesehatan putra putri kecil kita maka apa tidak sebaiknya kita hindari  berpikir 'praktis' hanya karena pertimbangan berat badan, lalu ingin  segalanya serba cepat dan &lt;i&gt;"gak mau ribet"&lt;/i&gt;, tapi ternyata jatuhnya justru  kita memberikan 'makanan cair' yang sebenernya berfungsi persis cairan  infus itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Caranya mudah saja Ibu, tetap buatkan mereka makanan dengan banyak  pilihan, jangan lupa buah dan sayur serta susu segar tetap kita  tawarkan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; persoalan nanti dia makan hanya separuh, sedikit saja, beberapa sendok,  sesuap, seserut, seteguk jika itu minuman, atau mungkin bahkan lagi2  anti mangap, itu sama sekali tidak masalah! lakukanlah secara  bertahap, sedikit2 namun sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbagi pengalaman pribadi, "Hizba" putra sulung saya, melakukan  aksi tutup mulut sejak dia mengenal MPASI pertamanya di usia 6 bulan, dan saya yakin sayalah penyebabnya karena sejak pertama mengenal makanan padat hizba langsung saya  beri makanan instan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dimana pada makanan instan rasa lebih diutamakan, mungkin untuk tujuan "disukai anak-anak" atau mungkin tak jauh dari "lebih banyak mendapat pelanggan", secara tidak langsung kitalah yang menjadi marketing mereka dimana target konsumennya adalah anak-anak kita sendiri. Padahal, tidak diragukan lagi didalamnya banyak mengandung zat-zat yang "kurang" alami dan "kurang" tepat bila dikonsumsi anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika saya  coba sharing dengan orangtua saya&lt;i&gt; (tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat dan terima kasih saya)&lt;/i&gt;, beliau mengatakan: waktu saya masih  kecil, saya pun sulit makan. Dan memang demikian pola pikir secara umum, sering kali dianalogikan dengan apa yang terjadi pada ayah atau ibunya, atau dalam istilah jawa&lt;i&gt; "nurun"&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hingga hizba kena sariawan, makin menjadi mogok makannya, saya  coba berfikir &lt;i&gt;"flanking" &lt;/i&gt;keluar dari pola pikir umum, mencari alternatif jawaban dengan mencoba berempati &lt;i&gt;"kalau misalnya saya sariawan"&lt;/i&gt;, apa saya bisa merasakan nikmatnya makanan sesempurna saat tidak sariawan?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya saya coba memberi Hizba makanan dengan banyak pilihan,  semua berjalan secara alamiah, hingga alhamdulillah sekarang hizba  hampir berusia 3 tahun jarang sekali ia mogok makan, bahkan hanya menu  nasi tempe goreng pun dia lahap, dan seringkali makan minta&amp;nbsp; sendiri tanpa harus menunggu&lt;i&gt; "perintah"&lt;/i&gt;, bahkan makan sendiri tanpa mau disuapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibu, percayalah pada putra putri kecil kita, tetap berikan yang terbaik  dengan cara yang sehat, maka mereka pun akan menyelesaikannya dengan  cara mereka sendiri.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; semoga bermanfaat,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;ummu hizballah - jundallah&lt;br /&gt;"karena setiap individu itu.. unik!"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-8254473256457124141?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/8254473256457124141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=8254473256457124141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8254473256457124141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8254473256457124141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/05/bersahabat-dengan-saat-anak-mogok-makan.html' title='Bersahabat Dengan Saat Anak Mogok Makan'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S_on5Gh1uSI/AAAAAAAAAnE/_auRWZWfNG8/s72-c/IMG_6364.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-8700485991400158743</id><published>2010-05-18T23:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T23:14:32.760-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Anak Sekarang Lebih Sering Membantah Orang Tua??</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Written By:&lt;/i&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;b style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan  Anak (PSPA) di 15 propinsi 32 kota di Indonesia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika orangtua memperhatikan perbedaan dirinya dengan anak dan  mengakuinya sebagai bagian dari anak, sepanjang tidak negatif, akan  lebih mudah bagi orangtua untuk memperlakukan anak dan tidak  membandingkan dengan dirinya di masa lalu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S_OBozHLqBI/AAAAAAAAAm0/LooO1LgqkIo/s1600/anak+mencureng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S_OBozHLqBI/AAAAAAAAAm0/LooO1LgqkIo/s320/anak+mencureng.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Judul di atas sungguh menggelitik saya. Pertanyaan ini diajukan oleh  seorang ayah pada saya di forum “yuk-jadi orangtua shalih”. Benarkah  anak sekarang lebih sering membantah orangtua daripada anak jaman dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sikap membantah anak pada orangtua adalah hal yang tak dapat  dihindari, baik jaman dulu maupun sekarang. Apakah anak sekarang lebih  sering membantah daripada anak jaman dulu? Ini perlu pembuktian lebih  lanjut. Mungkin perlu wawancara yang melibatkan banyak orangtua melalui  sebuah penelitian yang terukur. Tetapi, bahwa anak jaman dulu dan  sekarang juga pernah membantah orangtua, adalah hal yang tak dapat  dihindarkan. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya katakan tak dapat dihindarkan? &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; karena  orangtua dan anak memiliki ‘pikiran’ masing-masing. Pikiran ‘tua’ dan  ‘muda’ dapat menyebabkan perbedaan-perbedaan keinginan, harapan hingga  cara mewujudkan harapan dan keinginan tersebut. &lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; meski  kadang ada irisan, kemiripan karakter, tak dapat dipungkiri setiap  manusia memiliki karakter uniknya masing-masing. Anak kembar pun yang  memiliki kemiripan wajah, dapat memiliki perbedaan besar dalam  karakternya. Apalagi orangtua dan anak. Dalam batas tertentu, sebenarnya  adalah sebuah kewajaran jika terdapat perbedaan karakter orangtua dan  anak. Sekali lagi, sepanjang karakter ini tidak negatif, wajar saja anak  dan orangtua memiliki perbedaan karakter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan inilah yang kemudian dapat menjadi ‘peluang’ adanya  pertentangan anak-orangtua. Saat anak merasa tak nyaman dengan  ‘keinginan, harapan dan cara orangtua mewujudkan keinginan dan harapan  tersebut—meski sebenarnya tujuan baik untuk anak’, inilah yang kadang  membuat sebagian orangtua kemudian menganggapnya sebagai sikap  pembangkangan anak pada orangtua. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orangtua memperhatikan perbedaan dirinya dengan anak dan  mengakuinya sebagai bagian dari anak, sepanjang tidak negatif, akan  lebih mudah bagi orangtua untuk memperlakukan anak dan tidak  membandingkan dengan dirinya di masa lalu. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika orangtua selalu berusaha ‘menyamakan’ anaknya dengan diriya  dan selalu berusaha membuat anak agar seperti dirinya di masa lalu,  perbedaan-perbedaan ini akan makin besar dan dapat mengarah pada  anggapan bahwa anaknya ‘membangkang dan membantah’ dirinya. Sikap  orangtua yang tak tepat inilah yang kemudian juga menyebabkan orangtua  tak nyaman memiliki ‘anak seperti ini’, anak pun sebelas dua belas  merasa tak nyaman memiliki ‘orangtua seperti itu’.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci besarnya adalah ada pada kerendahan hati orangtua untuk memahami  anaknya. Tak sedikit orangtua bertemu setiap hari dengan anaknya tapi  tak mengenal anaknya. Sebagian besar orangtua mungkin mengerti kenakalan  anaknya, tapi belum tentu sangat faham dengan kelebihan anaknya.  Pemahaman yang tepat tentang anak inilah yang akan menentukan ‘persepsi’  yang tepat pula pada anak dan akhirnya tindakan dan perlakuan pada anak  insya Allah juga akan tepat. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orangtua mau rendah hati untuk terus belajar memahami anaknya, bisa  jadi ada banyak perbuatan anak yang harusnya dibiarkan, tetapi malah  ‘ditahan’. Padahal sebenarnya anak tengah bergairah dengan perbuatan  tersebut. Akibatnya, anak jadi ‘terjebak’ untuk ‘membantah’ atau  ‘membangkang’ orangtua. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi sederhana saya lakukan saat para peserta PSPA melakukan sebuah  permainan sederhana dengan tali. Mereka diberikan tantangan permainan  dengan tali tersebut. Saat waktunya habis dan lalu saya katakan ‘sudah  berhenti ayah bunda’. Anda tau? Ternyata tak mudah bagi sebagian  orangtua ini untuk langsung ‘patuh’ berhenti pada apa yang saya katakan.  Mereka masih ‘khusyuk’ dan masih ‘istiqomah’ dengan permainannya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu bertanya pada para peserta dan sengaja dengan guyon menirukan  kalimat yang sering dilontarkan sebagian orangtua pada anak: “Mengapa  sih kalian ini susah dibilangin? Harus berapa kali ABAH bilang, dibilang  berhenti ya berhenti! Telinganya disimpan dimana? Kenapa sih  membangkang?!” &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habis lagi asyik abah!” jawab sebagain peserta. “Yeee ABAH jangan  marah-marah gitu dong!”, celetuk yang lain tertawa. “Kalau penasaran ya  susah berhenti!”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah ayah bunda? Anak Anda pun demikian. Pada kasus tertentu,  sebenarnya mereka tak bermaksud membantah atau membangkang orangtua.  Tapi karena orangtua tak memahami konteks dan situasi yang melingkupi  anak dan lalu memaksakan ‘perintah’ tertentu pada, padahal anak tengah  asyik masyuk, menyebabkan anak mengalami ‘pertentangan dalam pikirannya  sendiri’: mau teruskan permainan atau nurut ayah bunda dulu?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak-anak kita yang berusia  9 tahun misalnya tengah bermain drama  dan sangat asyik dengan teman-temannya. Lalu tiba-tiba orangtua  memanggilnya ‘Reniiii beliiin ibu gula merah ke warung sebentar….’. Apa  yang akan anak rasakan?!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dikira anak nyaman dengan situasi ini. Mau diteruskan,  ketinggalan acara! Tidak diteruskan, bunda akan anggap aku tak patuh!  Repot kan jadi anak jika punya orangtua tak memahami ini?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin besar anak makin banyak pula perbedaan harapan, keinginan dan cara  mewujudkan harapan serta keinginan tersebut. Saat perbedaan ini tak  ‘dikompromikan’, akibatnya anak menganggap orangtua ‘tak mengerti  perasaan anak (egois)’ dan orangtua pun menganggap anaknya semakin  membangkang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari bahasan tadi, sebagian anak memang ada yang membangkang dan  sering membantah betulan (dalam artian negatif). Bukan sekadar karena  perbedaan keinginan, harapan dan cara mewujudkan harapan keinginan  tersebut, tetapi karena memang sikap buruk yang muncul pada diri anak. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak penyebab sikap buruk anak yang membantah atau membangkang ini  muncul. Sebagain besar penyebabnya justru bukan karena anaknya yang  memang dilahirkan membangkang, tetapi karena sikap dan perilaku orangtua  sendiri yang membentuknya secara tidak sengaja. Ingat, tak satu pun  anak berniat di kepalanya ketika lahir untuk membangkang orangtuanya. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakkonsistenan orangtua adalah sebab utama pertama. Ketidaksesuaian  antara perkataan dan perbuatan orantua itu sendiri menyebabkan  kredibilitas orangtua di mata anak ‘jatuh’. Bagaimana mungkin anak akan  mempercayai perkataan orantua sementara jika sikap/perilaku orangtua tak  sesuai dengan perkataannya! Saat Anda mengatakan ‘mulai besok nonton  tv-nya satu jam aja ya’. Lalu pada saat ‘besok’ ternyata anak menangis  dan lalu orangtua membiarkan anak nonton lebih dari satu jam, karena  anak menangis atau ngambek, maka sejak saat itulah ‘pembangkangan’ anak  akan makin sering muncul. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang diperlukan orangtua adalah ketegasan, ketegasan dan ketegasan.  Ketegasan tidaklah identik dengan kekerasan. Jika Anda tegas dari awal,  maka sebenarnya Anda pun akan terhindar dari banyak menghukum anak.  Ketegasan tidaklah diukur dari seberapa besar volume teriakan Anda pada  anak. Anda bisa tegas pada anak bahkan dengan sambil senyum. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh sayang pada anak dan bertindak lembut pada anak. Tetapi,  sayang dan lembut pada anak tidak berarti Anda lembek pada anak dan  selalu mengalah karena anak menangis, protes dan marah. Anak protes,  menangis dan marah adalah hal biasa saat ia mengalami kecewa. Jika Anda  menyerah karena anak nangis, protes dan marah, maka siap-siaplah Anda  akan dikendalikan oleh anak. Ini berbahaya buat masa depan anak sendiri.  Tidak semua keinginan anak harus Anda dipenuhi. Anda boleh menolaknya  dan bahkan justru pada sebagian tertentu wajib menolaknya. Jika tidak,  akan bertindak dan terus mengendalikan Anda secara berlebihan. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab paling sering kedua adalah tidak adanya keakraban antara orangtua  dengan anak.  Secara alamiah, dalam situasi normal, kita akan lebih  ‘mendengar’ perkataan orang yang kita kenal dibandingkan orang tidak  kita kenal bukan? Lalu kita pun akan lebih ‘mendengar’ perkataan orang  yang akrab dengan kita, dibandingkan dengan perkataan orang yang hanya  ‘dikenal’ kita. Ketidakakraban orangtua-anak dapat menyebabkan orangtua  kurang ‘mendengar’ anak dan akhirnya anak pun kurang ‘menerima’ pesan  orangtua. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebagian orangtua kurang akrab dengan anaknya? Sebagian besar  orangtua hari ini 'sibuk' dengan urusan 'orangtua' sendiri. Semakin  kompetisi kehidupan ketat, semakin menyebabkan orangtua harus bekerja  ekstra keras untuk ‘hidup’. Ini menyebabkan sebagian orangtua harus  banting tulang pergi pagi pulang malam. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman dulu, orangtua cuma siang doang ke ladang.. pagi dan sore sudah  ada di rumah untuk 'ngobrol' sama anak. Apalagi jaman dulu, benda-benda  hiburan buatan manusia masih jarang, seperti televisi. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, banyak anak 'terlantar' meski orangtuanya lengkap. Terlantar  secara emosional. Sebagian anak jadi 'yatim piatu' pada saat orangtuanya  lengkap. Jarang bicara dengan anak, hanya bicara kepada anak. Jarang  mendengar curhat anak, seringnya menasihati anak. Orangtua watunya  sangat tersita dan sibuk dengan pekerjaan. Judulnya demi meraih masa  depan: mencapai quadran keempat, mencapai cita-cita financial freedom  sehingga bisa pensiun dini dan akhirnya memiliki banyak waktu untuk  anak—agar akrab dengan anak. Sayangnya dengan mengabaikan anak hari ini  justru cita-cita untuk akrab dengan anak saat penisun dini tidak  tercapai karena anaknya keburu ‘jauh’ secara emosional dengan orangtua. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, orangtua hari ini memiliki saingan baru: televisi. Saat semua  anggota keluarga sudah di rumah, eh yang diselami isi tayangan televisi,  bukan perasaan-perasan antar anggota keluarga. Meski katanya ‘lelah dan  capek’ habis bekerja seharian, ternyata tak sedikit orangtua masih  memiliki waktu untuk ‘menengok’ televisi dan menyelami perasaan  bintang-bintang televisi saat acting dibandingkan ‘menengok’ anak dan  menyelami perasaan-perasaan anak. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, keterbukaan informasi menyebabkan anak-anak sekarang  memiliki akses data dan informasi lebih banyak daripada anak jaman dulu.  Dengan sendirinya, pengalaman orangtua akan menjadi ‘kredibilitas’ tak  terbantahkan untuk anak-anak jaman dulu. Dengan sendirinya kultur  patron-klien terbentuk secara alamiah. Maka, tak heran anak-anak jaman  dulu lihat muka orangtua saja sudah segan. Anak jaman sekarang? Wehhh  belum tentu demikian. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan orangtua di jaman dulu hampir tak bisa dibantah karena  orangtua memang cenderung memiliki bahan data lebih banyak daripada  anak-anaknya saat berargumen karena pengalaman hidupnya mereka lebih  banyak. Sedangkan anak-anak sekarang juga memiliki akses data dan  informasi yang sama dengan orangtuanya, sehingga katakanlah anak  sekarang memiliki lebih banyak lagi ragam pilihan informasi. Ini mungkin  yang menyebabkan anak sekarang lebih mudah dapat ‘berbeda’ dengan  orangtuanya dan akhirnya jika cara mengekspresikan perbedaaan ini tidak  tepat dianggap sebagai ‘bantahan’ anak pada orangtua. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, anak jaman sekarang lebih sering membantah dan  membangkang daripada anak jaman dulu, bisa jadi betul adanya. Kesediaan  orangtua untuk meluangkan setidaknya 2,5% waktu 24 jam mereka untuk anak  sehingga memiliki peluang untuk menjadi lebih akrab dengan anak, lalu  konsisten (tegas) dalam perkataan, sikap dan perbatan, insya Allah akan  menjadi modal penting bagi anak-anak kita untuk lebih mendengar  perkataan-perkataan baik dari kita. **&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Diperkenankan untuk menyalin dan menyebarkan tulisan ini dengan  tetap menyebutkan sumbernya secara utuh&lt;/i&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-8700485991400158743?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/8700485991400158743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=8700485991400158743&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8700485991400158743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8700485991400158743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/05/mengapa-anak-sekarang-lebih-sering.html' title='Mengapa Anak Sekarang Lebih Sering Membantah Orang Tua??'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S_OBozHLqBI/AAAAAAAAAm0/LooO1LgqkIo/s72-c/anak+mencureng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-7849771083527792493</id><published>2010-05-03T01:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T01:32:26.879-07:00</updated><title type='text'>Silence Speak... Sebuah Surat Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S96JWRZYDrI/AAAAAAAAAmc/cwFEA0p-mOg/s1600/23214_poster2000.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S96JWRZYDrI/AAAAAAAAAmc/cwFEA0p-mOg/s200/23214_poster2000.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kali ini aku benar-benar terdiam&lt;br /&gt;Tak seorangpun akan mengerti pemberat suaraku...&lt;br /&gt;Bahkan kaupun tak akan selalu mengerti...&lt;br /&gt;Ini semua akan kita pahami satu demi satu seiring berjalannya waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hatiku selalu saja ada masa lalu, sekarang dan masa depan&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam hatiku yang selalu saja ada ibu bapak dan saudara-saudaraku, istriku serta anak-anakku&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam hatiku yang selalu saja ada sahabat-sahabat masa kecilku, sahabat-sahabatku sekarang, serta sahabat-sahabat seperjuanganku di masa mendatang&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam rumahku yang selalu saja ada tumpukan buku yang aku susun rapi dan berurutan dari masa ke masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang...&lt;br /&gt;Aku terduduk di gubug tua ini bukan tak berarti&lt;br /&gt;Coba kau lihat rumput di sekeliling kita yang selalu ingin tegak biarpun tiupan angin memaksanya merebah&lt;br /&gt;Coba kau lihat air sungai didepan kita yang selalu berusaha mengendapkan lumpur yang membuatnya tampak tak jernih biarpun selalu saja terlarut lagi&lt;br /&gt;Coba kau lihat di sebelah sana, burung semak yang terluka namun masih saja berusaha terbang tinggi untuk bertahan hidup biarpun itu membuat lukanya semakin parah&lt;br /&gt;Aku belajar... iya, aku belajar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku benar-benar mengerti makna lantunan suara ini...&lt;br /&gt;Suara rumput liar yang terhimpit berat badanku...&lt;br /&gt;Suara air sungai yang terdorong ke tepian…&lt;br /&gt;Suara atap gubug renta yang berusaha menahan diri untuk tidak terjatuh oleh tiupan angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku mulai mengerti mengapa sungai ini tidak mudah aku lewati …&lt;br /&gt;Biarpun sudah sekuat ini aku mengayuhkan dayung ditanganku...&lt;br /&gt;Biarpun sudah sedetail ini aku membaca arah...&lt;br /&gt;Biarpun sudah sebanyak ini pula aku membekali diri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku sedikit mengerti makna tatapan itu…&lt;br /&gt;Tatapan seorang tua renta yang kosong menembus angkuhnya sebuah bangunan kokoh nan megah didepannya…&lt;br /&gt;Tatapan seorang anak memandang orang tua yang mengantarnya berangsur menjauh, ketika memasuki hari pertama sekolahnya&lt;br /&gt;Tatapan seorang pengantin sewaktu mencium tangan orang tua yang akan ditinggalkan sendiri dirumah yang telah tua pula...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku tak bisa memahami banyak hal pula...&lt;br /&gt;Bagaimana itu semua yang seolah sia-sia ternyata banyak berharga&lt;br /&gt;Bagaimana itu semua yang seolah tangis ternyata senyum&lt;br /&gt;Dan bagaimana aku bisa tidak menghargai masa lalu yang begitu indah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku..., inilah hidupku...&lt;br /&gt;Yang tidak selalu berada dalam hingar bingar keceriaan&lt;br /&gt;Yang tidak selalu berada dalam sebuah kepositifan&lt;br /&gt;Ataupun pula selalu dalam kemenangan...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sayangku..., inilah hidupku...&lt;br /&gt;Yang tidak selalu pintar untuk mengungkap hikmah yang ada&lt;br /&gt;Yang tidak selalu dalam untuk mengungkap isi hatimu&lt;br /&gt;Atau bahkan untuk mengungkap isi hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini bukan tentang sebuah igauan di tengah lelap tidurku&lt;br /&gt;Tetapi tentang bagaimana semua ini terus berjalan&lt;br /&gt;Dan bagaimana semua ini harus dijalani dan dipelajari&lt;br /&gt;Semua ini adalah tentang bagaimana kita perlu mengalami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Surat Cintaku Untukmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;---Arief---&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-7849771083527792493?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/7849771083527792493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=7849771083527792493&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/7849771083527792493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/7849771083527792493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/05/silence-speak-sebuah-surat-cinta.html' title='Silence Speak... Sebuah Surat Cinta'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S96JWRZYDrI/AAAAAAAAAmc/cwFEA0p-mOg/s72-c/23214_poster2000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-6217750268477136387</id><published>2010-04-19T23:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:37:41.943-07:00</updated><title type='text'>Menjaga Kesehatan Lingkungan Rumah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : Indofamilyhealth&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S81LpfXSlyI/AAAAAAAAAmM/Te5SiJhuUrY/s1600/sunset-breezehouse.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S81LpfXSlyI/AAAAAAAAAmM/Te5SiJhuUrY/s200/sunset-breezehouse.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dunia kerap mengirim kabar tentang serangan virus-virus baru yang  berbahaya. Kini masyarakat sudah harus lakukan tindak pencegahan. Salah  satunya dengan menjaga kesehatan lingkungan rumah.   Saat bicara tentang masalah lingkungan, mungkin yang ada di kepala  kebanyakan orang adalah masalah deforestasi (pembabatan hutan), polusi,  menipisnya lapisan ozon, atau pengelolaan limbah yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif  itu boleh jadi terlalu besar bagi kebanyakan orang, sehingga kurang  memberi gambaran yang tepat untuk sebuah solusi yang aplikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  setiap orang bisa berkontribusi untuk mengubah kondisi ini dan membuat  lingkungan rumah menjadi lebih sehat. Berikut ini hal-hal kecil yang  bisa membuat lingkungan sekitar kita lebih baik dan lebih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.  Menjaga udara tetap bersih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menjaga kesehatan udara di  sekitar rumah kita adalah penting, sebab sebagian hidup kita dihabiskan  di lingkungan rumah. Ia bisa diwujudkan dengan beberapa cara. Yakni&lt;br /&gt;-  Menggunakan filter udara. Agar filter udara bisa membersihkan udara  secara efisien dan optimal, pastikan untuk dibersihkan setidaknya dua  kali setahun&lt;br /&gt;- Sediakan ruangan kotor. Sediakanlah area khusus di  dalam rumah untuk melepas sepatu, atau kegiatan-kegiatan kotor lain. Hal  ini untuk mencegah menyebarnya kotoran ke berbagai penjuru rumah.&lt;br /&gt;-  Hindari asap rokok. Jangan biarkan orang lain untuk merokok di dalam  rumah Anda. Bila Anda hidup dengan seorang perokok, pastikan mereka  merokok di luar rumah. Bahkan kalau perlu minta mereka untuk tidak masuk  dulu usai merokok, selama lima menit. Sebab, saat seorang perokok  memasuki rumah, mereka akan terus menghembuskan sisa-sisa rokok selama  beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pilih produk-produk perawatan tubuh  secara cermat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk yang digunakan tubuh sangat penting  bagi tubuh. Unsur-unsur kimia, yang terkandung dalam produk perawatan  bisa mempengaruhi hormon dan tubuh. Gunakan produk-produk yang memiliki  kandungan alami yang tinggi dan hindari banyak kandungan bahan kimia,  pewangi, atau bahan pengawet. Berikut ini adalah beberapa unsur kimia  yang patut dihindari&lt;br /&gt;- Parabens (butyl, methyl, dan propylparaben)&lt;br /&gt;-  Triethanolamine&lt;br /&gt;- Sodium Lauryl. Laureth Sulfate (SLS)&lt;br /&gt;- Disodium  Laureth Sulfoscuuinate (DLS)&lt;br /&gt;- Phenoxyethanol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.  Pilih produk rumahan secara bijak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk-produk yang Anda  gunakan di rumah seperti pembersih, pestisida, dan deterjen, bisa  menimbulkan emisi racun di udara, baju, serta kain-kain rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.  Makanlah makanan organik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kendati biasanya lebih mahal  daripada makanan biasa, makanan organik memberikan hal lain yang sepadan  dengan uang yang dikeluarkan. Daging atau susu organik misalnya,  biasanya bebas dari obat antibiotik, obat-obat&amp;nbsp; serta hormon tambahan  lain. Sementara produk-produk organik lain juga bebas dari pestisida  serta bahan kimia yang dapat berakibat kepada kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.  Renovasi rumah secara sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda sedang mengerjakan  proyek renovasi rumah, usahakan untuk membeli material yang tahan lama,  ramah lingkungan serta tidak mengandung racun. Misalnya dengan  menggunakan cat yang mengandung volatile organic compound (VOC) rendah  atau bila perlu sama sekali tidak mengandung VOC. Sebab, biasanya cat  yang mengandung VOC akan melepaskan gas berbahaya ke udara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-6217750268477136387?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/6217750268477136387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=6217750268477136387&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6217750268477136387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6217750268477136387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/04/menjaga-kesehatan-lingkungan-rumah.html' title='Menjaga Kesehatan Lingkungan Rumah'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S81LpfXSlyI/AAAAAAAAAmM/Te5SiJhuUrY/s72-c/sunset-breezehouse.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-6462641558521825428</id><published>2010-04-19T23:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:18:50.055-07:00</updated><title type='text'>ASI Di Dunia Terancam Tercemar Pestisida</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Indofamilyhealth &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S81HOlbnFCI/AAAAAAAAAl8/gAG2pT8RMGE/s1600/Bali_150.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S81HOlbnFCI/AAAAAAAAAl8/gAG2pT8RMGE/s200/Bali_150.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Data terbaru WHO memotret, paling tidak 20 ribu  orang per tahun meninggal akibat keracunan pestisida. Sekitar 5.000  hingga 10.000 orang per tahun terkena efek sampingnya, seperti menderita  kanker, cacat tubuh, kemandulan, dan sakit lever.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gaya Kartini berapi-api saat menyingkap potret tersebut. “65% ASI di  dunia telah tercemar pestisida,” seru penemu pupuk organik “Kascing”  yang belakang populer di kalangan petani di luar Bali itu, dalam forum  diskusi terbatas yang digelar Bali Post di lantai III Gedung Bali Post,  Jalan Kepundung Denpasar, belum lama ini. Biangnya dituding “sang ratu  cacing” ini bersumber dari pengunaan pupuk pertanian anorganik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanian  kita selama ini tak bisa jauh dari penggunaan pupuk buatan manusia  tersebut. Celakanya, kandungan zat kimia yang terdapat dalam pupuk  tersebut terbilang berada di luar ambang batas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Efek zat kimia  pupuk anorganik telah menimbulkan menyengat ibu menyusui,” keluh  konsultan inkubator pestisida organik Pemerintah Provinsi Bali, ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilas  balik coba digagas doktor lulusan Program Pascasarjana Universitas  Padjadjaran Bandung, ini. Pupuk kimia mulai dibumikan ke lahan petani  kita sejak awal era 60-an. Namun, setahun uji coba ternyata membawa  petaka. Hasil pertanian anjlok dan struktur tanah rusak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Celakanya,  program pemerintah itu berada di bawah gerakan Komando Operasional  Makmur. Gerakan ini menginstruksikan secara intensif keharusan memakai  pupuk kimia yang difasilitasi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selain urea,  ada pula ZA, dan TSP&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Inilah awal pembantaian pabrik  pupuk alam yang tersimpan dalam tanah berupa makro maupun  mikroorganisme,” sedihnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masygul di hati kecil Kartini kian  membuncah. Saat mengamati penggunaan pupuk kimia, perempuan kelahiran  Kubutambahan Buleleng ini penggunaan pestisida membuat produktivitas  tanah pertanian jeblok. Pahitnya justru saat kartini menemukan potret  menyedihkan menimpa para petani. “Petani sebagai pelaku dan masyarakat  sebagai konsumen hasil pertanian yang memakai pupuk kimia justru  teracuni pestisida,” sergahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, kata Kartini, ASI di  seluruh dunia telah tercemar racun pupuk kimia tersebut. Sekitar 65 %  racun pestisida telah menodai ASI kaum perempuan menyusui. “Ini data  yang dikeluarkan WHO,” tegasnya. Ia mengingatkan jangan lekas terpukau  dengan teknologi mutakhir pertanian. Kita harus berhitung risikonya bagi  masa depan gennnnnerasi anak-anak masa depan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pestisida  Sintesis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Namun, para petani kita justru tetap memilih  beralih dari pestisida alam ke sintetis. Memang, ada keunggulan  pestisida sintesis. “Pemakaiannya lebih mudah, lebih praktis, gampang  diangkut serta disimpan, dan harga relatif murah,” jelas ahli pertanian  FP Unud, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M. Sc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak,  pestisida sintesis pun naik daun di mata petani. Bahkan, awal era 90-an  tercatat penggunaan pestisida sudah mencapai 20 ribu ton. Walau  pestisida ini berguna untuk memberantas hama. Tapi, pencemaran  lingkungan dan keracunan terhadap konsumennya pun tak kurang  menjengkelkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data terbaru WHO memotret, paling tidak 20 ribu  orang per tahun meninggal akibat keracunan pestisida. Sekitar  5000–10.000 orang per tahun terkena efek sampingnya, seperti menderita  kanker, cacat tubuh, kemandulan, dan lever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pestisida sintetis  yang dipakai tanpa aturan menimbulkan kasus pencemaran air tanah.  Manusia dan makhluk yang mengonsumsi air tanah ikut terkena getahnya.  Makanan dan minuman tercemar. Waspadai pula resiko ASI (air susu ibu)  yang juga punya potensi tercemar zat-zat makanan dan minuman yang  terpapar pestisida. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Efek lainnya, serangga yang berguna untuk  penyerbukan binasa (lebah), serangan hama yang jauh lebih berat dari  sebelumnya, dan timbulnya kekebalan hama maupun patogen terhadap  pestisida sintetis itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dampak pestisida bagi petani dan  pemakai dapat menyebabkan keracunan akut melalui kulit dan keracunan  akut lewat pernapasan. Untuk uji keracunan akut lewat pernafasan  biasanya dilakukan dengan sistem aliran udara statis atau dinamis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-6462641558521825428?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/6462641558521825428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=6462641558521825428&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6462641558521825428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6462641558521825428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/04/asi-di-dunia-terancam-tercemar.html' title='ASI Di Dunia Terancam Tercemar Pestisida'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S81HOlbnFCI/AAAAAAAAAl8/gAG2pT8RMGE/s72-c/Bali_150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-3651488214931747829</id><published>2010-04-18T18:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T18:14:09.371-07:00</updated><title type='text'>MPASI (Makanan Pendukung ASI) Pertama Jundallah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Serial Sharing Keluarga&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh: Prima Avianti &lt;i&gt;(Ummu Hizballah n Jundallah) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akirnyaa nge-note juga soal mpasi setelah sebulan junda nge-mpasi,,  wuuuiih deg-degan sangat lah yg kurasa saat ngasi mpasi pertama tuk  junda,, sama deg-degannya waktu baru nge-firstmeal-in anak pertama,, coz  waktu mpasi pertama hizba dulu asal banget ngasinya,, smua serba  instan! huks minim info 'n pengetahuan siy,, syekarang hizbanya jd picky  eater 'n gampang GTM duweh :( maafin ummi ya nak,.. eh tp teuteup:  sufor P****S**E BUKAN solusi yaah! ^^b&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30553907&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=10150174026725175&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=10150174026725175&amp;amp;id=1604267139" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="200" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs477.ash1/26124_1233278964477_1604267139_30553907_1243576_a.jpg" width="164" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Prepare ngasi mpasi pertama diawali dg cari info sejak junda masi ngASIX  di usia 5 bulan,, browsing sana browsing sini,, tanya sana tanya sini,,  baca ini baca itu dan hasilnya B.I.N.G.U.N.G! haha :)) syukur  alhamdulillah nemu blognya &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150174026725175&amp;amp;h=a89d5341394db118ffb49fcd97e0ed3f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Falumongga.wordpress.com%2F" target="_blank" title="http://alumongga.wordpress.com/"&gt;bunda dita&lt;/a&gt;  (trimakasih banyak bunda atas sharenya yg sangat bermanfaat) yg uda  mengabadikan pengalamannya dalam hal per-mpasi-an bebinya,, ga tanggung2  loh jadwal mpasinya tuh kueren renn: ada jam, hari, menu, dan catatan  alergi kalo ada,, standing appalause deh bunda,, SALUD!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; setelah dipelajari dengan sungguh2 *hee engga lah biasa aja sih* dan  blonja blanji tepung gasol yg ternyata tempetnya ga jauh dari rumah dan  tibalah saatnya D-DAY: ketika junda tepat di 6 bulan,, sesuai dg  referensi &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150174026725175&amp;amp;h=a89d5341394db118ffb49fcd97e0ed3f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Falumongga.wordpress.com%2F" target="_blank" title="http://alumongga.wordpress.com/"&gt;bunda dita&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  jadwal mpasi diawali jm 12 siang dg menu bubur beras coklat gasol ples  asip,, suapan pertama: ndelewer,, haha ea ealaah secara caer banged  getoooh,, suapan kedua masih ndelewer2 juga akakak,, never give-up  duwonk! lanjuuut,, jundanya juga asik2 aja tuh: gayanya hap-hap kaya  lagi ngunyah,, padahal ga ada yg nyantol sedikitpun,, :)) yaah sekedar  tau rasanya laah ^^ daaan ga abis deh buburnya,, gapapaa yg penting  KENALAN doeloe: tak kenal maka tak sayang,, semangaad!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; selama 3 hari di awal mpasi junda hanya sekali sehari (jm 12 siang),,  pertimbangannya kalo kata &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=10150174026725175&amp;amp;h=a89d5341394db118ffb49fcd97e0ed3f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Falumongga.wordpress.com%2F" target="_blank" title="http://alumongga.wordpress.com/"&gt;bunda dita&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  siy karena baru pertama kali kena makanan solid jd diambil tengah2nya  nyusu seharian ya jm 12 siang itu,, tp ada versi ilmiahnya sih:  pemberian first meal bebi sebaeknya di pagi ato siang hari dikarenakan  kalo2 ada reaksi alergi kita bisa dg mudah membawanya ke dokter,, kalo  malem kan kasian bebinya kasian emaknya juga,, hee manut aja lah :d&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30553911&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=10150174026725175&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=10150174026725175&amp;amp;id=1604267139" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs457.snc3/26124_1233281684545_1604267139_30553911_5896976_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  Lanjut gaan,, setelah sminggu frekwensi mpasinya meningkat jadi 2 kali  sehari (jm 9 pagi dan jm 4 sore),, setelah 3 minggu jadi 3 kali sehari  (jm 9 pagi, jm 12 siang ma jm 4 sore),, begitulah slow but sure,, :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menu junda sejak awal mpasi hingga hari ini uda lumayan variatif yah,  a.l: bubur beras coklat gasol, bubur tepung pisang gasol (baru mau hari  ini setelah seminggu yg lalu nolak,, woohoo!), bubur beras merah gasol,  puree buncis, puree kentang, puree labu siam, puree seledri, puree  timun, puree kacang merah, puree labu parang (ditolak mentah2 dan  ternyata ada reaksi alergi: pupnya lebi sering, tekstur ampas dan bau  sangat), puree ubi manis, sari wortel, puree apel, puree pear,  puree/sari melon, pisang kerok, dan sari jeruk,.. :)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun tips dariku dalam hal pemberian mpasi pertama inih:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. bebi dalam suasana hati yg hepi duluu,, riang gembira cerah ceria  bahagia sejahtera aman sentosa lah pokoknya,, kalo masi rewel tunggu  bebi tenang dulu baru meal-time duweh :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 2. posisikan bebi senyamaan mungkin,, dudukkan dia di stroller beri dia  celemek singkirkan smua maenan biar perhatiannya fokus ke maemnya,,  teuteup hibur dia ceritakan ttg makanan yg sedang dia makan saat itu,,  dan yg nyuapin pasang muka sumringah yaah,, jangan cemberut mulu,, butek  diliat tauk! kwakwak :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 3. bikin bubur dg tekstur cair (pertimbangannya biar indera pengecapnya  ga kaget kan transisi dari asi ke makanan padat nih critanya),, berikan  dalam jumlah yg sedikit dulu: biar ga mubazir kalo ga abis,, selaen itu  porsi yg tidak terlalu banyak juga bisa menjaga suhu bubur anget2 kuku  (ga cepet mbededeg kalo kata bule),, coz kalo uda dingin biasanya bebi  ogah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 4. kenalkan sayur dulu sebelum buah,, harapannya sih biar anak kita jd  vegetabeLOVER! amin :) tunggu 3-4 hari utk mengetahui apakah ada alergi  ato tidak,, utk itu perkenalkan satu persatu terlebih dahulu,, kecuali  kalo bebi sudah diperkenalkan pada sebuah bahan makanan dan nggak  terjadi reaksi alergi ato reaksi pencernaan baru deh boleh dicampur2,,  AMAN! ^^b&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 5. kalo uda ready maem,, jangan lupa baca bismillah 'n doa sebelom makan  terlebih dahulu :) dekat dan tempelkan sendok ke mulutnya biarkan bebi  yg merespon sendiri,, ada yg disembur,, ada yg mangap doang,, jangan  panik dulu: itu cara dia mengenal mpasinya :) yg penting kita jaga  moodnya jangan sampe bad mood,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; btw ada juga bebi yg ga mo pake sendok loh,, utk kasus ini coba pake  jari telunjuk anda yg bersih ya tentunyaa,, celupkan ke bubur lalu dekat  dan tempelkan ujung jari anda ke mulut bebi,, biarkan bebi ngisep ato  nyruput sendiri,, yaa maklumlaah namanya juga uda biasa nyusu 6 bulan  sebelumnya,, :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan ada bebi yg baru suapan pertama di first mpasinya uda GTM,, tetep  tenang ya bundaa :) hentikan maemnya,, ajak dia maen 5-10 menit then  ganti menu laen,, tapi kalo cara ini masi ga brasil juga,, yaa nasib yaa  nasiiiib,, hihi :p syemangat mooooms!^^v&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 6. kalo ditengah2 maem bebi uda molai bosan rewel 'n ga nyaman sebaeknya  STOP aktivitas maemnya (walo buburnya belom abis),, say alhamdulillah  'n beri minum air putih biar terbiasa gedenya tar :) ,,then cuci bersih  mulut ato tangan ato bag tubuh bebi yg terkena bubur,, lepas celemek yg  kotor kalo perlu gantilah bajunya dengan yg bersih,, jangan lupa pujilah  dia!^^b yg terpenting adalah bikin bebi merasa meal-time adalah FUN  time,, jangan sampe dia trauma akan pengalaman meal-timenya,, :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke duweh ibok-ibok,, sukses yaah! saling memberi api (ngasi semangat  maksudnya,, ngasi duit lebi alhamdulillah lagi hee),, bola salju terus  menggelinding yah (menyalurkan info yg bermanfaat tuk umat sejagat,,  *halah*),, just happy giving our babies first meal-time,,^^&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;lovesloves,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ummi hizballah-jundallah&lt;br /&gt;*belajar menjadi lebi baik*&lt;/span&gt;   &lt;div class="photo photo_left" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30553913&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=10150174026725175&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=10150174026725175&amp;amp;id=1604267139"&gt;&lt;img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs457.snc3/26124_1233282764572_1604267139_30553913_618797_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;bubur beras merah gasol + sari wortel = HAP HAP! :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-3651488214931747829?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/3651488214931747829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=3651488214931747829&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/3651488214931747829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/3651488214931747829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/04/mpasi-makanan-pendukung-asi-pertama.html' title='MPASI (Makanan Pendukung ASI) Pertama Jundallah'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-2077519868723552099</id><published>2010-04-05T18:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T18:21:45.060-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Peranan Wanita Sebagai FTM di Jepang...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7qLrT2y5mI/AAAAAAAAAls/luImBLWJnrE/s1600/n555916623_1343822_141.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7qLrT2y5mI/AAAAAAAAAls/luImBLWJnrE/s200/n555916623_1343822_141.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;input autocomplete="off" id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="ba1152e0a0a670523b7caf54513e3a51" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="note_title"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sumber : Kompas  Sabtu 20 Nov 1993.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="note_title"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Oleh : Anni Iwasaki &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PADA usia 21 tahun Chaeriyani (Anni) menikah seorang pria Jepang.  Yasuhiro Iwasaki. Dua bulan kemudian, bulan Feb 1975, Anni ke Jepang  diboyong suaminya. Pernikahan itu menghentikan semua cita-citanya semula  menjadi produser file, sekaligus mengakhiri jalan yang pernah  ditapakinya sebagai wanita bekerja-wanita karir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini , sudah hampir 20 tahun ia tinggal di Jepang, berperan  sebagai ibu rumah tangga tok. Apa yang istimewa dari seorang wanita yang  "cuma tinggal di rumah?"&lt;br /&gt;Banyak hal yang sifatnya sehari-hari , kadang luput dari perhatian  orang. Kepercayaan tentang pentingnya sesuatu yang seperti tidak  istimewa, yakni sebagai "ibu rumah tangga", peranan domestik , itulah  justru yang menjadikannya istimewa. Wanita ini merefleksikan  signifikansi peranan ibu rumah tangga dalam tulisan-tulisan di media  Jepang, maupun buku-buku yang diterbitkan di Indonesia. Jepang yang  banyak dikagumi orang karena kedisiplinan dan kemajuannya ternyata  menurut Anni disebabkan kukuhnya peranan domestik wanita-bukan wanita  yang malang melintang di luar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SELAMA berada di Jepang ia melihat sebagian besar wanita adalah ibu  rumah tangga total. Menurut pengalaman Anni, para ibu rumah tangga di  Jpeng bisa merasa bangga menyandang profesi itu. Orang-orang Jepang tahu  persis bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan berarti hidup menganggur  (jobless).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ia rajin menulis untuk koran-koran besar di Jepang. Pekerjaan menulis  ia lakukan di rumah setelah selesai mengurus segala keperluan suami dan  anak-anak. "Saya menulis setelah suami pergi ke kantor, anak-anak ke  sekolah  dan selesai berbelanja serta masak," ujar wanita hitam manis  asal Kediri, Jatim ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah satu artikelnya dimuat untuk memperingati penerbitan ke 15.000  harian terbesar Jepang, The Daily Yomiuri pada hari Rabu 25 Maret 1992.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel dengan judul Japan A Safer Place for Housewives, Kids,  Anni bercerita tentang pengalaman hidupnya sebagai ibu rumah tangga di  Jepang. Sebelumnya ia hanya tahu dari bacaan, bahwa wanita Jepang,  terutama yang telah menikah, adalah kaum lemah yang hanya mengabdi  kepada suami. "Ternyata Jepang adalah tempat yang paling damai dan aman  bagi setiap ibu rumah tangga dan anak-anak," ujar Anni dalam artikel  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Profil Anni Iwasaki juga pernah terpampang di majalah Jepang berbahasa  Inggris, Look Japan (Mei 1992). Dalam wawancara dengan wartawan majalah  itu, Anni berbicara tentang betapa profesi ibu rumah tangga ini  membutuhkan konsentrasi total dari setiap wanita. Seperti sebagian besar  wanita Jepang , termasuk mereka yang pernah lulus dari perguruan  tinggi, lebih memilih menjadi ibu rumah tangga total. "Sebagian besar  wanita Jepang lulusan perguruan tinggi memanfaatkan hasilstudinya  semaksimal mungkin untuk membina rumah tangganya dan mengasuh anak-anak  mereka," ujar Anni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Selama tahun 1992 anni telah menulis tiga buku pertamanya. Semuanya  telah diterbitkan oleh PT Gramedia Jakarta. Ketiga bukunya adalah  Dinamika Kehidupan, Mahligai Perkawinan dan Senyum Untuk Anakku. "Hampir  semua tulisan saya adalah dalam rangka kampanye kepada dunia wanita  agar menjunjung tinggi profesi ibu rumah tangga...dan kaum wanita karier  yang terlalu banyak kerja di luar rumah agar kembali mencurahkan tenaga  di dalam rumah," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Anni masih punya banyak tulisan yang akan ditawarkan ke berbagai  penerbitan dan majalah di Indonesia. "Saya tidak akan memilih memasukkan  artikel saya di majalah wanita, karena sebagian besar redakturnya  adalah wanita yang gandrung pada karier di luar rumah, mereka selalu  menolak pendapat saya," ujarnya. Nah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;DIA kini tinggal bersama suami, da ketiga anaknya, Rio (kelas tiga  SMA), Yudo (kelas dua SMP) dan Rido (enam SD), serta suaminya di 1-317  Kashima 22-Hachioji, Tokyo. Tempat tinggalnya berada di kawasan  perumahan terdiri dari 160 keluarga. Di kawasan perumahan tersebut  terdapat sekolah dari taman kanak-kanak sampai SMA.&lt;br /&gt;Suaminya sering bertugas ke berbagai negara. Sampai kini Anni telah  menjelajah ke 26 negara, antara lain di Amerika Serikat, beberapa negara  Eropa, Arab, Afrika dan Asia. "Di negeri-negeri itu saya selalu  memperhatikan kehidupan keluarga dan sistem yang berlaku. Dari situ saya  yakin Jepang adalah negeri teraman bagi para ibu rumah tangga dan  anak-anak," ujarnya. &lt;br /&gt;Para ibu rumah tangga Jepang merasa aman, karena lapangan kerja  diprioritaskan untuk para lelaki, berarti ancaman pengangguran bagi  suami mereka tidak begitu besar. Karena banyak wanita Jepang lebih  memilih sebagai ibu rumah tangga, lapangan kerja cukup untuk para suami.  Para ibu rumah tangga Jepang tidak perlu terlalu khawatir suami mereka  harus bersaing dengan kaum wanita dalam memperebutkan lapangan kerja. &lt;br /&gt;Karena para ibu banyak di rumah pendidikan awal di bidang social  behavior (tingkah laku sosial) bagi anak-anak mendapat perhatian pernuh.  Misalnya untuk bidang-bidang tata krama, cara berpakaian rapi,  menggunakan sapu tangan dan menggunakan bak mandi. "Maka orang Indonesia  akan heran bila msuk ke toko-toko di Jepang menemui beribu-ribu jenis  dan bentuk sapu tangan, mereka akan bertanya apakah semua itu bisa  laku," ujarnya.&lt;br /&gt;"Semua itu bisa laku karena orang Jepang telah terbiasa menggunakan  sapu tangan sejak kecil dan pabrik-pabrik sapu tangan tidak khawatir  bangkrut," ujarnya. &lt;br /&gt;Selain itu sejak kecil para ibu rajin mengajarkan anak mandi dan  mencintai kamar mandi. Karena itulah Jepang sangat kreatif memproduksi  berbagai bentuk kamar mandi. "Itu karena sejak kecil orang Jepang telah  diajar untuk mencintai mandi," ujar Anni. &lt;br /&gt;Budaya disiplin waktu, berpakaian dan antre di Jepang bisa berjalan  karena hal itu sudah ditanamkan sejak anak-anak. Dan itulah tugas ibu  rumah tangga yang banyak meluangkan waktunya di rumah. "Kalau segala  macam budaya itu harus dimulai di dalam rumah, maka itu sangat berkaitan  dengan peran ibu rumah tangga yang harus banyak meluangkan waktu untuk  hal itu...dan lihatlah rumah tangga di Jepang," ujar Anni.  &lt;br /&gt;Menurut Anni tidak ada ruginya bila seorang wanita lulusa fakultas  kedokteran harus memilih menjadi ibu rumah tangga. Keahliannya bisa  digunakan untuk mendidik anak-anaknya di bidang kesehatan, misalnya  menjaga gigi supaya tetap baik. "Untuk mencetak manusia-manusia tangguh  di masyarakat, pendidikan awal sebelum masuk sekolah sangat penting,  karena itulah para ibupun perlu memperoleh berbagai keahlian khusus,  selain punya pengetahuan umum yang kuat," kilah Anni.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;***&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;DALAM visi Anni, Amerika Serikat akan tertinggal jauh dalam kehidupan  ekonomi dari Jepang. Di AS, banyak orang tenaga brilyan masuk ke  militer, sedang yang kurang brilyan masuk ke pekerjaan sipil. Sementara  itu terlalu banyak kaum wanita AS terjun ke lapangan kerja di luar  rumah. Rumah-rumah di AS kosong dari ibu. Prinsip kemajuan ekonomi  bangsa, menurut Anni, terjadi bila ada pemasukan uang (orang pengumpul  uang) dan pengelola uang itu (manajer). Di Jepang ayah sebagai pencari  pemasukan. Ibu sebagai orang yang me-manage (mengelola) uang itu. "Kalau  semua cari uang, tidak ada yang mengelola dengan baik, misalnya  merancang uang itu untuk apa saja dan apa saja yang harus  diprioritaskan, maka uang yang masuk akan sirna begitu saja dan ekonomi  keluarga akan ambruk," ujar Anni. &lt;br /&gt;Prinsip semacam ini di Jepang hidupd alam hati sebagian besar orang  Jepang sejak kecil sampai tua, dari unit keluarga sampai perusahaan,  bangsa dan negara. "Dan itu saya lihat dari dapur rumah tangga saya di  Jepang ini...itu jadi keyakinan saya sekarang," ujar nyonya muda  berambut panjang dan tinggi semampai itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ia tertawa ketika seorang pejabat Indonesia datang ke Tokyo dan  memberi nasihat padanya, bahwa wanita kini harus bisa menjadi wanita  karier. Katanya, pejabat itu berbicara dengan lidah gombalnya. Ia  mengeluarkan kalimat yang dihafalkannya dari udapan atasannya atau dari  penataran-penataran untuk kenaikan pangkatnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sang pejabat itu tidak sadar, ketika gerakan emansipasi begitu  menggebunya dan kemajuan wanita hendak diukur semata-mata dari kiprah  sosial wanita di luar rumah, ia sebenarnya tengah berhadapan dengan  eksponen yang justru tengah mengkampanyekan arus gerakan sebaliknya.  Bahwa wanita harus kembali ke rumah, bahwa pekerti tentang kehidupan  harus ditanamkan dari dalam rumah, bahwa initi kejaksanaan hidup yang  luas sebetulnya berasal dari rumah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bukankah di Indonesia juga ada pepatah: surga berada di telapak kaki  ibu?(J. Osdar)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUCAPKAN SELAMAT BULAN DAN HARI KARTINI 21 APRIL 2010:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tahu gemarnya hatiku akan kesusasteraan. Akan tetapi tiada  mungkin bertuankan sekali dua orang. Menjadi guru bukan menjadi pengasah  pikiran saja, melainkan juga menjadi pembentuk budi pekerti, seharian  bergaul dengan anak-anak, lalu hendak berusaha pula dalam hal  kesusateraan?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu mata pekerjaan saja yang hendak kukerjakan sekali kerja,  tetapi hendak kulakukan dengan baik-baik" Habis Gelap Terbitlah Terang  30 Sept 1901 (Nyonya Abendanon). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-2077519868723552099?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/2077519868723552099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=2077519868723552099&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/2077519868723552099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/2077519868723552099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/04/pentingnya-peranan-wanita-sebagai-ftm.html' title='Pentingnya Peranan Wanita Sebagai FTM di Jepang...'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7qLrT2y5mI/AAAAAAAAAls/luImBLWJnrE/s72-c/n555916623_1343822_141.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-7494195934461410498</id><published>2010-03-31T22:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T22:12:50.280-07:00</updated><title type='text'>Ketika Para Ibu Tak Mau Lagi Memberi ASI</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Eramuslim.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7QrIw-PWMI/AAAAAAAAAlk/K8FmLTSShr8/s1600/Hello.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7QrIw-PWMI/AAAAAAAAAlk/K8FmLTSShr8/s320/Hello.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum para ilmuwan melakukan penelitian tentang manfaat air susu  ibu, Islam sudah memerintahkan agar para ibu menyusui anak-anaknya.  Perintah itu terdapat Surat Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun  penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan. Dan kewajiban  ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang maruf.  Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.  Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang  ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila  keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan  permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin  anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu bila kamu  memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah  dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7Qq2yk1R2I/AAAAAAAAAlc/tvCf4_UEg3Y/s1600/4950563_32226.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7Qq2yk1R2I/AAAAAAAAAlc/tvCf4_UEg3Y/s200/4950563_32226.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasarkan ayat tersebut, hubungan intim dengan ibu melalui kegiatan  menyusui adalah hak seorang anak yang dilahirkan dari keluarga Muslim.  Apalagi berabad-abad kemudian para ilmuwan yang melakukan penelitian  mengakui bahwa ASI (Air Susu Ibu) memberikan banyak manfaat bagi  perkembangan anak. Bayi-bayi diberi ASI dengan cukup memiliki kekebalan  tubuh yang kuat dan memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang  lebih baik dibandingkan bayi-bayi yang diberi susu formula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meski sudah tahu manfaat ASI, banyak kaum perempuan zaman sekarang  yang enggan memberikan ASI pada anak-anaknya, termasuk  ketakutan untuk  melahirkan secara normal dan lebih memilih melahirkan lewat operasi. Ada  fenomena para ibu bersikap lunak terhadap asupan makanan untuk  anak-anaknya. Mereka lebih memilih memberikan susu formula dan makanan  bayi instan, karena produk susu dan makanan itu kini sudah banyak  tersedia di pasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kecenderungan itu juga terjadi di kalangan perempuan Muslim.  Kesadaran untuk memberikan ASI pada anak-anaknya justeru masih tinggi di  kalangan muslimah konservatif dengan tingkat pendidikan tinggi. Di  balik pakaian tertutup mereka, masih mau memberikan ASI pada  anak-anaknya yang masih bayi. Mereka masih memegang teguh kebiasaan  kalangan kaum muslimin di awal-awal perkembangan Islam. Para ibu ketika  itu, menyapih anaknya setelah berusia dua tahun dan tidak memberikan  makanan padat sebelum gigi si anak tumbuh. Jika mereka tidak mampu  menyusui bayi-bayi mereka karena alasan yang kuat, maka mereka akan  mencari perempuan lain yang bisa menyusui bayi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di zaman sekarang, banyak hal yang menyebabkan anak-anak Muslim  kehilangan kesempatan untuk mendapatkan ASI. Baik dari faktor si ibu,  anak dan faktor luar seperti sistem rumah sakit yang tidak mempromosikan  pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang baru lahir. Baru belakngan ini  saja, Indonesia mengkampanyekan inisiasi menyusui dini di rumah-rumah  sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rumah-rumah sakit kadang memberikan susu formula pada bayi yang baru  lahir. Kadang terjadi praktik yang tidak etis, dimana terjadi  kesepakatan antara pihak rumah sakit dan produsen susu atau obat  tertentu untuk mempromosikan produk-produk mereka pada pasien. Ada juga  kaum perempuan yang hanya mau menyusui bayinya sampai usia enam bulan  dengan alasan produksi ASI nya sudah berkurang. Padahal hal itu bisa  diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berkalori.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di sisi lain, karena faktor sang bayi, banyak para ibu yang harus  berjuang agar bayinya mau menyusu ASI dan menolak memberikan susu botol  pada bayinya yang baru lahir. Untuk kasus seperti ini, seorang ibi  membutuhkan dukungan dari suami dan anggota keluarga lainnya dan si ibu  dibiarkan untuk bersama-sama dengan bayinya paling tidak di 40 hari  pertama kehidupan sang bayi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengingat pentingnya ASI, patut disayangkan jika kaum perempuan  Muslim enggan memberikan ASI pada bayi-bayinya yang baru lahir.Karena  pemberian ASI yang baik akan menciptakan generasi-generasi Muslim yang  kuat, sehat dan cerdas baik dari sisi intelektual maupun emosional,  seperti hasil penelitian para ilmuwan tentang manfaat ASI. (ln/iol)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-7494195934461410498?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/7494195934461410498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=7494195934461410498&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/7494195934461410498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/7494195934461410498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/03/ketika-para-ibu-tak-mau-lagi-memberi.html' title='Ketika Para Ibu Tak Mau Lagi Memberi ASI'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S7QrIw-PWMI/AAAAAAAAAlk/K8FmLTSShr8/s72-c/Hello.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-9082813456400133046</id><published>2010-03-22T21:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T21:39:19.471-07:00</updated><title type='text'>Kuda Yang Bahagia Dengan Memberi...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : Eramuslim.com&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S6hFtqQeJ9I/AAAAAAAAAkQ/3xTYJzO6p28/s1600-h/357783.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S6hFtqQeJ9I/AAAAAAAAAkQ/3xTYJzO6p28/s200/357783.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seekor anjing tampak menatapi tingkah seekor kuda yang berlari-lari  tak jauh dari hadapannya. Sang kuda begitu ceria. Sesekali, kuda  menggoyangkan kepalanya seperti sedang berdendang riang. Anjing pun  mengubah wajah cemberutnya dengan bersuara ke arah kuda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Kamu begitu bahagia, kuda?&lt;/i&gt;” tanya sang anjing menampakkan wajah  penasaran. Padahal, di masa kering seperti ini, sebagian besar penghuni  padang rumput terjebak kehidupan yang begitu sulit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Ya, aku bahagia!&lt;/i&gt;” ucap kuda sambil terus berlari kecil seraya tetap  mengungkapkan keceriaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Kamu tidak merasa susah di masa kering seperti ini?&lt;/i&gt;” tanya anjing  dengan wajah masih muram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Tidak!&lt;/i&gt;” jawab kuda singkat. Gerakan larinya makin melambat. Dan,  sang kuda pun menghentikan langkahnya di depan sang anjing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Apa kamu sudah kaya, temanku?&lt;/i&gt;” tanya si anjing serius. Yang ditanya  tidak memberikan reaksi istimewa. Kuda cuma menjawab pelan, “&lt;i&gt;Tidak!&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Mungkin kamu sudah punya rumah baru seperti kura-kura, keong, atau  yang lainnya?&lt;/i&gt;” tanya anjing tetap menunjukkan rasa penasaran. Kuda hanya  menggeleng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Mungkin kamu sudah bisa menghasilkan mutiara seperti  para kerang di  laut?&lt;/i&gt;” tanya sang anjing lagi. Lagi-lagi, kuda menggeleng. “&lt;i&gt;Lalu?  Kenapa kamu begitu bahagia?&lt;/i&gt;” sergah anjing lebih serius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Entahlah&lt;/i&gt;,” jawab kuda sambil tetap menunjukkan wajah cerianya. “&lt;i&gt;Aku  bahagia bukan karena punya apa-apa. Aku bahagia karena bisa memberi apa  yang kupunya: tenaga, kecerdasan, bahkan keceriaan,&lt;/i&gt;” jelas kuda begitu  panjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S6hF5LWC-2I/AAAAAAAAAkY/kYpjGckTRSY/s1600-h/Galloping+Herd.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S6hF5LWC-2I/AAAAAAAAAkY/kYpjGckTRSY/s200/Galloping+Herd.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Itukah yang membuatmu bahagia dibanding aku?&lt;/i&gt;” tanya anjing mulai  menemukan jawaban menarik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Aku merasa bahagia dan kaya karena selalu berpikir apa yang bisa  kuberikan. Dan bukan, apa yang bisa kudapatkan,&lt;/i&gt;” tambah si kuda yang  mulai beranjak untuk kembali berlari.  **&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manis pahit kehidupan kadang bergantung pada bagaimana kita  memandang. Dari situlah sikap diri akan menemukan cermin. Kalau hidup  dipandang dengan wajah muram, maka cermin akan memantulkan sikap susah,  suram, dan tidak mengenakkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cobalah letakkan mata hati kita di tempat yang nyaman untuk memandang  hidup ini secara positif. Maka, kita akan menemukan energi baru tentang  bagaimana mengarungi hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari situlah, sikap yang muncul persis seperti diungkapkan sang kuda,  “A&lt;i&gt;ku merasa bahagia karena selalu berpikir apa yang bisa kuberikan.  Bukan, apa yang bisa kudapatkan.&lt;/i&gt;” (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى ﴿٥﴾ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ﴿٦﴾ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى ﴿٧﴾ وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى ﴿٨﴾ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى ﴿٩﴾ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى ﴿١٠ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-9082813456400133046?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/9082813456400133046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=9082813456400133046&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/9082813456400133046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/9082813456400133046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/03/kuda-yang-bahagia-dengan-memberi.html' title='Kuda Yang Bahagia Dengan Memberi...'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S6hFtqQeJ9I/AAAAAAAAAkQ/3xTYJzO6p28/s72-c/357783.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5655334472931995059</id><published>2010-02-28T22:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T22:02:09.380-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Stres</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : Indofamilyhealth oleh Ir. Dina Agoes, M.Kes&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S4tYQelqJUI/AAAAAAAAAi4/KaOw3bDiy1w/s1600-h/stress_070508_ms--image+by+abcnews.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S4tYQelqJUI/AAAAAAAAAi4/KaOw3bDiy1w/s200/stress_070508_ms--image+by+abcnews.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Stress bagi banyak orang menjadi musuh utama  dalam menjalani kehidupan.&amp;nbsp; Stres adalah rangsangan dalam bentuk apapun  dan darimanapun yang akan dapat mempengaruhi proses pikir dan tindakan  seseorang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Stres dengan frekuensi dan jumlah yang tinggi akan  menimbulkan ketidakseimbangan baik fisik ataupun psikis pada individu.&amp;nbsp;  Ketidakseimbangan tersebut harus segera diselesaikan melalui pemenuhan  kebutuhan berdasarkan jenis stresnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres menurut ilmu  psikologi dibutuhkan oleh tubuh untuk mempertahankan diri dan menjadikan  kewaspadaan pada diri seseorang.&amp;nbsp; Stres ketika kita akan menghadapi  ujian, tindakan yang akan dilakukan adalah berusaha belajar keras untuk  meraih nilai yang bagus.&amp;nbsp; Stres karena akan ada perampingan jumlah  karyawan, sesegera mungkin akan mencari lowongan kerja untuk  menyelesaikan masalahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari stres yang lebih  lanjut, mulailah untuk berlatih melakukan manajemen stres melalui  beberapa cara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama :&lt;/strong&gt; Hadapilah setiap  masalah yang datang dengan tetap berpikiran positif.&amp;nbsp; Berusaha untuk  mencari jalan keluar adalah kunci keberhasilan menghadapi masalah  tersebut.&amp;nbsp; Misalnya, hari Rabu, Ant diminta berbicara di depan&amp;nbsp; 30  remaja berisiko tinggi terpapar NAPZA.&amp;nbsp; Hari senin, Anis sudah  menyiapkan segala sesuatu sebaik mungkin.&amp;nbsp; Anis stres karena memikirkan  pelaksanaan penyuluhan esok harinya, tapi Anis tidak menghindar dari  permasalahan.&amp;nbsp; Ia tahu besok pasti akan terjadi, stres dan cemas Anis  jadikan sebagai penambah semangat akan keberhasilan dan manfaat yang  dirasakan remaja setelah diberikan penyuluhan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua  : &lt;/strong&gt;Kenali&amp;nbsp; penyebab ketegangan/stres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab  ketegangan atau stres bisa teridentifikasi, bisa juga tidak.&amp;nbsp; Misalnya  setiap matakuliah epidemiologi, tanpa sadar Dian selalu berkeringat,  malas dan selalu ingin keluar lebih dulu dibanding mahasiswa lain.  Setelah dianalisa ternyata Dian stres karena dosen pengajarnya selalu  memberikan tugas dan pertanyaan secara mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui  tidaknya penyebab stres tetap harus membuat kita tetap sadar bahwa  ketegangan akan selalu kita jumpai selama kita menjalani berbagai  aktivitas.&amp;nbsp; Hendaknya kita selalu berpikir logis dan positif terhadap  semua stres/ketegangan yang ada, sehingga dengan otomatis kita sudah  mempersiapkan diri menghadapi ketegangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga  :&lt;/strong&gt; Biasakan hidup sehat Makan dengan gizi seimbang, Berusahalah  mempertahankan aktifitas yang kreatif seperti olah raga dan rekreasi,  Hindari rokok dan minuman keras, Cukup istirahat dan tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat  :&lt;/strong&gt; Tetaplah memelihara hubungan persahabatan dan sosial dengan  orang-orang diluar lingkungan kerja, misalnya tetangga, kerabat dekat,  serta melibatkan diri dalam aktivitas yang berguna seperti kegiatan  sosial dan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan manajemen stres&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan :&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sistim kekebalan tubuh, daya ingat dan daya pikir,  kualitas tidur, kualitas hubungan sosial,kualitas hubungan  seksualitas,produktifitas,lingkungan kerja yang sehat dan dinamis, serta  mengurangi resiko terkena penyakit seperti jantung dan stroke. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5655334472931995059?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5655334472931995059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5655334472931995059&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5655334472931995059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5655334472931995059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/02/manajemen-stres.html' title='Manajemen Stres'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S4tYQelqJUI/AAAAAAAAAi4/KaOw3bDiy1w/s72-c/stress_070508_ms--image+by+abcnews.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-1409088340548988093</id><published>2010-02-28T21:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T21:47:42.291-08:00</updated><title type='text'>Mengatasi Tantrum Pada Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Indofamily.net oleh Martina Rini S. Tasmin, SPsi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S4tU5yHGF6I/AAAAAAAAAiw/kBoIXB3JGCI/s1600-h/tantrum+sample--ht_shock_060727_ssv.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S4tU5yHGF6I/AAAAAAAAAiw/kBoIXB3JGCI/s200/tantrum+sample--ht_shock_060727_ssv.jpg" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika anak-anak menangis dan mengamuk hanya karena tak dibelikan  mainan kesukaannya, orangtua diharap memahami kondisi ini. Luapan emosi  yang meledak-ledak dan tidak terkontrol pada anak-anak, disebut sebagai&amp;nbsp;  Temper Tantrum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Temper Tantrum (untuk selanjutnya disebut sebagai Tantrum) seringkali  muncul pada anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun.  Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah.  Tantrum juga lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap "sulit",  dengan ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.Memiliki kebiasaan  tidur, makan dan buang air besar tidak teratur.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.Sulit menyukai  situasi, makanan dan orang-orang baru.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.Lambat beradaptasi  terhadap perubahan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4.Moodnya (suasana hati) lebih sering negatif.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  5.Mudah terprovokasi, gampang merasa marah/kesal.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6.Sulit  dialihkan perhatiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantrum termanifestasi dalam berbagai  perilaku. Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku Tantrum, menurut  tingkatan usia:&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di bawah usia 3 tahun:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;  &amp;nbsp; * Menangis&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menggigit&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Memukul&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menendang&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  * Menjerit&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Memekik-mekik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Melengkungkan punggung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  * Melempar badan ke lantai&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Memukul-mukulkan tangan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *  Menahan nafas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Membentur-benturkan kepala&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *  Melempar-lempar barang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usia 3 - 4 tahun:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  * Perilaku-perilaku tersebut diatas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menghentak-hentakan kaki&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  * Berteriak-teriak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Meninju&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Membanting pintu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *  Mengkritik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Merengek&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Usia 5 tahun ke  atas &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Perilaku- perilaku tersebut pada 2 (dua)  kategori usia di atas&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Memaki&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp; Menyumpah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp;  Memukul kakak/adik atau temannya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp; Mengkritik diri sendiri&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  *&amp;nbsp; Memecahkan barang dengan sengaja&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp; Mengancam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada  beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Tantrum. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya  adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;1. Terhalangnya keinginan anak  mendapatkan sesuatu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak berhasil meminta sesuatu  dan tetap menginginkannya, anak mungkin saja memakai cara Tantrum untuk  menekan orangtua agar mendapatkan yang ia inginkan, seperti pada contoh  kasus di awal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2. Ketidakmampuan anak mengungkapkan  diri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak punya keterbatasan bahasa, ada saatnya ia  ingin mengungkapkan sesuatu tapi tidak bisa, dan orangtuapun tidak bisa  mengerti apa yang diinginkan. Kondisi ini dapat memicu anak menjadi  frustrasi dan terungkap dalam bentuk Tantrum.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3.  Tidak terpenuhinya kebutuhan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak yang aktif membutuh ruang  dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak dan tidak bisa diam dalam  waktu yang lama. Kalau suatu saat anak tersebut harus menempuh  perjalanan panjang dengan mobil (dan berarti untuk waktu yang lama dia  tidak bisa bergerak bebas), dia akan merasa stres. Salah satu  kemungkinan cara pelepasan stresnya adalah Tantrum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Contoh lain: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;anak  butuh kesempatan untuk mencoba kemampuan baru yang dimilikinya.  Misalnya anak umur 3 tahun yang ingin mencoba makan sendiri, atau umur  anak 4 tahun ingin mengambilkan minum yang memakai wadah gelas kaca,  tapi tidak diperbolehkan oleh orangtua atau pengasuh. Maka untuk  melampiaskan rasa marah atau kesal karena tidak diperbolehkan, ia&amp;nbsp;  memakai cara Tantrum agar diperbolehkan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;4. Pola  asuh orangtua&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cara orangtua mengasuh anak juga berperan  untuk menyebabkan Tantrum. Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu  mendapatkan apa yang diinginkan, bisa Tantrum ketika suatu kali  permintaannya ditolak. Bagi anak yang terlalu dilindungi dan didominasi  oleh orangtuanya, sekali waktu anak bisa jadi bereaksi menentang  dominasi orangtua dengan perilaku Tantrum. Orangtua yang mengasuh secara  tidak konsisten juga bisa menyebabkan anak Tantrum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya,  orangtua yang tidak punya pola jelas kapan ingin melarang kapan ingin  mengizinkan anak berbuat sesuatu dan&amp;nbsp; orangtua yang seringkali mengancam  untuk menghukum tapi tidak pernah menghukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak akan  dibingungkan oleh orangtua dan menjadi Tantrum ketika orangtua  benar-benar menghukum. Atau pada ayah-ibu yang tidak sependapat satu  sama lain, yang satu memperbolehkan anak, yang lain melarang. Anak bisa  jadi akan Tantrum agar mendapatkan keinginannya dan persetujuan dari  kedua orangtua. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;5. Anak merasa lelah, lapar, atau  dalam keadaan sakit. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;6. Anak sedang stres  (akibat tugas sekolah, dll) dan karena merasa tidak aman (insecure). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Mengatasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Tantrums  Secret to Calming the Storm (La Forge: 1996) banyak ahli perkembangan  anak menilai bahwa Tantrum adalah suatu perilaku yang masih tergolong  normal yang merupakan bagian dari proses perkembangan, suatu periode  dalam perkembangan fisik, kognitif dan emosi anak. Sebagai bagian dari  proses perkembangan, episode Tantrum pasti berakhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa hal positif yang bisa  dilihat dari perilaku Tantrum adalah bahwa dengan Tantrum anak ingin  menunjukkan independensinya, mengekpresikan individualitasnya,  mengemukakan pendapatnya, mengeluarkan rasa marah dan frustrasi dan  membuat orang dewasa mengerti kalau mereka bingung, lelah atau sakit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun  demikian bukan berarti bahwa Tantrum sebaiknya harus dipuji dan&amp;nbsp;  disemangati (encourage). Jika orangtua membiarkan Tantrum berkuasa  (dengan memperbolehkan anak mendapatkan yang diinginkannya setelah ia  Tantrum, seperti ilustrasi di atas) atau bereaksi dengan hukuman-hukuman  yang keras dan paksaan-paksaan, maka berarti orangtua sudah  menyemangati dan memberi contoh pada anak untuk bertindak kasar dan  agresif (padahal sebenarnya tentu orangtua tidak setuju dan tidak  menginginkan hal tersebut). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan bertindak keliru dalam  menyikapi Tantrum, orangtua juga menjadi kehilangan satu kesempatan baik  untuk mengajarkan anak tentang bagaimana caranya bereaksi terhadap  emosi-emosi yang normal (marah, frustrasi, takut, jengkel, dll) secara  wajar dan bagaimana bertindak dengan cara yang tepat sehingga tidak  menyakiti diri sendiri dan orang lain ketika sedang merasakan emosi  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Jika Tantrum tidak bisa dicegah dan tetap terjadi,  maka beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua adalah:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Memastikan  segalanya aman. Jika Tantrum terjadi di muka umum, pindahkan anak ke  tempat yang aman untuknya melampiaskan emosi. Selama Tantrum (di rumah  maupun di luar rumah), jauhkan anak dari benda-benda, baik benda-benda  yang membahayakan dirinya atau justru jika ia yang membahayakan  keberadaan benda-benda tersebut. Atau jika selama Tantrum anak jadi  menyakiti teman maupun orangtuanya sendiri, jauhkan anak dari temannya  tersebut dan jauhkan diri Anda dari si anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orangtua  harus tetap tenang, berusaha menjaga emosinya sendiri agar tetap  tenang. Jaga emosi jangan sampai memukul dan berteriak-teriak marah pada  anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak mengacuhkan Tantrum anak (ignore).  Selama Tantrum berlangsung, sebaiknya tidak membujuk-bujuk, tidak  berargumen, tidak memberikan nasihat-nasihat moral agar anak  menghentikan Tantrumnya, karena anak toh tidak akan  menanggapi/mendengarkan. Usaha menghentikan Tantrum seperti itu malah  biasanya seperti menyiram bensin dalam api, anak akan semakin lama  Tantrumnya dan meningkat intensitasnya. Yang terbaik adalah  membiarkannya. Tantrum justru lebih cepat berakhir jika orangtua tidak  berusaha menghentikannnya dengan bujuk rayu atau paksaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika  perilaku Tantrum dari menit ke menit malahan bertambahburuk dan tidak  selesai-selesai, selama anak tidak memukul-mukul Anda, peluk anak dengan  rasa cinta. Tapi jika rasanya tidak bisa memeluk anak dengan cinta  (karena Anda sendiri rasanya malu dan jengkel dengan kelakuan anak),  minimal Anda duduk atau berdiri berada dekat dengannya. Selama melakukan  hal inipun tidak perlu sambil menasihati atau complaint (dengan  berkata: "kamu kok begitu sih nak, bikin mama-papa sedih"; "kamu kan  sudah besar, jangan seperti anak kecil lagi dong"), kalau ingin  mengatakan sesuatu, cukup misalnya dengan mengatakan "mama/papa sayang  kamu", "mama ada di sini sampai kamu selesai".&amp;nbsp; Yang penting di sini  adalah memastikan bahwa anak merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya ada  dan tidak menolak (abandon) dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-1409088340548988093?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/1409088340548988093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=1409088340548988093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/1409088340548988093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/1409088340548988093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/02/mengatasi-tantrum-pada-anak.html' title='Mengatasi Tantrum Pada Anak'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S4tU5yHGF6I/AAAAAAAAAiw/kBoIXB3JGCI/s72-c/tantrum+sample--ht_shock_060727_ssv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-546384528853622083</id><published>2010-02-05T16:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T16:57:40.940-08:00</updated><title type='text'>Ujian Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;dari notes facebook seorang teman&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S2y-dJnOEJI/AAAAAAAAAio/gFzu93W_Fvg/s1600-h/bunga1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S2y-dJnOEJI/AAAAAAAAAio/gFzu93W_Fvg/s200/bunga1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana memaknai ujian hidup, menjadi sangat berarti bagi kita untuk  meraih dan menikmati hikmahnya. Seorang rekan sesama trainer  (instruktur) yang selalu aktif dengan omset besar pada akhir tahun lalu  harus opname di rumah sakit selama beberapa minggu karena serangan  stroke ringan, selain itu beliau pun harus menjalani fisioterapi pasca  opname. Rekan ini sangat bersyukur dengan kondisi sakitnya ini, karena  menginap di rumah sakit rupanya menjadi waktu yang indah untuk menikmati  arti hidup dan tujuan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata, harta dan omset bukan segala-galanya. Bukankah ketika mati  lampu adalah kesempatan bagi kita untuk menikmati indahnya terang?”  demikian tuturnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa masalah kita saat ini? Keluarga yang tidak harmonis? Anak yang susah  diatur? Uang yang selalu tidak cukup di tengah-tengah kenaikan biaya  hidup yang semakin tinggi? Atau karier yang tidak berjalan mulus.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, kita perlu merenungkan kembali bahwa matahari akan selalu  tetap bersinar. Seandainya saat ini mendung, bukan berarti matahari  berhenti bersinar. Mungkin ini kesempatan untuk menikmati keteduhan,  barang sejenak melakukan refleksi hidup, atau sang Pencipta hendak  “berbicara” banyak kepada kita karena ketika kita sibuk ada kalanya  suara-Nya nyaris tak terdengar. Cepat atau lambat mendung akan berlalu  dan matahari akan menunjukkan wajahnya kembali. Kalaupun mendung menjadi  hujan, habis hujan pasti tampak pelangi yang indah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam The Bamboo Oracle, dikisahkan bagaimana pohon bambu (bamboo) yang  hidup enak dalam rumpunannya terpaksa harus ditebang dan menderita rasa  sakit yang amat sangat ketika dipotong-potong, Namun, sang bamboo  akhirnya mengerti setelah tahu bahwa dirinya dipergunakan untuk saluran  air bagi masyarakat, obor, kentongan, dan lemang. Rasa sakitnya ternyata  bermakna untuk kebahagiaan orang lain. Mungkin juga ujian hidup yang  tengah kita alami saat ini sedang dipersiapkan untuk memberi jalan amal  bagi kebahagiaan orang lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya seorang sufi pernah mengajarkan bahwa ketika ujian hidup  dating, jangan berdoa kepada sang Pencipta supaya ujian itu berlalu,  melainkan berdoalah, “Wahai, Yang Maha Pencipta. Berilah kekuatan  kepadaku untuk melalui dan menghadapi ujian hidup ini. ”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-546384528853622083?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/546384528853622083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=546384528853622083&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/546384528853622083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/546384528853622083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/02/ujian-hidup.html' title='Ujian Hidup'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S2y-dJnOEJI/AAAAAAAAAio/gFzu93W_Fvg/s72-c/bunga1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-455894698633682506</id><published>2010-01-24T22:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T22:59:41.872-08:00</updated><title type='text'>Mendampingi Anak Di Masa Emas Mereka</title><content type='html'>&lt;div class="garis-bawah" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;dikutip dari &lt;a href="http://eramuslim.com/"&gt;Eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11AIk5bBNI/AAAAAAAAAiI/c7S478KJd50/s1600-h/IMG_6390.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11AIk5bBNI/AAAAAAAAAiI/c7S478KJd50/s200/IMG_6390.JPG" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para ahli psikologi anak bilang: lima tahun pertama adalah masa emas bagi seorang anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun-tahun emas. Ibuku selalu mengingatkan aku dulu ketika mereka (putra-putriku) masih kecil: "Masa kecil mereka tak terulang dua kali." Benar sekali. Waktu yang pergi tak akan kembali, masa kecil yang berlalu tak mungkin diulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seberapa pentingnya-kah masa emas ini? Sesudah si kecil menghirup udara kotor dunia pada detik-detik pertama hidupnya, sejak saat itulah ia mulai belajar dari pahit getirnya dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tarikan nafas pertama memperkenalkannya dengan kebutuhan dasar. Bernafas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para pakar menganjurkan pada detik-detik pertama tersebut si kecil segera diperkenalkan pada bundanya. Maka bayi merah yang bahkan masih licin tersebutpun diletakkan di atas dada bunda yang sedang sumringah bahagia. Tatapan pertama antara keduanya. Apa yang kau lihat pada dirinya wahai bunda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banggakah dikau? Kecewakah? Kebencian kah? Sadarlah bunda, kesan pertama ini seringkali mewarnai sikapmu padanya dan akan berbalas dengan sikapnya padamu…. Apapun juga, ukirlah rasa syukur dalam dadamu pada menit-menit pertama ini. Syukur karena masa kritis sudah berlalu bagi kalian dan syukur karena Dia telah Menghadiahkanmu amanah baru ini. Bangga karena engkau telah diberi kepercayaan olehNya. Tutuplah syukurmu dengan doa harapan untuk masa depan kalian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bersyukurah niscaya Allah Akan Menambahkan NikmatNya padamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari-hari berikut tetap penting baginya. Senyum pertamanya, sakit pertamanya, ocehan pertamanya, makanan pertamanya, jatuh pertamanya, langkah pertamanya, semua yang pertama baginya. Baik dan buruk, senang dan susah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11Ap8DsZBI/AAAAAAAAAiQ/9GsSL6YqKu8/s1600-h/IMG_6387222.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11Ap8DsZBI/AAAAAAAAAiQ/9GsSL6YqKu8/s200/IMG_6387222.JPG" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahukah dikau bunda bahwa semua pengalamannya akan ia rujuk padamu? Apakah engkau senang jika ia mengigitmu (ketika menyusuinya). Ia akan menatapmu untuk mencari tau apa reaksimu. Apakah engkau senang jika ia mempermainkan kucing? Ia akan menunggu reaksimu. Apa pendapatmu jika ia naik tangga? Engkaulah rujukan pertamanya….dan bagimana engkau menterjemahkan padanya dunia ini. Apakah dunia ini tempat penuh optimisme, atau keluh kesah? Apakah dunia ini berbahaya atau penuh tantangan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia akan mencarimu ketika ia jatuh dan luka. Tangisannya keras sekali demi menarik perhatianmu segera. Dan ketika engkau akhirnya datang juga menghibur dirinya dan mengobati lukanya, ia akan senantiasa mengingat bagaimana reaksimu melihat penderitaannya. Apakah engkau menyalahkan, atau berempati?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bunda, semua itu menjadi rujukan baginya untuk bersikap terhadap dunia dan segala isinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Engkaulah guru pertamanya in a true sense!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mungkin engkau tidak sadar seberapa besar peranmu bagi kepribadiannya. Karena engkau sibuk mencuci, menyetrika, memasak….dan seribu satu pekerjaan rumah lainnya. Maka kau sikapi anakmu dengan seadanya. Jika sempat kau tanggapi dengan senyum optimis, jika tidak maka kau malah bentak dia ketika bermain dengan piring yang sedang kau cuci. Astaghfirullah, betapa beratnya untuk selalu sadar peran, disaat tugas menumpuk, badan penat, kepala berat, sejuta lagi alasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11BP4ojR6I/AAAAAAAAAiY/CHokAHExgsU/s1600-h/IMG_6250.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11BP4ojR6I/AAAAAAAAAiY/CHokAHExgsU/s200/IMG_6250.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bunda, itu sebabnya kita perlu selalu bertaubat (Istighfar), sebab terlalu banyak saat kita tidak memenuhi pnggilan tugas dengan semestinya. Tugas seorang ibu, pendidik generasi yang akan datang, tugas yang harus dijalankan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tanpa cuti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana pula kau tanggapi protesnya ketika kau akan meninggalkan dia? Kantor sudah menunggu, boss bukan orang yang murah hati, sementara si kecil rewel “tanpa alasan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benarkah jika ia tidak sakit maka ia tak boleh protes ketika kau akan pergi? Apakah itu “tanpa alasan”? Ia punya sejuta alasan untuk memintamu tetap mendampinginya…Kita punya seribu alasan untuk boleh meninggalkannya. Kita memang harus punya alasan yang TEPAT untuk meninggalkan balita kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika kau pergi, dengan siapakah ia kau titipkan? Baby sitter? Nenek –kakek? Bibi atau tempat penitipan anak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apapun pilihanmu, bertanggung-jawablah. Artinya, ajukanlah seribu pertanyaan mengapa engkau meninggalkannya, kepada siapa dan dengan persiapan apa. Tanyakan itu semua pada dirimu sendiri dan jawablah untuk dirimu sendiri. Janganlah engkau meninggalkannya hanya karena “sayang karirku jika berhenti sekarang”, atau “sayang dong otakku jika aku hanya tinggal di rumah”, atau “aku kan butuh aktualisasi diri”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ingatlah pesan ibuku puluhan tahun lalu: “masa kecil mereka hanya sekali”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku ingat pesan itu hari ini, duapuluhan tahun setelah itu. Saat aku menikahkan anakku dengan pria pilihan hatinya, terbayang masa kecilnya dan pertanyaan di kepala: apakah aku sudah mendidiknya dengan benar sehingga ia sudah bisa meninggalkan rumah ini untuk menjalani penghidupannya sendiri. Sudah cukupkah bekal yang kuberikan padanya untuk menghadapi hidup?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari demi hari berlalu, masa kecilnya semakin jauh dibelakang. Hari demi hari berlalu kita semakin sadar betapa banyak yang belum kita lakukan untuknya. Tapi waktu tak pernah menunggu, tugas terus bertumpuk dan badan tak bertambah gesit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampai datang masanya kita terhentak dan tersadar betapa cepatnya waktu telah berganti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bersiaplah untuk di evaluasi olehnya,&amp;nbsp; puluhan tahun setelah hari pertamanya bersamamu, atas segala perlakuan yang telah engkau berikan padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puluhan tahun dari hari ini, ia bukan lagi makhluk kecil yang tak berdaya. Puluhan tahun setelah hari ini mungkin kitalah yang sudah tak berdaya dan berharap tidak ditinggalkan sendirian di rumah karena badan ini sudah renta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Doa untuk orangtua: Ya Rabb kami ampunilah kami, dan ampunilah kedua orangtua kami, dan rahmatilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangi kami ketika masih kanak-kanak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah Dzat Yang Maha Agung akan mengampuni? Apakah Dia akan Menyayangi para orangtua? Lalu bagaimana jika saat sang putra masih kecil orangtuanya kurang sayang padanya? Akankah Allah juga akan mengurangi kasih sayangNya pada orangtua tersebut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alangkah beruntungnya orangtua yang anaknya cinta pada Allah, niscaya anak shaleh akan mendoakan ibu-bapaknya. Amin (SAN 18032009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-455894698633682506?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/455894698633682506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=455894698633682506&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/455894698633682506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/455894698633682506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/01/mendampingi-anak-di-masa-emas-mereka.html' title='Mendampingi Anak Di Masa Emas Mereka'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S11AIk5bBNI/AAAAAAAAAiI/c7S478KJd50/s72-c/IMG_6390.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-4470899294170484967</id><published>2010-01-24T20:43:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T20:43:54.270-08:00</updated><title type='text'>My Precious...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;By: Prima Avianti (Ummu Hizballah 'n Jundallah)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S10hehTU4wI/AAAAAAAAAh4/6W5sVMSEspM/s1600-h/22070_1174569096767_1604267139_30439419_5372970_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S10hehTU4wI/AAAAAAAAAh4/6W5sVMSEspM/s200/22070_1174569096767_1604267139_30439419_5372970_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnyaa,, nyampe juga di fase ini: "saat keduanya tantrum dan si kakak minta gendong sementara ummi masi berusaha membujuk si adek dengan menimangnya",, rumus psikologi? ilmu parenting? (mendadak) MUSNAH! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abinya masi di jogja,, emang siy kami masi tinggal bareng ortu ada dua adek juga,, tapi teuteup: gada yg sanggup ngehandle hizballah,, kecuali aku: umminya,, dan dia: abinya,, :) lagian aku juga ga mo ngerepotin kung-utinya,, biarlah pas 2 krucils lagi hepi aja ngikut mereka,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tappii waktu hizballah ngamuk dan si adek juga ga bisa diem nangisnya bikin aku (awalnya) kewalahan sangat! namun demikian aku coba tuk tenang,, bujuk si kakak tanya ma hizballah: mintanya apa? di jawablah minta maenan truk,, aku kasih truk,, belom 5 detik uda minta liat tivi,, aku bilang: yaudah mas duduk manis liat tivi sambil maenan truk, oke?,, belom 5 detik lagi hizba minta gambar,, aku bilang: buku ma tulisnya ada di meja mas, diambil sendiri gih mas kan pinter,, hizba: ga mau diambilin ummi ajaa,, oke aku ambilin,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru mo ngambil maem, hizba uda nginterupsi lagi: minta pipis ama ummi, minta tohoong (baca: minta tolong),, oke aku anterin pipis,, adek kebangun nangis kenceng,, aku bantu hizba dulu pake celana trs gendong adek,, hizba protes: adek bobo ajaa, mas mo maenan ma ummi,, aku bilang: iyah kita maen bertiga disini sekarang yah,, hizba: mas lappeer minta maem,, aku bilang: mas kan uda maem, lupa yah?,, hizba: mas minta sholaat,, aku bilang: kan sajadahnya ada di kamar mas, yuk mas ambil sambil ngajinya gimana hayo? ..ga lama kemudian,, hizba: mas minta liat tivi di kamar om agiil,, aku bilang: kalo mas mau, mas ke kamar om agil gih, ummi disini aja ma adek yah,, hizba: ga mauu, mas ama ummi ajaa,, oke deeh aku ngikut,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampe kamar adek nangis kenceng minta keluar digendong sambil berdiri,, aku pamit hizba: bentar yah mas, adek ngantuk minta digendong sambil berdiri trs jalan2 diluar, mas disini dulu yah? ato mas mo ikut? hizba: ga mauu mas disini ajaa, ummi juga disini maen ma maas,, tiba2 hizba ke dapur ambil sapu ijuk: sok2 nyapu,, katanya: kotor mi', mas mau nyapu duhu,, aku bilang: mas pinteer bantuin ummi bersih2,, eh lha kok sapunya nyenggol gelas,, mak pyar: pecah! adek tambah kenceng nangisnya,, hizba juga tereak2 protes "ummi ma mas ajaa",, fyuh mana perut lapeer,, seharian banyak kerjaan: cape,, jebol juga esmosih! *maklum bukan malaikat,, hee :p*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langung deh aku 'cut' smuanya (pake suara agak tinggi tapi ga pake melotot dan ngomongnya juga ga liat hizba, tp liat tembok): "udah ya mas cukup yah, kalo mas mau liat tivi disini, mas yg baek,, ato kalo mas mau ikut ummi di luar ma adek: ayo ikut.. daritadi ummi uda nurutin semua maunya mas,, tp mas yg ga mau nurut ma ummi".. hizba masi ga terima,, aku cuekin 'n tinggal aja keluar,, hizba berontak minta gendong juga, nangis adek pun tambah kenceng,, aku balik masuk rumah lagi, masuk kamar, aku taruh adek di kasur pelan2 ma bilang: "bentar ya sayang, ummi beresin pecahan gelasnya mas tadi, adek disini dulu yah ma truknya mas",, untung diem deh, senyum2 pula :) ..sementara hizba masi nangis ngamuk ga keruan: ngomel2 ga jelas,, tetep aku cuekin,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ke dapur ambil sapu, tempat sampah kecil ma kain pel,, hizba nempeel mulu: pegang bajuku sambil rewel plus ngomel plus nangis sepanjang aku bersih2,, masiii aku cuekin,, 15 menit berlalu,, sampe akirnya aku brentiin smua aktivitasku,, aku diem duduk di lantai bersandar almari,, tengadahkan kepala pejamkan mata dan tarik nafas panjang,, fuuuh.. tiba2 pikiranku melayang kemana2,, waktu aku masi kecil dan aku rewel: mungkin seperti inilah perasaan ortuku dan aku ga mau tau,, waktu aku ketemu temen2 yg belom dikaruniai anak sementara mereka menginginkannya: dihadapanku sudah ada 2 anak yg sehat dan lucu2,, waktu aku melihat kedua anakku sakit: betapa tidak teganya aku dan menginginkan mereka segera sehat kembali dan kembali lincah bermain seperti ini,, dan waktu aku melihat diriku sendiri sekarang ini: akulah ibu mereka, yg mengandung dan melahirkan mereka, akulah tempat mereka 'mengadu' berkeluh kesah dan bermanja, dg begitu mereka merasa saved 'n comfee,, ya Allah, apa yg sudah aku lakukan?? mereka-lah hartaku ya Allah,, MY PRECIOUS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu juga aku peluk hizballah,, so tight! maafin ummi ya mas? maafin ummi,, ummi sayaang ma mas hizba,, ummi juga sayang ma dek junda abi kung-uti om semua,, mas yg baek ya nak? kalo mas baek, nanti semua orang akan baek ma mas,, abi ummi adek kung-uti om semuanya baek ma mas,, mas yg pinter yah nak? anak pinter itu anak yg sayang yg nurut yg suka senyum ma abi ummi adek kung-uti om smuanya,, mas sayang ma ummi kan?.. hizba bilang: mas sayang ummii.. aku ciumin abis pipi kening rambut perut 'n tangannya,, terimakasih sayang.. hizba masi nangis, tapi uda ga ngomel, dan volumenya lebi pelan,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uda beres bersihin pecahan gelas, ganti adek yg rewel minta nenen :d ..it's oke,, setidaknya akunya uda tenang sekarang.. aku nenenin si adek, hizba masi sesenggukan 'n masi minta gendong tapi suaranya pelaan banget,, aku raih tangannya ma bilang: oh iya mas, sini gendong ummi yuk, gendong belakang yah,, hizba bilang: gendong depan aja mii',, aku bilang: oh iyaa gendong depan,, jadi posisinya waktu itu adalah: aku tidur miring nenenin si adek trs hizba nyempil ditengah2 aku 'n adek,, aku elus rambut hizba pake tangan kanan,, dan tangan kiri aku pake buat meluk adek,, :) subhanallah indahnyaa,, terimakasih ya Allah, alhamdulillah,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adek uda bobok,, waktunya "bayar utang" ke hizba buat gendong dia,, sini gendong ummi yok mas, hizba bilang: gendong disana ya mi' sambil maenan ma liat tivi di depan aja ya mi'?,, iyah sayang jawabku,, aku masi ciumin dia, hehe, mumpung masi mau tar kalo uda gede pasti uda risih dianya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di depan tivi aku gelar kasur lantai,, hizballah baringan disitu sambil maenin truk2nya,, hihi lucuu ngomong2 sendiri, sesekali aku yg diceritain, katanya truknya bagus ada tiga, rodanya enam bisa nyemprot air nyiram bunga dan madamin api kebakaran,, trs katanya lagi dia yg bikin truk itu plus yg nyopir plus memperbaiki,, akunya pura2 takjub gitu deh: owwh gitu yah mas? hmm ya ya trs gmn jalannya mas? and so on and so on,, alhamdulillah pinternya anakku,, :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ga lama dia tertidur pulas,, aku elus rambutnya dan kecup keningnya,, i love you dear, so much! tanpa kusadari air mataku berlinang,, terharu, campur aduk.. yeah sons, you both are my precious.. so MESMERIZING! :')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dan berikanlah banyak sayang untuk si kakak,, maka si kakak akan punya cukup sayang untuk si adek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;january '10, lot of loves,&lt;br /&gt;ummu hizballah 'n' jundallah..&lt;/span&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-4470899294170484967?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/4470899294170484967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=4470899294170484967&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/4470899294170484967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/4470899294170484967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/01/my-precious.html' title='My Precious...'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S10hehTU4wI/AAAAAAAAAh4/6W5sVMSEspM/s72-c/22070_1174569096767_1604267139_30439419_5372970_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-6426499049266820272</id><published>2010-01-08T22:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T22:55:46.184-08:00</updated><title type='text'>Ada Apakah Tahun Baru Masehi dan Gerhana Bulan?</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;dikutip dari eramuslim.com&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;                          &lt;span class="tanggal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/palestina/rss" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent url(/img/icon/rss.gif) no-repeat scroll 0% 0%; padding-left: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun baru Masehi 2010 baru saja menjelang, beberapa jam lalu. Seperti biasanya, setiap orang di hampir semua pelosok larut dalam perayaannya yang berlangsung hingga dini hari. Bukan hanya orang tua dan dewasa saja, bahkan anak-anak kecil pun banyak yang diperbolehkan orang tuanya untuk tidur sangat larut, demi ikut meniupkan terompet tahun baru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/nasional/0gerhana-bulan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="127" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/nasional/0gerhana-bulan.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada saat yang bersamaan, malam tahun baru Masehi 2010 diterangi sebuah peristiwa kebesaran Allah swt, yaitu gerhana bulan. Cahaya bulan yang terang benderang memupus semua mendung yang datang sepanjang hari kemarin, dan hujan yang bahkan turun hampir selepas Isya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu, selalu ada skenario dari Allah swt terhadap semua peristiwa di dunia, apalagi ketika berbarengannnya gerhana bulan dan perayaan tahun baru Masehi. Gerhana bulan memang terjadi Jumat (1/1/2010) sekitar pukul 00.15 dan mencapai puncaknya pada pukul 02.22. Peristiwa ini akan menyebabkan air laut pasang di beberapa wilayah, seperti Jakarta. Akibatnya, apabila malam itu turun hujan lebat, banjir akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang-orang yang merayakan malam tahun baru tentu merasa diterangi dan “dimeriahkan.” Mungkin, semua hal yang dekat dengan kemaksiatan terjadi pada malam tahun Baru. Sementara Rasulullah saw bersabda dalam salah satu hadisnya: “Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah”. Setelah itu, beliau bersabda : “Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika hambaNya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” [Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Takbir memang menggema di beberapa masjid menandakan adanya ada sebagian orang yang terjaga untuk mengagungkan kebesaran Allah swt. Namun tetap saja, jumlahnya sangat sedikit—teramat sedikit—dibandingkan mereka yang “berkonsentrasi” pada perayaan malam tahun baru. Mungkin dengan menurunkan gerhana bulan pada malam tahun baru, Allah swt berkehendak memberi kita pilihan, larut dalam perayaan semu, ataukah memilih untuk menyebut nama Allah swt?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara hari baru di tahun baru 2010 telah bergulir, nasib orang Islam tetap saja sama dengan tahun sebelumnya: miskin, tertinggal, dan jauh dari Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-6426499049266820272?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/6426499049266820272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=6426499049266820272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6426499049266820272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6426499049266820272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/01/ada-apakah-tahun-baru-masehi-dan.html' title='Ada Apakah Tahun Baru Masehi dan Gerhana Bulan?'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5855161248907476724</id><published>2010-01-07T17:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T17:12:24.478-08:00</updated><title type='text'>Pasrah Karena Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh Fikri Yathir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S0aGbRj5oHI/AAAAAAAAAhw/1G5CNcBMhPM/s1600-h/Berdoa+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S0aGbRj5oHI/AAAAAAAAAhw/1G5CNcBMhPM/s320/Berdoa+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malam itu di sebuah bilik pengap penjara Auschwitz gempar. Tiga orang napi melarikan diri. Penguasa penjara meledakkan kemarahannya dengan mengambil 10 orang napi teman para napi yang melarikan diri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franciszek Grajowniczek, salah seorang yang diambil untuk dihukum mati, menjerit, “Aduh, isteriku dan anak-anakku yang malang. Aku takkan melihat mereka lagi.” Mendengar itu, Maximillian Kolbe, seorang napi lain, segera bangkit dan menyatakan akan menggantikan temannya itu untuk dihukum. Ia beserta sembilan orang lainnya disekap di penjara bawah tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut instruksi, mereka harus disekap sampai mati. Dua minggu kemudian, mereka dikeluarkan sebagai mayat, kecuali Kolbe. Ia masih hidup. Akhirnya, ia dibunuh dengan suntikan asam karbolik di tangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang menyebabkan Kolbe memiliki daya tahan yang luar biasa? Apa yang mendorongnya untuk menggantikan kawannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Rahasia kekuatan ekstra untuk bertahan ini, saya kira, tak ada hubungannya dengan teologi tertentu atau makna tertentu yang diberikannya pada kehidupan. Menurut saya, kemungkinan besar yang menimbulkan keberanian ini adalah keterikatan orang beriman kepada Tuhan. Sebutlah kecintaanya kepada Tuhan. Atau, paling tidak, kecintaannya kepada keyakinannya,” tulis Celia Haddon dalam The Miraculous Power of Love.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kekuatan cinta memang menakjubkan. “Untuk merangsang kecerdasan, kita memerlukan kasih ibu. Tanpa orang-orang baik di sekitar kita, dalam keluarga dan pergaulan, kita resah. Sebagian di antara kita mati. Tanpa cinta, manusia tidak bisa hidup bahagia. Cinta penting untuk kesehatan jiwa dan raga kita, sama seperti vitamin, makanan bergizi, olahraga dan lingkungan yang sehat. Di Barat, masyarakat berusaha menciptakan kehidupan yang lebih baik buat semua orang, drainase yang baik, air minum bersih, perawatan kesehatan, jaminan sosial masa tua, bantuan khusus bagi ibu-ibu, anak-anak sekolah, rumah jompo, rumah sakit. Sebuah struktur negara yang perkasa diciptakan untuk melayani kebutuhan pokok manusia yang bersipat fisik. Tapi, kita tidak menemu-kan cinta di dalamnya,” masih kata Haddon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita khawatir modernisasi telah membawa kita kepada situasi yang sama. Ekonomi kita ditegakkan di atas dasar keuntungan semata. Kita tidak lagi tersentuh oleh derita rakyat kecil yang tanahnya kita gusur. Kita pura-pura tidak tahu ketika ribuan orang kehilangan mata pencaharian karena ulah kita. Politik kita bangun hanya untuk kekuasaan. Kita tusuk kawan seiring, kita kecoh lawan. Kita singkirkan pesaing semua tanpa belas kasihan. Sistem sosial kita bertopang pada popularitas semata. Sebagai pengganti kasih sayang, kita dewakan ke-masyhuran. Seperti laron, mengejar-ngejar cahaya. Dan mati sebelum atau sesudah menyentuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu, keberagamaan kita juga menjadi sejumlah doktrin kering untuk memenggal kepala orang, atau seperangkat kosmetik untuk menutup borok kita. Kita menjadi malaikat Zabaniyyah yang berwajah masam: siap memasukkan siapa saja selain kita ke neraka. Atau kita termasuk orang yang menjadikan agama sebagai permainan dan hiburan (QS. Al-An’aam: 70). Upacara-upacara agama kita selenggarakan seperti menggelar festival, tanpa ruh dan kehangatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Islam berarti pasrah, berserah diri. Karena apa kita pasrah kepada Dia? Karena tuntutan sosial, atau keuntungan ekonomis, atau melarikan diri dari frustasi? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila kita agak “maju”, kita pasrah kepada Dia karena mengharapkan pahala, ganjaran atau pamrih. Tuhan menjadi sosok yang kita “suruh” untuk memuaskan egoisme kita. Lebih maju lagi, kita berserah diri karena takut siksa, hukuman dan kekuasaannya. Di atas kita, para filsuf pasrah kepada Dia karena tuntunan akalnya. Agama itu akal. Tidak ada agama buat orang yang tidak berakal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masyarakat kita kini tengah merindukan keberagamaan yang lain. Bukan hanya akal. Kita ingin pasrah kepada Dia karena cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu hari Dzannun al-Mishri, pengikut mazhab Cinta, berkunjung kepada orang sakit. Ia dapatkan si sakit sedang mengaduh. Dzunnun berkata, “Tidak sejati seseorang mencinta bila ia tidak sabar akan pukulannya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Si sakit menukas, “Tidak sabar dalam mencinta bila ia tidak menikmati pukulannya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari sudut rumah ada suara: “Tidaklah mencintai Kami secara sejati orang masih mengharapkan kecintaan selain Kami.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Mutanabbi berpuisi: “Sekiranya aku bisa mengendalikan kejap mataku, aku tidak akan membukanya kecuali ketika melihatmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita juga mendapatkan sentuhan cinta Ilahi dalam puisi LK. Ara, penyair Aceh dalam Doa Orang Buta:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tuhan&lt;br /&gt;beri sinar kepada mereka yang awas matanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan&lt;br /&gt;beri cahaya kepada mereka yang memandang dunia dengan mata terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan&lt;br /&gt;kepadaku kirim saja percik kasih-Mu&lt;br /&gt;tidak untuk membuka mataku&lt;br /&gt;tapi untuk menyiram hatiku”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salahkah dia yang pasrah kepada-Nya karena akalnya? Tidak. Dia diberikan sinar untuk membuka matanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salahkah dia yang pasrah karena menginginkan pahala-Nya? Tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak jalan menuju Dia. Salah satu di antara jalan itu adalah jalan kesucian yang ditempuh para sufi. Mereka yang dikirim percik kasih Tuhan, untuk menyirami hatinya. Inilah keberagamaan yang membuat Anda tulus dan perkasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Majalah Ummat, tanpa nomor dan tahun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Republished by &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=239878577140&amp;amp;h=ad36691738c77f97820829f0cb8b114f&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pks-sidoarjo.org" target="_blank" title="http://www.pks-sidoarjo.org"&gt;DPD PKS Sidoarjo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5855161248907476724?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5855161248907476724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5855161248907476724&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5855161248907476724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5855161248907476724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2010/01/pasrah-karena-cinta.html' title='Pasrah Karena Cinta'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/S0aGbRj5oHI/AAAAAAAAAhw/1G5CNcBMhPM/s72-c/Berdoa+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-8648448322744955548</id><published>2009-12-18T17:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T17:31:37.261-08:00</updated><title type='text'>Berantem Itu Baik (Seri Hypno Parenting)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SywsxD8Qn_I/AAAAAAAAAg0/GFAidad3YKk/s1600-h/Berdua.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SywsxD8Qn_I/AAAAAAAAAg0/GFAidad3YKk/s200/Berdua.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Bunda, suatu saat beberapa orangtua menghampiri saya dan seorang diantaranya mengatakan “Abah, saya masih belum bisa menghentikkan anak berantem. Aduhh hampir tiap hari itu kakak-adik berantem melulu! Bagaimana mengatasinya, saya pusing melihatnya tiap hari seperti itu.” Lalu seorang ibu lain menimpali disebelahnya “Sama anak saya juga seperti itu. Kenapa sih anak-anak ini rajin banget berantem!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya katakan kepada mereka ada beberapa hal yang dapat mereka lakukan agar mereka tidak pusing. “Pertama, ucapkan kalimat ‘alhamdulillah!’ saat mereka berantem dan jangan ‘astaghfirullah’. Kedua, bersahabatlah dengan berantem, jangan musuhi berantem karena berantem itu baik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah lho?!”, bengong tuh parents....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya balik bertanya pada mereka, “adakah anak yang memiliki saudara di rumah yang bebas dari berantem alias tidak pernah berantem?” Sebagian besar menggeleng, tapi seorang ibu mengangkat tangan “Anak-anak saya tak pernah berantem tuh! Tak pernah pukul-pukullan!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka pernah marahan kan? Mereka pernah berbeda pendapat kan? Mereka pernah rebutan mainan kan?” tanya saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya ya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berantem itu memang ‘wajib’ pukul-pukullan, tidak kan bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah kalau begitu memang semua anak berarti pernah berantem ya Bah....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Bunda, hampir semua anak yang memiliki saudara pasti pernah merasakan konflik. Konflik yang sering disebut dengan ‘bahasa pasar’ berantem ini bentuk bisa macam-macam, ada yang hanya berbeda pendapat, rebutan barang/makanan/mainan, hingga ada yang melibatkan fisik. Jika hampir tidak ada satu pun anak yang bebas dari pengalaman berantem, bukankah berarti berantem itu seperti sengaja diciptakan Tuhan untuk tujuan baik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya ingin mengatakan kepada semua orang, awalnya konflik itu bagi anak adalah baik! Hal yang semua anak akan mengalaminya. Sehebat apapun orangtua mendidik anak, orangtua tidak bisa menghindarkan anaknya dari konflik. Konflik bagi orang dewasa tidaklah terlalu baik, tapi bagi anak, terutama anak-anak usia 12 tahun ke bawah konflik adalah kebutuhan! Bahkan, seorang pakar tumbuh kembang menganggap anak yang tak pernah bertengkar justru tidak normal! Nah, karena sebuah kebutuhan, pengalaman konflik pada anak-anak akan terus berulang. Meski sebagian orangtua tidak menyukainya dan meski orangtua ‘ratusan kali’ mengatakan ‘jangan berantem terus deh, berantem itu tidak baik!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak dibutuhkan, dari satu pengalaman hidup di masa kecil inilah anak-anak akan (seharusnya) mendapatkan bekal untuk menghadapi konflik hidup di masa depan. Tidak ada satu manusia pun setelah dewasa yang bebas dari konflik bukan? Karena itu, konflik pada anak seperti sengaja diciptakan Tuhan agar anak-anak kita dapat belajar bagaimana mereka kelak mengelola konflik di masa depan. Seperti seorang anak harimau atau kucing, yang saat mereka masih kecil sering terlihat bermain-main cakar-cakaran, konflik di masa kanak-kanak adalah ajang latihan bagi anak menghadapi konflik di masa depan. Ada banyak dari kita yang memiliki kompetensi hebat di bidang pekerjaan yang kita geluti, tapi karena tidak bisa menghadapi konflik membuat kita menjadi tak nyaman berlama-lama di tempat kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap adik-kakak pasti akan bertengkar. Bahkan adik-kakak 700 persen kali lebih sering bertengkar ketimbang dengan teman sebayanya masing-masing. Karena, mereka tahu, bahwa adik atau kakaknya akan selalu ada, tidak akan pergi. Menurut studi, adik-kakak yang bermain bersama, meski saling mengejek, memiliki hubungan yang lebih dekat ketimbang adik-kakak yang bermain terpisah. Istilahnya Adik-kakak lebih baik berisik karena bertengkar ketimbang damai tapi berpisah. Berpisah dalam artian saling tak mau menyapa dan bergaul karena satu membenci yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik pada awalnya adalah baik bagi anak. Konflik berubah menjadi tidak baik saat orangtua tidak mengelola konflik anak dengan baik. Apalagi jika saat konflik, orangtua yang selalu menyelesaikan masalah. Akhirnya, anak tidak belajar apapun dari pengalaman konflik yang mereka alami. Saat misalnya seorang adik rebutan mainan dengan kakaknya, sebagian orangtua menyelesaikannya dengan mengatakan pada si kakak “Kakak, ngalah dong sama adik! Adik kan masih kecil....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Bunda, jika penyelesaiannya seperti itu, lihatlah ternyata bukan hanya kita tak melatih anak menghadapi konflik, tapi justru kita melebarkan konflik pada anak. Lihatlah, ternyata praktik ketidakadillan juga dapat dimulai dari rumah bukan? Mengapa seorang kakak harus selalu mengalah pada adik? Adikknya masih lemah, begitu alasannya? Tapi, sampai umur berapa adik masih terus dibela? Mengapa kebenaran ditentukan oleh usia? Mengapa jika kakak membuat adik kecewa, dihukum? Mengapa jika adik yang melakukannya, adik tidak dihukum? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dua orang anak rebutan satu buah roti misalnya, sebagian orangtua menyelesaikannya dengan jalan instan dengan cara membagi roti itu jadi dua untuk anaknya “yang ini buat kakak yang itu buat adik”. Lihatlah praktik ini? Anak memang berhenti dari konflik (sementara), tapi siapa yang menyelesaikan masalahnya? Orangtua bukan? Mengapakah bukan anak yang dilatih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau solusi lain yang sering dilakukan orangtua adalah selalu membelikan yang sama untuk semua anak, supaya tak rebutan! Jika anaknya dua, maka kuenya selalu dua dengan rasa yang sama. Jika anaknya laki-laki dua-duanya, maka saat beli mainan mobil-mobilan, dibelilah mobil dengan model yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika solusinya seperti ini, sepintas ayah ibu melihat ini sebagai solusi. Tapi sebetulnya secara jangka panjang, efeknya anak jadi sulit menemukan identitas diri, karena dia bingung membedakan antara dirinya dengan saudara kandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Bunda, yuk bantu anak kita mengelola konflik dengan baik. Konflik adalah sarana yang diciptakan Allah untuk anak belajar, belajar mengelola kehidupan. Yuk, bimbing mereka mengelola konflik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Bersahabat dengan konflik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang pertama kali harus Ayah dan Bunda fahami, konflik itu tidak bisa dihindari. Sekuat apapun kita berusaha, konflik itu akan hadir menghiasi kehidupan anak kita. Meski kita tidak menyukai dan mungkin anak kita pun bahkan juga tidak menyukainya, konflik pada anak-anak kita akan terus berulang. Wajar, karena manusia diciptakan Allah berbeda-beda karena itu akan terjadi perbedaaan keinginan, perbedaan pemahaman, perbedaan cara bersikap dan berperilaku. Perbedaan-perbedaan itu normal, sepanjang diekspresikkan dengan cara yang baik dan tidak merugikan siapapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, saya mengajak Ayah Bunda semua, yuk bersahabat dengan konflik, bukan memusuhi konflik. Semakin Ayah Bunda musuhi, maka semakin lelah dan pusinglah pikiran saat melihat anak-anak kita berkonflik. Maka, coba rubahlah perspesi Anda tentang konflik. Meski pikiran masih belum menerima, coba bantu tenangkan pikiran Anda dengan ucapkan kalimat ‘segala puji bagi Allah’ saat Anda melihat fenomena anak-anak tengah konflik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering pikiran dan cara berpikir Anda dilatih dari sisi positif, memberikan persepsi positif atas sebuah peristiwa, termasuk konflik, semakin rileks Anda menghadapi anak-anak saat mereka tengah konflik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Libatkan Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak terlibat konflik dengan saudaranya, sah-sah saja Anda terlibat. Tetapi, sebaik-baiknya penyelesaian adalah yang melibatkan anak itu sendiri. Jika mungkin, orangtua hanya jadi fasilitator yang bertugas untuk membimbing anak untuk mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Saat anak dilatih untuk menyelesaikan sendiri masalah yang ia hadapi, sejak saat itulah anak-anak memiliki modal untuk menghadapi masalah-masalah yang lebih kompleks di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak terlibat adu mulut mengenai siapa yang berhak untuk duduk di kursi depan mobil misalnya, padahal kursi depan mobil dekat supir itu hanya tersedia untuk satu orang, tak usah terburu-buru menghentikkan konflik anak dengan kalimat-kalimat solutif dari Anda: “sudah kalau tak ada yang mau ngalah, nggak usah ada yang ikut!” atau lagi-lagi dengan kalimat kuno “kakak, ngalah dong sama adik!”. Tapi mari kita kembangkan kalimat-kalimat yang membuat pikiran dan ide anak terlibat “kursi di depan hanya satu, gimana caranya biar semua kebagian, ayoo siapa yang mau kasih ide ka ayah?!” Jika anak berkeras dan bertegang untuk tetap ribut barulah kita bisa beri penekanan dengan kalimat “kalian harus putuskan dulu siapa yang di depan karena jika tidak kita belum bisa berangkat!” atau kalimat-kalimat lain yang senada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak rebutan sepotong roti padahal rotinya hanya satu, maka Anda dapat katakan pada mereka “Rotinya cuma satu, ayoo cari ide, bagaimana agar semuanya kebagian!” inilah metode yang melibatkan anak (otoritatif). Sedangkan metode lainnya adalah metode yang mengedepankan kekuasaan (otoriter) orangtua untuk menyelesaikan masalah anak “Rotinya cuma satu, sini mama bagi... ini buat adik dan ini buat kakak” atau yang lebih parah “Kalau kalian tak mau berbagi, sini rotinya mama makan!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode otoritatif memerlukan sedikit waktu dari Anda untuk bersabar memberi kesempatan anak menyelesaikan masalah, tetapi secara jangka panjang memudahkan orangtua sendiri karena tidak harus selalu mengatur dan menyelesaikan semua masalah anak. Sedangkan metode otoriter mungkin dapat menyelesaikan konflik anak lebih cepat tetapi secara jangka panjang justru menumpulkan kekuatan pikiran anak dan akhirnya merepotkan orangtua sendiri karena orangtua harus selalu yang menyelesaikan terlalu banyak masalah anak yang bahkan pada hal sepele sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda memiliki dua anak, tidak harus dibelikan mainan dengan model yang sama atau makanan dengan rasa yang sama, biarkan anak memilih sesuai dengan selera mereka sendiri sepanjang dalam batas budget orangtua dan toleransi orangtua. Yang terbaik, kalau mau membelikan dua barang, biarlah anak masing-masing memilih yang dia sukai. Contohnya, kalau mau beli kaus, si kakak mau beli kaus biru, maka adik boleh cari warna lain, jika sama boleh-boleh saja, tetapi kalau bisa berbeda dari kakak. Kalau beli mainan, mungkin si adik memilih bola, sementara kakak diminta cari mainan yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Aturan yang jelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak akan terus kesulitan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi terus mengulangi hal yang sama berulang-ulang karena kadang-kadang orangtua menerapkan aturan yang ‘samar-samar’ pada anak berkait dengan masalah-masalah yang biasanya dihadapi anak. Aturan itu untuk mengatasi ketidakaturan bukan? Setiap keluarga harus memiliki aturan yang jelas di rumah sesuai dengan nilai-nilai yang orangtua pegang sendiri. Minimal di rumah sendiri karena yang merepotkan jika konflik ini terjadi dengan anak lain yang bukan saudara anak kita, anak tetangga misalnya. Untuk ini mungkin ada dapat mengajak bekerjasama dulu dengan para orangtua anak-anak tempat anak Anda bergaul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa aturan yang harus secara jelas menjadi aturan main di rumah kita sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Milik siapa?&lt;br /&gt;Siapapun di rumah harus meminta izin untuk menggunakan barang/mainan kepunyaan yang lain. Jika misalnya seorang kakak menginginkan untuk memainkan sepeda adik, maka ia harus izin sama adik. Jika adik tak mengizinkan, maka orangtua wajib menegakkan. Demikian juga jika adik memakai barang kakak dan kakak ternyata tak ridlo, adik harus mengembalikannya. Orangtua harus menegakkannya! Jika adik menangis, biarkan ia menangis. Jangan sampai keadilan dikalahkan perasaan . Menangis adalah strategi wajar seorang anak, tapi jika anda konsisten, dijamin, insya Allah anak menjadi tidak gampang nangis lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas orangtua selanjutnya adalah melatih siapapun di rumah itu untuk belajar berbagi. Ceritakan cerita-cerita positif tentang berbagi melalui permisalan binatang, memakai jari-jari Anda sendiri, menggunakan ballpoint, menggunakan buku, menggunakan alat-alat lain yang mengenalkan anak tentang cara berbagi. Jika anak sudah mulai beranjak dewasa ceritakan tentang kehebatan orang-orang besar di dunia yang memiliki sensitivitas berbagi dan mengasihi seperti Rasululullah Muhammad, Abu Bakar, Salahudin Al-Ayubi, Mahatma Gandhi, Bill Gates, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Siapa yang duluan &amp;amp; kapan bergantian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah anak-anak kadang bikin geli sekaligus bikin pusing orangtua. Ada saja yang mesti diributkan anak. Ada beberapa ‘inventaris’ keluarga yang sebenarnya bukan milik seseorang, alias sebenarnya milih ayah ibu atau milik semua orang di rumah, alias milik bersama, alias milik umum, diklaim oleh salah seorang anak menjadi seolah-olah menjadi miliknya. Malah kadang anak-anak ini maunya semuanya milik mereka. Duh! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rebutan kursi meja makan, rebutan kursi di mobil, rebutan memeluk ayah, rebutan memeluk ibu, rebutan diceritakan buku sama orangtua, dan contoh lain akan banyak kita temukan. Nah jika kasus seperti ini keputusan tertinggi Anda di manajer rumah yang bertanggung jawab terhadap keutuhan dan aturan main penggunaaan barang milik umum tadi. Silahkan buat aturan tentang penggunaan ‘inventaris umum’ tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada setidaknya dua metode yang dapat diterapkan: metode SIAPA DULUAN atau metode JADWAL BERGANTIAN. Metode mana yang mau dipilih, keputusan ada di tangan Anda. Insya Allah dua-duanya positif sepanjang dibicarakan dengan anak. Jika yang duluan di kursi depan dekan driver adalah si Kakak, maka adik tidak bisa menyerobot! Demikian juga sebaliknya, Kakak tak berhak mengusir adik karena aturannya sudah ditetapkan bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jika Anda merasa bahwa salah satu anak ‘terlalu cerdas’ sehingga tak pernah kehilangan akal untuk ‘mengakali’ adik dan akibatnya anak yang lain selalu ‘kalah’, maka metode SIAPA DULUAN dapat anda ganti dengan metode JADWAL BERGANTIAN. Jika hari ini yang duduk di depan mobil Kakak, maka keberangkatan berikutnya selalu adik! Mengenai siapa yang dapat menggunakan duluan, silahkan serahkan pada anak untuk memutuskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Boleh intervensi, saat mulai merugikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua boleh intervensi dan terlibat lebih dalam untuk membantu menyelesaikan konflik anak jika konflik anak tersebut sudah mengarah pada kekerasan fisik dan kekerasan verbal yang berlebihan. Saat salah seorang anak hendak memukul anak yang lain, orangtua harus memegang tangan anak sehingga ia tak jadi memukul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Semua orang boleh malah, tetapi tidak menyakiti &amp;amp; merusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan terapkan ‘dekrit’ ini di rumah: “Siapapun di rumah ayah dan ibu boleh marah. Adik boleh marah sama kakak, kakak juga boleh marah sama adik jika merasa dirugikan. Tetapi, semua orang di rumah ini tidak diterima untuk menyakiti dan merusak. Mendorong itu menyakiti, memukul itu menyakiti, mencubit itu menyakiti, menendang itu menyakiti, melempar saudaranya dengan sebuah benda juga menyakiti. Juga di rumah ini tidak diterima merusak barang saat marah, melembar piring, gelas, buku, dan barang apapun tidak diterima. Jika ada yang mau marah silahkan keluarkan lewat mulut, silahkan bicara. Kalau adik tidak suka dengan perlakuan kakak bilang sama kakak ‘kakak, aku tidak suka!’ atau sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak langsung bisa, tapi bimbing terus anak untuk mengungkap dan mengeluarkan perasaan-perasaan tidak nyamannya dengan cara yang lebih baik: lewat mulut! Jika anak-anak kita tak dilatih untuk mengeluarkan emosi-emosi negatifnya dengan cara yang baik, maka bisa jadi ia memiliki cukup tenaga untuk mengeluarkannya lewat jalan kekerasan! Latihlah terus anak untuk mengelola marahnya dengan cara yang baik (anger management).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunan dari ini, orangtua harus menggali dari anak untuk memilih konsekuensi-konsekuensi yang mungkin akan anak dapatkan jika mereka melanggarnya. Biarkan anak-anak itu yang memutuskan konsekuensi seperti apa yang mereka akan dapat agar mereka merasa rugi dengan perbuatan mereka yang merugikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat tawar menawar terhadap konsekuensi ini dengan orangtua. Jika anak mengajukan konsekeunsi yang tak sesuai, orangtua boleh tak menyetujuinya. Misalnya, saat anak memukul, anak mengajukan konsekeunsi minta maaf. Itu betul, tetapi ini sama sekali belum tepat. Karena anak akan gampang minta maaf tapi tak merasa rugi betul dengan perbuatannya yang merugikan. Orangtua juga boleh mengajukan tawaran pada anak misalnya: siapapun yang menyakiti akan diberikan konsekuensi misalnya: dikurangi uang jajan, dikurangi jam nonton tv/vcd, metode time out atau dikeluarkan dari rumah selama 10 menit atau tak boleh keluar kamar selama setengah jam seperit Nanny 911. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Syarat Melindungi yang Lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu metode yang termasuk paling sering diterapkan oleh orangtua adalah bahwa KAKAK HARUS MENGALAH SAMA ADIK. Argumen utamanya: adik masih lemah! Maka yang kuat harus melindungi yang lemah! Atau adiknya masih belum mengerti, yang sudah mengerti harus mengalah pada yang belum mengerti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen ini dapat dibenarkan tetapi harus hati-hati menerapkannya. Yang ideal adalah tetap menegakkan aturan-aturan jelas seperti di point ketiga. Tetapi jika orangtua menganggap sang adik masih terlalu lemah dan terlalu sulit untuk mengerti dan diberi penjelasan, orangtua boleh menggunakan METODE MELINDUNGI YANG LEMAH ini dengan beberapa syarat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Lakukan pembatasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orangtua menerapkan metode yang kuat mengalah pada yang lemah atau yang mengerti mengalah pada yang belum mengerti, orangtua harus memberikan ‘SOP’ yang jelas sampai kapan adik masih dianggap lemah sehingga belum dapat mengendalikan keinginannya secara wajar dan sampai usia berapa adik mash dianggap belum mengerti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bertanya kepada saya kira-kira kapan anak-anak tidak boleh lagi dibela, saya akan menjawabnya saat anak-anak sudah bisa membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kirinya, kira-kira usia 3-5 tahun bergantung kemajuan perkembangan mental anak. Karena ketika mereka sudah bisa membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri, sejak saat itulah anak-anak sudah dapat menyerap nilai-nilai dan sudah dapat membedakan mana baik dan mana yang buruk atau mana yang benar dan mana yang salah. Anda dapat mengatakan pada si Kakak “Ayah janji, nanti kalau adik sudah umur 3 tahun atau saat adik sudah bisa tau tangan kanan dan kirinya, ayah takkan bela adik lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Berikan reward lebih pada si Kakak yang mengalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitahuan bahwa si adik akan dibela secara terbatas sampai usia tertentu bagi si kakak sebetulnya belumlah cukup. Karena itu, kuatkan dengan cara memberi reward lebih pada si kakak saat si kakak mau mengalah pada adik. Reward itu tidak harus selalu berbentuk materi atau hadiah berupa benda atau barang yang ia sukai. Kalimat-kalimat positif dapat orangtua keluarkan saat itu juga, di TKP, saat orangtua memergoki kakak ternyata mau mengalah sama adik. “Sini sayang... mama mau bisik-bisik... kakak hebat, kakak memang anak mama yang paling mengerti, tidak seperti adik, adik dibilangi gimana juga sama mama, aduhh pokoknya susah, belum sepintar kakak ya! Insya Allah mama takkan bela lagi adik kalau adik sudah pintar kayak kakak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reward juga dapat berupa pemberitan otoritas lebih pada si kakak untuk melakukan sesuatu, yang belum dapat diberikan pada adik. Misalnya kakak dapat diberikan uang saku dan diberikan otoritas penuh untuk menggunakan uang saku itu sendiri, sementara adik belum dapat diberikan uang saku. Atau contoh lain Kakak dapat memilih VCD nya sendiri sepanjang aman dan disetujui ayah ibu sementara adik belum boleh membeli VCD. Dengan pemberian reward lebih ini, sang kakak akan merasa bahwa tidak rugi ia mengalah sama adik karena pada banyak hal lain ia justru diberikan kelebihan dan kewenangan lebih orangtuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Fokuskan pikiran anak pada saling mencintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang ingin anaknya saling mencintai daripada saling memusuhi. Tetapi masalahnya adalah sebagian orangtua lebih memperhatikan anak saat mereka bermusuhan daripada saat mereka saling menyayangi. Maksud saya adalah sebagian orangtua lebih banyak ngomong saat anak-anaknya berantem daripada saat anak-anaknya bermain bersama. Karena itu, fokuskan pikiran anak agar saling mencintai saudaranya antara lain dengan beberapa cara: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Berikan perhatian pada saat mereka bekerjasama dibandingkan saat mereka berantem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orangtua justru memperhatikan anak dan terlalu banyak bicara pada anak saat mereka berantem ketimbang saat mereka bekerjasama. Jika seperti ini yang dilakukan secara tak sadar orangtua justru tengah memfokuskan anak untuk semakin sering berantem dibandingkan menyukai bekerjasama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar anak lebih menyukai bekerjasama daripada berantem, fokuskan pikiran anak pada bekerjasama daripada pada berantem. Caranya adalah dengan banyak memperhatikan anak dan memberi komentar positif ketika mereka sedang bermain bersama tanpa bertengkar, daripada pada saat mereka berantem. Misalnya dengan mengatakan, ”Pintarnya Kakak dan Adik main bersama,” atau, ”Kalian berdua rukun sekali, Bunda senang deh.” Dan kurangi untuk memberikan terlalu banyak komentar pada saat mereka berantem dengan sering mengatakan “Aduh! Kalian ini kok senangnya berantem!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Mempersiapkan mental kakak sebelum kelahiran adik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum anak kedua lahir, Anda bisa melibatkan si calon kakak dengan aktivitas yang berhubungan dengan menyambut kehadiran adik barunya. Installkan informasi-informasi positif tentang enaknya punya adik, fokuskan pada kebaikan-kebaikan yang akan kakak dapatkan jika adik lahir. Bahwa akan ada teman baru untuk si kakak di keluarga kelak. Bahwa kakak bisa lebih banyak asyik lagi bermain. Bahwa si adik dapat menjadi seperti ‘boneka’ untuk si kakak. Banyak si kakak yang seperti ‘berubah’ perilakunya setelah adik lahir akibat kurangnya orangtua memersiapkan mental si kakak pada saat kelahiran adik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Latih BERMUSYAWARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WA’TAMIRUU BAINAKUM BIMA’RUUF, dan musyawarahkanlah diantara kamu dengan baik, demikian perintah Allah kepada manusia saat menghadapi konflik seperti tercantum dalam surat ke-65: At-Tholaq ayat 6. Latihlah terus anak-anak bermusyawarah saat mereka mendapatkan perbedaan dalam sebuah masalah. Biarkan mereka mengambil keputusan atas perselisihan yang mereka buat. Tidak mudah memang, tapi semakin sering dilatih, insya Allah anak-anak kita semakin terlatih untuk bermusyawarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua boleh melakukan sedikit penekanan saat mereka enggan bermusyawarah saat salah satu atau semua anak kita BERSIKAP maunya menang sendiri. Metode yang dapat dilakukan misalnya, dengan mengeluarkan anak keluar rumah sementara dan mempersilahkan untuk menyelesaikan masalahnya di luar. Anak-anak baru diperbolehkan masuk ke dalam rumah jika mereka sudah mendapat keputusan bersama atas perselisihan yang mereka lakukan. Saat mereka berebut kursi di dekat driver, orangtua dapat mengatakan bahwa mobil tidak akan majukan atau tidak akan berangkat sampai mereka membuat keputusan.&lt;/span&gt;                                                                 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-8648448322744955548?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/8648448322744955548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=8648448322744955548&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8648448322744955548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/8648448322744955548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2009/12/berantem-itu-baik-seri-hypno-parenting.html' title='Berantem Itu Baik (Seri Hypno Parenting)'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SywsxD8Qn_I/AAAAAAAAAg0/GFAidad3YKk/s72-c/Berdua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-5747377724484227439</id><published>2009-11-13T17:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T17:29:35.769-08:00</updated><title type='text'>Berbagi Pengalaman Terkait Hypnobirthing</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Sv4H7xx1EwI/AAAAAAAAAgk/tL0CA7dRm6U/s1600-h/Berdoa+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Sv4H7xx1EwI/AAAAAAAAAgk/tL0CA7dRm6U/s320/Berdoa+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gara-garanya pas baca-baca milis &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=f9086aefb259c8b0e71666730bdbe246&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fhealth.groups.yahoo.com%2Fgroup%2Fasiforbaby%2F" target="_blank" title="http://health.groups.yahoo.com/group/asiforbaby/"&gt;asiforbaby&lt;/a&gt; ternyata lagi rame bahas &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;. waktu itu sekitar agustus 2008. anak pertamaku, &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizballah&lt;/a&gt;, masi umur kurleb 13 bulanan dan aku belom hamil anak kedua.  adalah &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=284b05356d59daf0b6442404036ff16e&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ffriends%2F%3Fref%3Dtn%23%2Fbunda.brildava%3Fref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/friends/?ref=tn#/bunda.brildava?ref=ts"&gt;mb di&lt;/a&gt; salah satu member milis yg share atas pengalamannya sukses &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;. tanpa pikir panjang langsung deh japri ke beliau, mo nanya-nanya apa dan gimana sih terapi plus penerapan &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt; itu. saat itulah aku molai tertarik &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;januari 2009 aku 'telat' dapet. waktu testpack beneran positif. ini pertama kalinya positif setelah 3 kali sebelumnya "telat" tapi hasilnya selalu negatif. biar lebi yakin akirnya ke dsog. ternyata eh ternyata uda hamil 8 minggu. alhamdulillah, kayanya tertarik &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt; jd firasat baik buatku deh,,^^ btw imelku ke &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=284b05356d59daf0b6442404036ff16e&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ffriends%2F%3Fref%3Dtn%23%2Fbunda.brildava%3Fref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/friends/?ref=tn#/bunda.brildava?ref=ts"&gt;mb di&lt;/a&gt; yang dulu baru dibales 4 bulan kemudian dan pada saat itu aku uda hamil 3 bulan. hehe, makasiy banyak mb,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikel dari &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=284b05356d59daf0b6442404036ff16e&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ffriends%2F%3Fref%3Dtn%23%2Fbunda.brildava%3Fref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/friends/?ref=tn#/bunda.brildava?ref=ts"&gt;mb di&lt;/a&gt; aku baca sepintas aja dan aku baru tau kalo ternyata &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt; adalah afirmasi diri ato self-talk: "melahirkan itu indah, melahirkan itu menyenangkan, melahirkan itu kerjasama antara ibu dan calon bebi, bla bla bla". saat itu sih aku masih belom bisa memaknai self-talk yahh, coz di anak pertamaku dulu aku ngerasain sakitnya melahirkan yang luar biasa. penuh rasa takut, panik, dan terburu-buru. nafas ngos-ngosan, dehidrasi, kaki kram, keluar keringat dingin berlebihan, ga bisa ngejan, tereak-tereak sampe nendang-nendang 3 perawat yg megangin kakiku. sama sekali ga bisa rileks. dan udah pasti aku masi amat sangat inget rasanya!! fyuh, gimana bisa self-talk coba??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hamil muda sambil ngurus anak umur 16 bulanan bukan perkara mudah yahh, mana waktu itu masi nenenin hizba sementara banyak yang nentang dan minta aku tuk nyapih hizba secepatnya, kecuali dsog ma &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=35cff9126e186ccf6195815bae49a58a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fid%3D1444320707%26ref%3Dmf" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?id=1444320707&amp;amp;ref=mf"&gt;hubbyku&lt;/a&gt; tentunya. they both are support me!! BIG thanks!!^^ yess, aku stres banget waktu itu. sempet ngeflek di minggu ke 11 ma minggu ke 14 mungkin karena stres itu plus kecapekan. kontrol ke dsog, alhamdulillah bebiku sehat-sehat aja. jantungnya normal. sampe akirnya aku sadar kalo aku ga bole stres kaya gini terus, kasian bebiku yg di perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so akirnya aku baca lagi deh artikelnya, ternyata ada 2nd keyword yaitu relax. that's right! tetep tenang menjalani kehamilan, ga perlu perfeksionis. kerjaan rumah yang bisa dikerjain sekarang yah dikerjain, yang belom sempet disentuh ya dikerjain besok juga gapapa. kalo capek ya stop smua aktivitas. ngelakuin hal-hal yang disuka ato makan makanan paporit. dengerin murottal ma musik klasik ato jazz sangat recommended. nyanyi-nyanyi juga bole kok,, hihi. yah, nikmati aja tiap-tiap detik kita bercengkerama dengan bebi yang di perut juga ngelibatin sang kakak berkomunikasi ma calon adeknya. enjoy aja. kurleb gitu deh maksudnya,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pas kehamilanku uda umur 6 bulan baru deh survey RS ato RSB yg bisa &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;. nyetatus di fb, alhamdulillah buanyak yg ngrespon termasuk &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=bdf837e7931086a1b32839f98fd21884&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ffety.kh%3Fref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/fety.kh?ref=ts"&gt;mb fety&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=869906e0aee262111016b63394d8c867&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fid%3D1509700968%26ref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?id=1509700968&amp;amp;ref=ts"&gt;oliph&lt;/a&gt;, ama &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=68d0ed361f72be7f882d31591c90deae&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fid%3D1436857429%26ref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?id=1436857429&amp;amp;ref=ts"&gt;nuring&lt;/a&gt;, mereka ngasi info soal &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt; di RS Husada Utama sby dengan dr.amang surya,Sp.OG. aku juga nge-add &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=632b2c45e979a5b81ed45e0ea4e5f144&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fnizma.armila.iskandar%3Fref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/nizma.armila.iskandar?ref=ts"&gt;mb nizma&lt;/a&gt; *yg juga sukses &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;* suggest dari &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=284b05356d59daf0b6442404036ff16e&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ffriends%2F%3Fref%3Dtn%23%2Fbunda.brildava%3Fref%3Dts" target="_blank" title="http://www.facebook.com/friends/?ref=tn#/bunda.brildava?ref=ts"&gt;mb di&lt;/a&gt; 'n nge-add &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=9cd84dd8de040926e11593aaf5470744&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fhypnobirthing%3Fref%3Dmf" target="_blank" title="http://www.facebook.com/hypnobirthing?ref=mf"&gt;hb indo&lt;/a&gt; di fb buat info lebi lanjut. tak lupa &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=695d9ebc8b60228e002b4eefb6d1ec16&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fid%3D1438542509%26ref%3Dmf" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?id=1438542509&amp;amp;ref=mf"&gt;lee&lt;/a&gt; juga uda ngasi info buku soal &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=6972ab722887d395c5e933657bd4c16d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fposted.php%3Fid%3D1406210589%26share_id%3D169170900757%26comments%3D1%23s169170900757%2F" target="_blank" title="http://www.facebook.com/posted.php?id=1406210589&amp;amp;share_id=169170900757&amp;amp;comments=1#s169170900757/"&gt;hypnobirthing&lt;/a&gt;. you all are GREAT sista!! so many thanx,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hamil umur 7 bulan, adaaa aja ujiannya. ama dsogku aku divonis &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=c764d9469ad64dc22376b83165b32f27&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fyuwielueninet.wordpress.com%2F2008%2F04%2F22%2Fplasenta-previa%2F" target="_blank" title="http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/04/22/plasenta-previa/"&gt;plasenta previa&lt;/a&gt; (ari-ari dibawah dan menghalangi jalan lahir), persis pas hamil &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizba&lt;/a&gt; dulu. bedanya waktu &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;so aku bawa happy aja deh, sambil ngelakuin ritual sering sujud, banyak ngobrol ma si jabang bebi: "sayang adek yg pinter yah?? plasentanya ajak maen ke samping ato ke atas gih, biar besok kalo uda waktunya lairan adek bisa cepet kluar terus salim ma abi ummi dan mas &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizba&lt;/a&gt;,, bla bla bla" 'n sisanya terus berdoa ma Allah. yakin seyakin-yakinnya kalo Allah ga kan ngasi ujian melebihi kemampuan kita. yakin kalo Allah pasti akan nolong aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi apa yang terjadi?? sampe 5 minggu kemudian aku kontrol ke dsogku masi aja &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=c764d9469ad64dc22376b83165b32f27&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fyuwielueninet.wordpress.com%2F2008%2F04%2F22%2Fplasenta-previa%2F" target="_blank" title="http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/04/22/plasenta-previa/"&gt;plasenta previa&lt;/a&gt; dan katanya satu-satunya jalan lairan tar harus &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=8ac30d20b8a329a433cb8a62c2ef8b28&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fhimapid.blogspot.com%2F2009%2F08%2Fseputar-sectio-caesar.html" target="_blank" title="http://himapid.blogspot.com/2009/08/seputar-sectio-caesar.html"&gt;SC&lt;/a&gt;. watt?? mana diceritain yang ngeri-ngeri pula ma dsogku. karena penasaran, akirnya searching soal &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=c764d9469ad64dc22376b83165b32f27&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fyuwielueninet.wordpress.com%2F2008%2F04%2F22%2Fplasenta-previa%2F" target="_blank" title="http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/04/22/plasenta-previa/"&gt;plasenta previa&lt;/a&gt; di mbokde google. bagoss, makin stres lah awak! tapi ga lama. coz aku lebi pasrah dan menyerahkan smuanya ke Allah. Allah yang lebi tau, Allah yang Maha Besar, ga ada yang ga mungkin bagi Allah. harapanku satu-satunya cuma Allah. &lt;b&gt;"cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (Ali-Imran: 173)&lt;/b&gt; kemudian &lt;b&gt;“Ingatlah, dengan mengingat Allah dapat menentramkan hati” (Ar-Ra’d: 28)&lt;/b&gt;. subhanallah,, ayat-ayat itu sungguh menguatkanku! kalo ternyata tar emang harus &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=8ac30d20b8a329a433cb8a62c2ef8b28&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fhimapid.blogspot.com%2F2009%2F08%2Fseputar-sectio-caesar.html" target="_blank" title="http://himapid.blogspot.com/2009/08/seputar-sectio-caesar.html"&gt;SC&lt;/a&gt; juga gapapa yang penting anakku sehat selamat gitu aja. waktu itu aku suka banget ma quote: &lt;b&gt;"keputusan untuk berhenti ato terus adalah pilihan. namun berpikir untuk terus adalah perjuangan meskipun mudah sekali dan ada seribu satu alasan untuk berkata: cukup sampai disini"&lt;/b&gt;. yeah! akirnya aku smangat lagii,, i've got my fire! ROCK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata kata kunci berikutnya adalah optimis, positive thinking, positive feeling dan ikhlas sodara-sodara. dengan begitu stresku kabur lagi. hush hush, BUABAY stres! alhamdulillah,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di usia 33 minggu itulah aku langsung pindah dsog, sebenernya sih balik ke dsog pertama waktu lairan &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizba&lt;/a&gt; dulu yah. dan waktu di USG, subhanallah alhamdulillah, plasentaku ada di samping dan amat sangat mungkin buat lairan normal! sujud syukur! sungguh Allah Maha Kuasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ternyata ujian kehamilan belom brenti sampe disitu. tepat hamil umur 36-38 minggu kata dsogku bb janinku ga berkembang. Masya Allah, apalagi ini?! weits, harus tetep tenang, sabar, 'n positive thinking. toh bb janin uda 2,5 kg. batas bawah bb normal. disebut &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=f44fb3b701457e6ca168204ac6531582&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fkuliahbidan.wordpress.com%2F2008%2F07%2F16%2Fbayi-berat-lahir-rendah-bblr%2F" target="_blank" title="http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/16/bayi-berat-lahir-rendah-bblr/"&gt;BBLR&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu hari sabtu, 5 sept 09. skitar dhuhur aku ngerasa kontraksi. sakit? enggak! rahasianya? aku tarik nafas ngikutin "alur" kontraksinya itu. ketika ga berasa kontraksi langsung buang nafas cepet. terasa kontraksi tiap 4-5 jam skali. waktu itu aku mikirnya "ah paling juga 3 hari lagi ato kalo ga masi minggu depan". lagian HPL (Hari Prediksi Lahir) nurut USG dsogku sih masi middle september sampe awal oktober yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maghribnya aku ikutan buber psiko 2001 di kampus. naik motor boncengan ma &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=35cff9126e186ccf6195815bae49a58a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fid%3D1444320707%26ref%3Dmf" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?id=1444320707&amp;amp;ref=mf"&gt;hubbyku&lt;/a&gt; 'n &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizba&lt;/a&gt;. so semotor ada 3 penumpang, which is 2 penumpang dewasa posturnya "langsing-langsing semlohe" coy. hehe,, :d&lt;br /&gt;perjalanan sidoarjo-surabaya agak ngebut secara uda telat mana bagian konsumsi pula, plus lewat TP coz waktu sampe wonokromo kita lewat jembatan layangnya. macet abes! sampe kampus masi becanda ma temen-temen lawas. pulang jam 9 malem ampe rumah. nyalain kompie buat ngesave pic temen-temen dari kamera. yak, selaen konsumsi ternyata aku juga jadi seksi dokumentasi. fuhh,, watta tired day! langsung bobo. zzZZzz,, -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 2.30 bangon, laper. maem kolak, skalian saur lah pikirku. terasa ada yg ga enak tapi ga sakit, pas cek ke toilet ternyata uda ngeflek. hmm, kayanya bentar lagi, tapi masi laper. akirnya maem (lagi) nasi ikan bakar abis sepiring. ke kamar ambil bag *yg ternyata isinya belom komplit baru tao pas bis mandiin junda, hiks*. jam 3 pagi berangkat ke bidan di sidoarjo yang masi sanak kadang, yah beliau adalah bulik-ku sendiri. selama dalem mobil aku baru bisa ngeself-talk: "iya yah melahirkan itu luar biasa loh, belom tentu tiap wanita ngerasain, dan sekarang aku mo lairan. melahirkan itu TEAMWORK! aku ga sendiri berjuang, tapi bareng ma bebiku. bagi tugas yah. aku yang dorong bebiku, terus bebiku yang bantu cari jalan keluarnya". then aku lanjutin dengan stimulisasi ke janin: "sayang, nih kayanya bentar lagi adek nongol deh. yang pinter yah nak. kan mo cepet ketemu abi ummi ma mas &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizba&lt;/a&gt;. biz itu kita maen-maen berempat. jangan lupa berdoa minta kemudahan ma Allah yah. ummi juga berdoa. kita sama-sama berdoa, ok?". gitu deh kira-kira. hehe, self-talk ma stimulasinya agak bisik-bisik 'n ngadep jendela. sesekali terasa kontraksi, so langsung tarik napas panjang 'n buang cepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyampe bidan jam 3.15. jalan sendiri ke kamar bersalin. udah gitu baringan sendiri ga pake disuruh. hihi, dasar emak2! bulik-ku dateng trs nanya2. cek bawah, ternyata uda bukaan 6. wow! 5 menit kemudian pecah ketuban. dg polosnya aku bilang ke perawat: "mbak mbak, minta tolong bikinin teh manis bole tah? haus nih. ada tah mb?". perawatnya langsung GUBRAK! tapi tetep dibikinin kok 'n aku minum,,^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 menit kemudian kata bulik uda molai kliatan tangan. aku disuruh cepet ngejan kalo sewaktu dateng kontraksi lagi. karena ngantuk, jadi akunya ga mudeng. dalam hati aku bertanya-tanya emang kenapa kalo keliatan tangan duluan? *dasar dudulz* padahal kata bulik: itu resiko &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=8ac30d20b8a329a433cb8a62c2ef8b28&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fhimapid.blogspot.com%2F2009%2F08%2Fseputar-sectio-caesar.html" target="_blank" title="http://himapid.blogspot.com/2009/08/seputar-sectio-caesar.html"&gt;SC&lt;/a&gt;. itu pun jelasinnya biz proses persalinan uda beres. hehe, takut akunya panik kali yah,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anw kontraksi pun datang, dan bret bret *bukan kentut loh yah,, itu maksudnya tanda ngejan dua kali* langsung deh lahir,, jagoan keduaku! tepat pukul 3.30. sabtu 6 sept 09. alhamdulillah, proses aku nyampe bidan sampe bebi lahir hanya 15 menit! aku masi ga percaya, hah udah tah? gini aja? ga pake acara tereak dan nendang-nendang. cuma acara ngejan, doa dalem ati dan,, acara minum teh tentunya,, ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subhanallah alhamdulillah, ga brenti-brenti aku bersyukur. bener-bener kaya mimpi. sungguh Allah Maha Segala-galanya! setelah perjalanan panjang selama kurleb 41 minggu. dari ngeflek di minggu ke 11 dan 14, ribet ngurus 'n nenenin hizba dengan segala kontroversinya *lebay dikit bole lah*, &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=c764d9469ad64dc22376b83165b32f27&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fyuwielueninet.wordpress.com%2F2008%2F04%2F22%2Fplasenta-previa%2F" target="_blank" title="http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/04/22/plasenta-previa/"&gt;plasenta previa&lt;/a&gt;, sampe bb janin ga berkembang rasanya terbayar sudah bahkan ga ada apa-apanya setelah tau proses lairan yang begitu cepet, mudah, rileks banget 'n ga sakit pastinya. ya Allah terimakasih. alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbunallah…wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’mannashiir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with love,&lt;br /&gt;ummi &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=108171bf70f323d3adb2688ebf845159&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4016601%26trk%3Ddrop_menu_profile%2F" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4016601&amp;amp;trk=drop_menu_profile/"&gt;hizballah&lt;/a&gt; 'n &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=333230395174&amp;amp;h=b28d01fc3458eb0af7a866e235a4b08a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fapps.facebook.com%2Fcircleofmoms%2Fkid.php%3Fkid%3D4977434%26trk%3Ddrop_menu_profile" target="_blank" title="http://apps.facebook.com/circleofmoms/kid.php?kid=4977434&amp;amp;trk=drop_menu_profile"&gt;jundallah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-5747377724484227439?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/5747377724484227439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=5747377724484227439&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5747377724484227439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/5747377724484227439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2009/11/berbagi-pengalaman-terkait.html' title='Berbagi Pengalaman Terkait Hypnobirthing'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Sv4H7xx1EwI/AAAAAAAAAgk/tL0CA7dRm6U/s72-c/Berdoa+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-2315028632839186391</id><published>2009-11-06T18:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T18:19:56.072-08:00</updated><title type='text'>Cerita Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cerita ini ditulis oleh &lt;i&gt;Tasaro GK&lt;/i&gt;, penulis novel best seller "Galaksi Kinanthi", ketua FLP JaBar&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SvTZM8qjzgI/AAAAAAAAAgU/nbNHNvcodSI/s1600-h/Kumbang.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SvTZM8qjzgI/AAAAAAAAAgU/nbNHNvcodSI/s320/Kumbang.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di mana lagi aku temui perempuan semacammu? &lt;br /&gt;Tilawahmu tidaklah terlalu merdu, keimananmu pun seolah bersandar kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di mana lagi aku temui perempuan seikhlasmu?&lt;br /&gt;Wajahmu tak cantik melulu, masakanmu pun tidak lezat selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, katakan kepadaku, di mana lagi aku jumpai perempuan seperkasamu?&lt;br /&gt;Kau bahkan tidak biasa berbicara mewakili dirimu sendiri, dan acapkali menyampaikan isi hatimu dalam bahasa yang tak berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Tuhan, tapi aku benar-benar tidak tahu, ke mana lagi aku cari perempuan seinspiratif dirimu?&lt;br /&gt;Ingatkah lima tahun lalu aku hanya memberimu selingkar cincin 3 gram yang engkau pilih sendirian? Tidak ada yang spektakuler pada awal penyatuan kita dulu. Hanya itu. Karena aku memang tidak punya apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bagaimana bisa aku menemukan perempuan lain sepertimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan melupakan amplop-amplop lusuhmu, menyimpan lembaran ribuan yang kausiapkan untuk belanja satu bulan. Dua ribu per hari. Sudah kauhitung dengan cermat. Berapa rupiah untuk minyak tanah, tempe, cabe, dan sawi.&lt;br /&gt;Ingatkah, Sayang? Dulu kita begitu akrab dengan racikan menu itu. Setiap hari. Sekarang aku mulai merasa, itulah masa paling indah sepanjang pernikahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas maghrib aku pulang, berkeringat sebadan, dan kau menyambutku dengan tenang. Segelas air putih, makan malam: tempe, sambal, dan lalap sawi.&lt;br /&gt;Kita bahagia. Sangat bahagia…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bercerita, seharian ada apa di tempat kerja. Kau memijiti punggungku dengan jemarimu yang lemah tapi digdaya. Kau lalu bercerita tentang tingkah anak-anak tetangga… Kala itu kita begitu menginginkan&lt;br /&gt;hadirnya buah cinta yang namanya pun telah kusiapkan sejak bertahun-tahun sebelumnya. Kita tidak pernah berhenti berharap, kan, Honey?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali engkau menahan tangismu di ruang dokter saat kandunganmu mesti digugurkan. Aku menyiapkan dadaku untuk kepalamu, lalu membisikkan kata-kata sebisaku, "tidak apa-apa. Nanti kita coba lagi. Tidak apa-apa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas angkot, sepulang dari dokter, kita sama-sama menangis, tanpa isak, dan menatap arah yang berlawanan. Tapi, masih saja kukatakan kepadamu, "Tidak apa-apa, Sayang. Tidak apa-apa. Kita masih&lt;br /&gt;muda." Engkau tahu betapa lukanya aku. Namun, aku sangat tahu, lukamu berkali lipat lebih menganga dibanding yang aku punya. Engkau selalu bisa segera tersenyum setelah merasakan sakit yang mengaduk perutmu, saat calon bayi kita dikeluarkan. Kaumemintaku menguburkannya di depan rumah kita yang sepetak. "Yang dalam, Kang. Biar nggak digali anjing."&lt;br /&gt;Jadi, ke mana aku bisa mencari perempuan sekuat dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaupasti tak pernah tahu, ketika suatu petang, sewaktu aku masih di tempat kerja, hampir merembes air mataku ketika kau beritahu. "Kang, Mimi ke Ujung Berung, jual cincin."&lt;br /&gt;Cincin yang mana lagi? Engkau sedang membicarakan cincin kawinmu, Sayang. Yang 3 gram itu. Aku&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana kau beradu tawar menawar dengan pembeli emas pinggir jalan. Bukankah seharusnya aku masih mampu memberimu uang untuk makan kita beberapa hari ke depan? Tidak harus engkau yang ke luar rumah, melawan gemetar badanmu, bertemu dengan orang-orang asing. Terutama … untuk menjual cincinmu? Cincin yang seharusnya menjadi monumen cinta kita. Tapi kau sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika aku pulang, dengan keringat sebadan, engkau menyambutku dengan tenang. Malam itu,&lt;br /&gt;tidak cuma tempe, cabe, dan lalap sawi yang kita makan. Kau pulang membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, Gusti, jadi bagaimana aku sanggup berpikir untuk mencari perempuan lain seperti dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kondisi kita membaik, bukankah engkau tidak pernah meminta macam-macam, Cinta? Engkau tetap sesederhana dulu. Kaubelanja dengan penuh perhitungan. Kauminta perhatianku sedikit saja. Kau kerjakan semua yang seharusnya dikerjakan beberapa orang. Kau cintai aku sampai ke lapisan tulang. Sampai membran tertipis pada hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah, Sayang? Aku pernah menghadiahimu baju, yang setelah itu kau tak mau lagi membeli pakaian selama bertahun-tahun kemudian. Baju itu seharga kambing, katamu. Kau tak mau buang-buang uang. Bukankah telah kubebaskan kau mengelola uang kita? Kautetap seperti dulu. Membuat prioritas-prioritas yang kadang membuatku kesal. Kau lebih suka mengisi celengan ayam jagomu daripada membeli sedikit kebutuhanmu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia, kupikir aku tak akan pernah menemui lagi perempuan seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan lalu, Sayang, sementara di rahimmu anak kita telah sempurna, kaumasih memikirkan aku. Menanyai bagaimana puasaku, bukaku, sahurku? Siapa yang mencuci baju-bajuku, menyetrika pakaianku. Bukankah sudah kupersilakan engkau menikmati kehamilanmu dan menyiapkan diri untuk&lt;br /&gt;perjuanganmu melahirkan anak kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kang, maaf, ya, dah bikin khawatir, gak boleh libur juga gak papa. Tadi tiba-tiba gak enak perasaan. Tau nih, mungkin krn bentar lagi." Bunyi smsmu saat kudalam perjalanan menuju Jakarta. Panggilan tugas. Dan, engkau sangat tahu, bagiku pekerjaan bukan neraka, tetapi komitmen. Seberat apa pun, sepepat apa pun, pekerjaan adalah sebuah proses menyelesaikan apa yang pernah aku mulai. Tidak boleh mengeluh, tidak boleh menjadikannya kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca lagi SMSmu membuatku semakin tebal bertanya, ke mana lagi kucari seorang pecinta semacammu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaumencintaiku dengan memberiku sayap. Sayap yang mampu membawaku terbang bebas, namun selalu memberiku alamat pulang kepadamu. Selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu SMS mu itu kemudian menjadi firasat. Sebab, segera menyusul teleponmu, pecah ketubanmu. Aku harus segera menemuimu. Secepat-cepatnya meninggalkan Bandung menuju Cirebon untuk mendampingimu. "Terus kamu kenapa masih di sini? Pulang saja," kata atasanku ketika itu. Engkau&lt;br /&gt;tahu, Sayang, aku masih berada di dalam meeting ketika teleponmu mengabarkan semakin mendekatnya detik-detik lahirnya "tentara kecil" kita. Ketika itu aku masih berpikir, boleh kuselesaikan meeting itu dulu, agar tidak ada beban yang belum terselesaikan. Tapi, tidak. Atasanku bilang, tidak. "Pulang saja," katanya.. Baru kubetul-betul sadar, memang aku segera harus pulang. Menemuimu.. Menemanimu. Lalu, kusalami mereka yang ada di ruang rapat itu satu-satu. Tidak ada yang tidak memberikan dorongan, kekuatan, dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima jam kemudian aku ada di sisihmu. Seranjang sempit rumah sakit dengan infuse di pergelangan tangan kirimu. Kaumulai merasakan mulas, semakin lama semakin menggila. Semalaman engkau tidak tidur. Begitu juga aku. Berpikir untuk memejamkan mata pun tak bisa. Aku tatap baik-baik ekspresi sakitmu, detik per detik. Semalaman, hingga lepas subuh, ketika engkau bilang tak tahan lagi. Lalu, aku berlari ke ruang perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istri saya akan melahirkan," kataku yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak cepat waktu kemudian. Engkau dibawa ke ruang persalinan, dan aku menolak untuk meninggalkanmu. "Dulu ada suami yang ngotot menemani istrinya melahirkan, lihat darah, tahu-tahu jatuh pingsan," kata dokter yang membantu persalinanmu. Aku tersenyum, yang pasti&lt;br /&gt;laki-laki itu bukan aku. Sebab aku merasa berada di luar ruang persalinan itu akan jauh lebih menyiksa. Aku ingin tetap di sisimu. Mengalirkan energi lewat genggaman tanganku, juga tatapan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah. Satu jam. Engkau mengerahkan semua tenaga yang engkau tabung selama bertahun-tahun. Keringatmu seperti guyuran air. Membuat mengilap seluruh kulitmu. Terutama wajahmu. Menjerit kadangkala. Tanganmu mencengkeram genggamanku dengan kekuatan yang belum pernah kurasakan&lt;br /&gt;sebelumnya. Kekuatan yang lahir oleh kesakitan. Engkau sangat kesakitan, sementara "tentara kecil" kita tak pula mau beranjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak kasus bayi sungsang masih bisa lahir normal, kaki duluan. Tapi anak ini kakinya melintang," kata dokter. Aku berusaha tenang. Sebab kegaduhan hatiku tidak bisa membantu apa-apa. Kusaksikan lagi&lt;br /&gt;wajah berpeluhmu, Sayang. Kurekam baik-baik, seperti fungsi kamera terbaik di dunia. Kusimpan lalu di benakku yang paling tersembunyi. Sejak itu kuniatkan, rekaman itu akan kuputar jika suatu ketika&lt;br /&gt;kuberniat mencurangimu, menyakitimu, melukaimu, mengecewakanmu. Aku akan mengingat wajah itu. Wajah yang hampir kehilangan jiwa hanya karena ingin membuatku bahagia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah tidak kuat, Kang. Nggak ada tenaga," bisikmu persis di telingaku. Karena sengaja kulekatkan telingaku ke bibirmu. Aku tahu, ini urusan nyawa. Lalu kumerekam bisikanmu itu. Aku berjanji pada hati,&lt;br /&gt;rekaman suaramu itu akan kuputar setiap lahir niatku untuk meminggirkanmu, mengecilkan cintamu, menafikkan betapa engkau permata bagi hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk kepada dokter ketika ia meminta kesanggupanku agar engkau dioperasi. Tidak ada jalan lain. Aku membisikimu lagi, persis di telingamu, "Mimi kuat ya. Siap, ya. Ingat, ini yang kita tunggu&lt;br /&gt;selama 5 tahun. Hayu semangat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mengangguk dengan binar mata yang hampir tak bercahaya. Aku tahu, ini urusan nyawa. Tapi mana boleh aku memukuli dinding, menangis sekencang angin, lalu mendongak ke Tuhan, "Kenapa saya, Tuhan! Kenapa kami?" Sebab, Tuhan akan menjawab, "Kenapa bukan kamu? Kenapa bukan kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba tersenyum lagi. Mengangguk lagi kepadamu. "Semua akan baik-baik saja." Maka menunggumu di depan ruang operasi adalah saat di mana doa menjadi berjejal dan bernilai terkhusyuk sepanjang hidup.. Seandainya aku boleh mendampingi operasimu…. Tapi tidak boleh. Aku menunggumu sembari berkomat-kamit sebisaku. Aku sendirian. Berusaha tersenyum, tetapi sendirian. Tidak … tidak terlalu sendirian. Ada seseorang mengirimiku pesan pendek dan mengatakan kepadaku, "Aku ada&lt;br /&gt;di situ, menemanimu." Kalimat senada kukatakan kepadanya suatu kali, ketika dia mengalami kondisi yang memberatkan. "Apa kepala bebalmu tidak merasa? Aku ada di situ! Menemanimu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tangis itu! Rasanya seperti ada yang mencabut nyawaku dengan cara terindah sedunia. Tangis itu! Tentara kecil kita. Menjadi gila rasanya ketika menunggu namaku disebut. Berlari ke lorong rumah sakit ketika tubuh mungil itu disorongkan kepadaku. "Ini anak Bapak…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau, Sayang. Ini bayi yang baru keluar dari rahimmu, dan aku harus menggendongnya. Bukankah dia terlau rapuh untuk tangan-tangan berdosaku? Dokter memberiku dukungan. Dia tersenyum dengan cara yang sangat senior. "Selamat, ya. Bayinya laki-laki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendirian, berusaha tenang. Lalu kuterima bayi dalam bedongan itu. Ya, Allah….bagaimana membahasakan sebuah perasaan yang tidak terjemahkan oleh semua kata yang ada di dunia??? Makhluk itu terpejam tenang semacam malaikat; tak berdosa. Sembari menahan sesak di dadaku, tak ingin&lt;br /&gt;menyakitinya, lalu kudengungkan azan sebisaku. Sebisaku. Sebab, terakhir kukumandangkan azan, belasan tahun lalu, di sebuah surau di pelosok Gunung Kidul. Azan yang tertukar redaksinya dengan Iqomat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendanau mataku. Begini rasanya menjadi bapak? Rasanya seperti tertimpa surga. Aku tak pedul lagi seperti apa itu surga. Rasanya sudah tidak perlu apa-apa lagi untuk bahagia. Momentum itu berumur sekitar lima menit. Tentara kecil kita diminta oleh perawat untuk dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatanku kembali kepadamu. Bagaimana denganmu, Sayang? Kukirimkan kabar tentang tentara kecil kita kepada seseorang yang semalaman menemani kita bergadang dari kejauhan. Dia seorang sahabat, guru, inspirator, pencari, dan saudara kembarku. "He is so cute," kata SMS ku kepadanya. Sesuatu yang membuat laki-laki di seberang lautan itu menangis dan mengutuk dirinya untuk menyayangi bayi kita seperti dia merindukan dirinya sendiri. Sebuah kutukan penuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, berkumpul di ruangan itu. Kamar perawatan kelas dua yang kita jadikan kapal pecah oleh barang-barang kita. Engkau, aku, dan tentara kecil kita. Seorang lagi; keponakan yang sangat membantuku di saat-saat sulit itu. Seorang mahasiswi yang tentu juga tidak tahu banyak bagaimana mengurusi bayi. Tapi dia sungguh memberiku tangannya dan ketelatenannya untuk mengurusi bayi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau butuh 24 jam untuk mulai berbicara normal, setelah sebelumnya seperti mumi.. Seluruh tubuhmu diam, kecuali gerakan mata dan sedikit getaran di bibir. Aku memandangimu, merekam wajahmu, lalu berjanji pada hati, 50 tahun lagi, engkau tidak akan tergantikan oleh siapa pun di dunia ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari, Sayang. Lima hari empat malam kita menikmati bulan madu kita sebenar-benarnya. Aku begitu banyak berimprovisasi setiap hari. Mengurusi bayi tidak pernah ilmunya kupelajari. Namun, apa yang harus kulakukan jika memang telah tak ada pilihan? Aku menikmati itu. Berusaha mengurusmu dengan baik, juga menenangkan tentara kecil kita supaya tangisnya tak meledak-ledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, Kang," katamu setelah kubantu mengurusi kebutuhan kamar mandimu. Lima tahun ini apa keperluanku yang tidak engkau urus, Sayang? Mengapa hanya untuk pekerjaan kecil yang memang tak sanggup engkau lakukan sendiri, engkau berterima kasih dengan cara paling tulus sedunia? Lalu ke mana kata "terima kasih" yang seharusnya kukatakan kepadamu sepanjang lima tahun ini? Tahukah engkau, kata "terima kasih" mu itu membuat wajahmu semelekat maghnet paling kuat di kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurusimu dan bayi kita. Lima hari itu, aku menemukan banyak gaya menangisnya yang kuhafal di luar kepala, agar aku tahu apa pesan yang ingin dia sampaikan. Gaya kucing kehilangan induk ketika ia buang&lt;br /&gt;kotoran. Gaya derit pintu ketika dia merasa kesepian, gaya tangis bayi klasik (seperti di film-film atau sandiwara radio) jika dia merasa tidak nyaman, dan paling istimewa gaya mercon banting; setiap dia kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tandingnya di rumah sakit bersalin yang punya seribu nyamuk namun tidak satu pun cermin itu. Dari ujung lorong pun aku bisa tahu itu tangisannya meski di lantai yang sama ada bayi-bayi lain menangis pada waktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, indahnya. Tak pernah bosan kutatapi wajah itu lalu kucari jejak diriku di sana. Terlalu banyak jejakku di sana. Awalnya kupikir 50:50 cukup adil. Agar engkau juga merasa mewariskan dirimu kepadanya. Tapi&lt;br /&gt;memang terlalu banyak diriku pada diri bayi itu. Hidung, dagu, rahang, jidat, tangis ngototnya, bahkan detail cuping telinga yang kupikir tidak ada duanya di dunia. Ada bisik bangga, "Ini anakku… anak&lt;br /&gt;laki-lakiku. " Tapi tenang saja, istriku, kulitnya seterang dan sebening kulitmu. Rambutnya pun tak seikal rambutku. Kuharap, hatinya kelak semembentang hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupanggil dia Sena yang berarti tentara. Penggalan dari nama sempurnanya: Senandika Himada. Sebuah nama yang sejarahnya tidak serta-merta. Panjang dan penuh keajaiban. Senandika bermakna berbicara&lt;br /&gt;dengan diri sendiri; kontemplasi, muhasabbah, berkhalwat dengan Allah. Sedangkan Himada memiliki makna yang sama dengan Hamida atau Muhammad: YANG TERPUJI… dan itulah doa kita untuknya bukan, Sayang? Kita ingin dia menjadi pribadi yang terpuji dunia akhirat. Kaya nomor sekian, pintar pun demikian, terkenal apalagi. Yang penting adalah terpuji… mulia…dan ini bukan akhir kita, bukan, Honey? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi awal yang indah. Awalku jatuh cinta (lagi) kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*persembahan buat setiap perempuan, dan ibu yang hatinya semembentang samudra*&lt;/span&gt;                                            &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-2315028632839186391?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/2315028632839186391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=2315028632839186391&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/2315028632839186391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/2315028632839186391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2009/11/cerita-cinta.html' title='Cerita Cinta'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SvTZM8qjzgI/AAAAAAAAAgU/nbNHNvcodSI/s72-c/Kumbang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-6748661144871153960</id><published>2009-10-12T17:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T17:47:40.396-07:00</updated><title type='text'>Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar Ke Tubuh Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dikutip dari swaramuslim.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kecuali suara khas jeritannya, kandungan hewan ini seakan menginvasi kehidupan manusia. Dari permen hingga peluru dan senjata kimia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu. Seorang penulis yang penasaran, &lt;a href="http://www.christienmeindertsma.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Christein Meindertsma&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/link.gif" /&gt;, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nomor identitas &lt;b&gt;05049&lt;/b&gt; yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="clear: right; float: right; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;Christein berkata, "Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i38.tinypic.com/2ldf882.jpg" width="500" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;[Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks &amp;amp; Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen &lt;b&gt;Percy Pigs&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya," kata Lutwyche.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa."&lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali jika membeli roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="box" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="capt" style="float: right; width: 150px;"&gt;&lt;marquee direction="down" height="1200" onmouseout="this.start()" onmouseover="this.stop()" scrollamount="3" width="150"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img src="http://img15.imageshack.us/img15/319/permen.jpg" width="150" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Hati Hati Permen Mengandung Bahan Babi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan  jaringan kulit /daging babi dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar  lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.&lt;/span&gt;                                       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="box" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="box" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;NB: ngeri juga setelah baca ulasan ini, mungkin akan lebih baik saat ini untuk back to nature... kembali pada cara lama, masak sendiri, dengan bahan2 alami, ikan, sayur dll yang masih benar2 seperti bentuk asalnya (tidak beli bahan-bahan makanan kemasan), juga mengurangi jajan diluar... tidak membiasakan fast food, makanan resto, atau makanan instan lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-6748661144871153960?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/6748661144871153960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=6748661144871153960&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6748661144871153960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/6748661144871153960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2009/10/boleh-jadi-kandungan-babi-sudah.html' title='Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar Ke Tubuh Kita'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i38.tinypic.com/2ldf882_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-1576334301592499495</id><published>2009-10-11T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T06:42:47.968-07:00</updated><title type='text'>Di Balik Fenomena Facebook</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="clear_left" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;oleh M H Anggana Deh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/StHgt2KizYI/AAAAAAAAAfc/htYc7RI8Gxc/s1600-h/Corp06.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/StHgt2KizYI/AAAAAAAAAfc/htYc7RI8Gxc/s200/Corp06.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;       &lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.&lt;/span&gt;       &lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-1576334301592499495?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/1576334301592499495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=1576334301592499495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/1576334301592499495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/1576334301592499495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2009/10/di-balik-fenomena-facebook.html' title='Di Balik Fenomena Facebook'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/StHgt2KizYI/AAAAAAAAAfc/htYc7RI8Gxc/s72-c/Corp06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-3361753007583394300</id><published>2009-10-06T18:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T18:22:56.762-07:00</updated><title type='text'>Bukti Nyata Sebuah Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dikutip dari notes Facebook oleh &lt;i&gt;Ustadz Taat Budi Utomo&lt;/i&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Assalaamu'alaikum. War. Wab.....Bismillaahirrahmaa&lt;/span&gt;nirrahiim....&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Ssvsd5Tb5sI/AAAAAAAAAe8/iEr7FhmnQcA/s1600-h/Cata+Vento.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Ssvsd5Tb5sI/AAAAAAAAAe8/iEr7FhmnQcA/s200/Cata+Vento.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT.....Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW.... &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadist Qudsi.....Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman : &lt;br /&gt;Aku Allah...Yang Maha Pemurah....Yang Menciptakan Kasih Sayang.....dan Aku ciptakan kasih sayang itu dari nama Ku.....Barang siapa yang menyambungnya maka Aku akan limpahkan rahmat Ku kepadanya......dan barang siapa yang memutuskannya maka Aku akan tutup rahmat Ku kepadanya. ( HR. Shahih Sunan Tirmidzi 1907....ash Shahihah 520 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari...ke empat anak pak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata....Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.......bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu........Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2.....sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lag...... kami rasa ibupun akan mengijinkannya.....kapan bapak menikmati masa tua bapak......dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya......Anak2ku ........... Jikalau perkawinan &amp;amp; hidup didunia ini hanya untuk nafsu......mungkin bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku........ itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian.....Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini ?.......Kalian menginginkan bapak bahagia.......apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang......kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain ?........Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.....Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno..... Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.....dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno........kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2......Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio.......kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru......Disitulah Pak Suyatno bercerita.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya........tetap&lt;/span&gt;                          &lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;i tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan......Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya......dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya.......mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata......dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.....Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.....dan itu merupakan ujian bagi saya..... apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya....Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada hamba Allah yang menjadi inspirasi bagi yang lain......dalam berpikir.....berperilaku..&lt;/span&gt;  &lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;...sehingga keberadaannya......kehadir&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;annya.....selalu mendatangkan kesejukan......kedamaian..&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;...senyuman......dan kebahagiaan.....bagi yang ada di sekitarnya.....Semoga kisah nyata ini......dapat memberikan kesejukan......kepada ikhwan akhwat.....dalam memaknai.....interaksi yang namanya.....KASIH SAYANG DAN CINTA...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang memelihara.....menyambungn&lt;/span&gt;  &lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ya.....saling kasih mengasihi......saling cinta mencintai.....maka rahmat Allah akan diberikan kepadanya......sehingga apapun yang dilakukannya.....akan mendapatkan kemudahan dari Nya.......keluarga bahagia.....suami taat beribadah......istri yang menjaga kehormatan dirinya......anak = anak yang shalih dan shalihah......kemudahan rizki yang berlimpah dan barakah...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang memutuskannya.......saling&lt;/span&gt;  &lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; menyakiti......saling bermusuhan......saling dendam......maka Allah akan menutup rahmat Nya kepadanya......sehingga apapun yang dilakukannya......akan menjadi sulit baginya......yang ada selalu masalah dan masalah...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaamu'alaikum War.Wab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3780692272847194537-3361753007583394300?l=articleammafamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://articleammafamily.blogspot.com/feeds/3361753007583394300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3780692272847194537&amp;postID=3361753007583394300&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/3361753007583394300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3780692272847194537/posts/default/3361753007583394300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://articleammafamily.blogspot.com/2009/10/bukti-nyata-sebuah-cinta.html' title='Bukti Nyata Sebuah Cinta'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Ssvsd5Tb5sI/AAAAAAAAAe8/iEr7FhmnQcA/s72-c/Cata+Vento.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3780692272847194537.post-4778391393317873539</id><published>2009-09-12T11:37:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T11:42:05.852-07:00</updated><title type='text'>Makna Sebuah Nama</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surabaya, 12 September 2009 M  / 22 Ramadlan 1430 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sebuah pengisahan sederhana tentang proses pemberian nama Jundi-Jundi yang menjadi harapan saya di masa mendatang. Kata orang, jangan berikan nama yang terlalu berat untuk anak. Bagi saya setiap orang harus memiliki cita-cita besar dalam hidup terutama manfaatnya untuk ummat, demikian juga nama, yang menunjukkan harapan besar pada anak, adalah sangat wajar selama masih ada dasar makna yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Sqvq9nb7K-I/AAAAAAAAAeU/4kG4vfee_eU/s1600-h/7125_1100432518068_1444320707_30239706_2238509_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 117px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/Sqvq9nb7K-I/AAAAAAAAAeU/4kG4vfee_eU/s320/7125_1100432518068_1444320707_30239706_2238509_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380652524103216098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nama merupakan sebuah identitas yang sangat penting untuk setiap makhluk yang ada di alam semesta. Setiap apa yang ada harus memiliki nama, tak terkecuali manusia. Pemberian nama merupakan bagian penting dari sistem seperti halnya sebuah file dalam komputer. Demikian Allah SWT memberikan nilai lebih pada manusia yang terletak pada daya fikir, emosi, dan kreasi untuk mengarah pada sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT adalah sebaik-baik pemberi nama untuk para malaikat, para nabi, dan wali-wali-Nya. Dalam pemberian nama untuk makhluknya Allah memberikan identitas tentang baik dan buruk tabiat mereka. Iblis, neraka, zholim adalah nama-nama untuk zat yang tidak baik, sedangkan surga, hamba Alloh, Muhammad adalah nama yang indah untuk sesuatu yang hakikatnya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman pemberian nama yang secara umum digunakan adalah Nama Depan, Nama Tengah dan Nama Keluarga atau Marga... Pada awalnya dari sejarah Eropa, kebanyakan orang mula-mula menggunakan satu nama pemberian saja, lalu setelah jumlah orang yang bernama sama semakin banyak di satu wilayah, nama keluarga ditambahkan untuk membedakan orang-orang yang bernama sama. Setelah semakin banyak orang yang bernama depan dan nama keluarga sama, maka orang menambahkan nama tengah, satu nama, kemudian dua nama, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar apapun nama dibuat pastinya memiliki makna atau bahkan dalam Islam merupakan suatu do'a untuk yang dinamai atau bahkan untuk tujuan yang dibangun dalam sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diyakini adalah sesungguhnya nama, julukan atau gelar yang baik memiliki pengaruh yang baik dalam jiwa sejak pertama kali menyebut atau mendengarnya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan menyifati-Nya dengan nama dan sifat-sifat yang baik, firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya milik Allah asma ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.... (QS. al-A’rof [7]: 180)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dan konsep inilah yang selalu mendapat proporsi perhatian lebih banyak setiap istri saya hamil. Bagaimanapun juga pembangunan sebuah sistem di keluarga saya adalah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang suami untuk istri sekaligus bapak untuk anak-anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya berfikir memberi nama yang penting baik maknanya, didengar enak dan "tidak pasaran". Akan tetapi, justru setelah saya melihat film-film dan membaca buku-buku yang mengungkap banyak rahasia pergerakan kelompok-kelompok rahasia di dunia saya jadi banyak tertarik dengan metode penamaan dan pengkodean mereka. Yang menarik adalah makna yang mereka maksudkan dalam setiap nama dan kode yang mereka buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar penamaan pada anak saya yang pertama dan yang kedua adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama: berdasar pada momentum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;1. Hasannashr Hizballah Amma...&lt;/span&gt; ini berawal dari perang Hizbullah dengan Israel di tahun 2006, saya kagum dengan kharisma Hasan Nasrullah (pemimpin Hizbullah) yang sangat tenang dan tawadlu'. Selain itu, secara maknapun waktu itu sangat tepat dan sinchronize dengan harapan saya akan diri saya keluarga saya dan idealnya seorang manusia menurut saya. Hasan berarti Baik, Nashr berarti Penolong, sedangkan Hizballah adalah sebuah penegasan tauhid bahwa di alam semesta ini cuman ada dua golongan yaitu golongan Allah -- Hizballah -- (manusia dan jin yang beriman kepada Allah) dan golongan syetan -- Hizbusysyaithon --.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;2. Jabbarrobbani Jundallah Amma...&lt;/span&gt; cukup lama saya mencari petunjuk untuk nama ini , hampir setiap hari saya diskusi dengan istri tentang nama ini, terutama kata pertama, sedangkan Jundallah adalah nama yang jadi idola saya sejak lama. Sebaik-baik nama adalah nama-nama Allah dalam Asmaul Husna... Jabbar adalah Asmaul Husna dengan makna MEMAKSA (Berkehendak kuat) maksudnya disini adalah memaksakan diri, sedangkan Robbani adalah Semata-mata karena Robb (Allah), jadi Jabbarrobbani dimaksudkan sebagai Berkehendak Kuat Semata-mata Karena Allah (entah dalam bahasa Arab susunan seperti ini diperbolehkan atau tidak, nahwu dan shorof saya kurang kuat). Maksud makna nama ini adalah kekuatan hati (semangat) untuk idealis yang memang harus dipaksakan oleh karena akhir-akhir ini memegang prinsip sudah jauh lebih rumit dari sebelumnya, dan tidak kalah penting adalah dasar tauhidnya "Robbani" (semata-mata karena Allah) karena jika tidak demikian akan sia-sia semua amalan. Sedangkan Jundallah berarti Pejuang Allah, dalam konteks regional berarti memerangi kemiskinan, dan kebodohan ummat di bawah panji Agama Allah, karena sadar atau tidak saat ini kita berada dalam kebodohan yang akut (terutama tentang dienul Islam), hal ini bisa kita lihat dari pola hidup kita yang banyak terbawa arus liberalis dan islam phobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua: berdasar pada prinsip-prinsip dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;1. Hasannashr Hizballah Amma...&lt;/span&gt; Hasannashr adalah "self oriented" yaitu dimaksudkan untuk memperbaiki diri menjadi orang yang baik (Perbaikan ummat tingkat pertama adalah dari perbaikan diri) sedangkan Hizballah dimaksudkan untuk ketauhidannya. Kenapa di kedua nama anak saya selalu menyertakan prinsip ketauhidan?? karena ketauhidan adalah hal yang paling mendasar dari suatu makhluk, dan adalah harga mutlak untuk setiap makhluk, jika tidak maka semua yang dilakukan akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;2. Jabbarrobbani Jundallah Amma...&lt;/span&gt; Jabbarrobbani dimaksudkan sebagai semangat yang kuat semata-mata karena Allah... ini merupakan dasar yang sangat penting untuk pelaku dakwah, karena terpaan realisme sangat kuat menentang arus dakwah. Disini memang masih mengandung makna pembekalan diri menuju pribadi yang baik sebagaimana yang dimaksudkan untuk Hizballah, akan tetapi di kata yang ke dua (Jundallah) yang berarti Pejuang Allah memiliki dua maksud yaitu sebagai identitas ketauhidan dan juga identitas kemasyarakatan. Pejuang disini secara regional berarti berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan, nah... disinilah letak identitas kemasyarakatannya. Ini adalah langkah perbaikan ummat yang kedua (me
